Posyandu Tanjung II Karangasem Kolaborasikan Layanan dengan MBG 3B, Hadirkan Inovasi Pencegahan Stunting

Sleman – Posyandu Tanjung II Karangasem, Padukuhan Gempol, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, mengintegrasikan pelayanan Posyandu dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) 3B dalam kegiatan pelayanan Posyandu yang dilaksanakan pada Senin (19/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung di rumah Dukuh Gempol tersebut menyasar ibu hamil (bumil), ibu menyusui (busui), serta balita usia satu tahun ke atas. Kolaborasi pelayanan ini menjadi bagian dari upaya mendukung pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, khususnya kelompok sasaran yang membutuhkan perhatian dalam pencegahan stunting.

Di tengah pelaksanaan MBG 3B, Posyandu Tanjung II Karangasem tetap menjalankan inovasi Pemberian Makanan Tambahan (PMT) melalui program GARPU CETING (Gerakan Peduli Cegah Stunting). Program tersebut diwujudkan melalui pemberian sayuran mentah kepada keluarga sasaran untuk diolah menjadi makanan bergizi di rumah.

Ketua Posyandu Tanjung II Karangasem, Tri Suhartati, mengatakan GARPU CETING merupakan bentuk kepedulian kader dalam mendukung pemenuhan gizi keluarga sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya konsumsi makanan bergizi bagi ibu dan anak.

“Melalui program GARPU CETING ini, kami berharap angka stunting dapat ditekan sehingga ke depan dapat terwujud zero stunting atau nol kasus stunting,” ujar Tri.

Selain GARPU CETING, Posyandu Tanjung II Karangasem juga mengembangkan inovasi pemberian sertifikat kelulusan kepada balita yang telah menyelesaikan masa keikutsertaannya di Posyandu. Sertifikat tersebut diberikan sebagai bentuk penghargaan atas partisipasi dan keaktifan balita bersama orang tua dalam mengikuti pelayanan Posyandu.

Pemberian sertifikat diharapkan dapat menjadi motivasi bagi orang tua untuk terus memperhatikan pertumbuhan dan perkembangan anak serta menjaga konsistensi pemantauan kesehatan secara rutin sejak dini.

Melalui integrasi pelayanan dengan MBG 3B serta berbagai inovasi yang dikembangkan, Posyandu Tanjung II Karangasem berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat. Kolaborasi kader, keluarga, dan berbagai pihak diharapkan dapat memperkuat pemenuhan gizi, pemantauan tumbuh kembang anak, serta upaya pencegahan stunting guna mendukung terwujudnya generasi yang sehat dan berkualitas.

(Tri Suhartati/KIM Depok)




Jelang Peringati HSN 2026, Kankemenag Sleman Gelar Reresik Pesantren, BRUS, dan Penanaman Pohon

Sleman – Menyambut peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026, Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Sleman menggelar aksi Reresik Pondok Pesantren di PP Al-Fithroh Wahid Hasyim Nologaten serta Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) di Pondok Pesantren Al-Ikhlas, Kalurahan Jogotirto, Kapanewon Berbah, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta pada Selasa (20/10/2026).

Rangkaian agenda ini menjadi bentuk kepedulian bersama terhadap kebersihan lingkungan pesantren, penguatan karakter generasi muda, penanaman nilai kerukunan, hingga mitigasi persoalan sosial masyarakat.

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Kankemenag Sleman Nadhif, Pimpinan Pondok Pesantren Al-Ikhlas Abdullah Khadziq Fauzan, Plt. Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Achmad Fauzi, serta Kepala KUA Berbah.

Pimpinan PP Al-Ikhlas, Abdullah Khadziq Fauzan, menyampaikan apresiasinya atas perhatian Kankemenag Sleman serta berpesan kepada para santri mengenai pentingnya nilai keikhlasan.

“Keikhlasan merupakan nilai penting yang perlu terus ditanamkan dalam diri setiap santri. Dengan ikhlas, kita dapat menjalankan setiap amanah dan kebaikan dengan penuh tanggung jawab, tanpa mengharapkan imbalan,” ujar Abdullah Khadziq Fauzan.

Sementara itu, Kepala Kankemenag Sleman, Nadhif, menekankan bahwa menjaga kerukunan antarumat beragama dan kelestarian lingkungan merupakan wujud pengamalan nilai keagamaan yang selaras dengan tema HSN 2026, “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”. Selain itu, ia menyoroti program BRUS sebagai langkah preventif penguatan ketahanan keluarga sejak dini.

“Melalui program Bimbingan Remaja Usia Sekolah, kami ingin memberikan edukasi kepada para remaja agar memiliki pemahaman yang baik tentang kehidupan, tanggung jawab, serta kesiapan membangun keluarga sakinah. Ini menjadi salah satu upaya preventif untuk menekan angka perceraian,” kata Nadhif.

Sebagai simbol komitmen merawat alam, rangkaian acara dilanjutkan dengan penanaman pohon bersama di area pesantren. Aksi ini melengkapi gerakan kepedulian sosial Kankemenag Sleman sebelumnya, seperti penyaluran bantuan air bersih bersama BPBD Sleman bagi warga terdampak di Kapanewon Tempel, Moyudan, dan Turi. (Humas Kemenag Sleman)




DWP Kankemenag Sleman Gelar Aksi Bakti Sosial Distribusi Air Bersih ke Tiga Kapanewon

Sleman – Jajaran Pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Sleman menggelar Aksi Bakti Sosial dengan menyalurkan bantuan air bersih ke sejumlah wilayah yang membutuhkan di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta pada Senin (19/10/2026).

Kegiatan bantuan sosial ini dipimpin langsung oleh Ketua DWP Kankemenag Sleman, Ultafiyah Nadhif. Bantuan air bersih dengan total volume mencapai puluhan ribu liter tersebut didistribusikan ke tiga lokasi sasaran, yakni Padukuhan Sonokulon (Kalurahan Merdikorejo, Kapanewon Tempel), Padukuhan Sejatipasar (Kalurahan Sumberarum, Kapanewon Moyudan), serta wilayah Kalurahan Bangunkerto (Kapanewon Turi), dengan alokasi masing-masing sebanyak liter.

Ketua DWP Kankemenag Sleman, Ultafiyah Nadhif, menyampaikan bahwa seluruh program dan kegiatan DWP dirancang untuk memberikan dampak positif serta manfaat nyata yang langsung dirasakan oleh masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap bantuan air bersih dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus memperkuat kepedulian dan semangat berbagi,” ujar Ultafiyah Nadhif di sela penyerahan bantuan.

Aksi sosial yang bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman ini diselenggarakan sebagai rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Dharma Wanita Persatuan sekaligus memperingati Hari Santri Nasional (HSN) Tahun 2026.

Melalui kegiatan bakti sosial tersebut, DWP Kankemenag Sleman berkomitmen untuk terus merawat kepedulian sosial dan menghadirkan program kemasyarakatan yang bermanfaat, khususnya dalam mendampingi warga yang memerlukan dukungan pasokan air bersih. (Humas Kemenag Sleman/KIM Sleman)




Disperindag dan DPMPTSP Sleman Jemput Bola, Pedagang Pasar Denggung Difasilitasi Pembuatan NIB Gratis

Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman terus mempercepat legalitas usaha bagi pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK). Melalui kolaborasi antara Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) dengan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Sleman, para pedagang Pasar Denggung dan pelaku usaha food court Denggung memfasilitasi pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) secara gratis di Kantor Pelayanan Pasar Denggung, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta pada Selasa (20/10/2026).

Layanan dengan metode jemput bola ini dihadirkan untuk memberikan kemudahan bagi pedagang pasar dan pelaku usaha kecil agar memperoleh kepastian hukum tanpa perlu melewati prosedur yang rumit.

Kepemilikan NIB menjadi dokumen krusial bagi keberlanjutan UMK. Selain menjamin legalitas dan kepastian hukum usaha, NIB berfungsi sebagai pintu masuk utama bagi para pedagang untuk mengakses berbagai program pembinaan pemerintah hingga fasilitas pembiayaan usaha formal.

Antusiasme pedagang dan pelaku UMK terlihat sejak pagi hari. Puluhan warga mengantre dengan tertib untuk mendaftarkan dan melegalkan identitas usaha mereka melalui loket layanan bebas biaya tersebut.

Sinergi antardinas ini diharapkan mampu menjangkau lebih banyak pelaku UMK di kawasan Pasar Denggung dan sekitarnya, sehingga iklim usaha kerakyatan di Kabupaten Sleman dapat tumbuh lebih tertib, berdaya saing, dan berpayung hukum jelas. (Novendra/KIM Pijar Mlati)




Dr. Sukinah, Dosen PLB UNY, Ajak Refleksi dan Reaktualisasi Peran Strategis Guru Pendidikan Khusus

Sleman – Dosen Pendidikan Luar Biasa (PLB) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Sukinah, mengajak para Guru Pendidikan Khusus (GPK) untuk melakukan refleksi dan reaktualisasi terhadap peran strategis mereka dalam mewujudkan sistem pendidikan inklusif. Pesan tersebut disampaikannya saat menjadi narasumber dalam Workshop Guru Inklusi yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Yogyakarta pada Selasa (20/10/2026).

Dalam forum yang dimulai pukul WIB tersebut, Sukinah menegaskan bahwa profesi GPK memegang posisi krusial dalam mendampingi peserta didik berkebutuhan khusus untuk mengenali potensi diri serta membangun rasa percaya diri mereka.

“Menjadi GPK bukan sekadar menjalankan tugas profesi, melainkan menjadi bagian penting dari perjalanan seorang murid untuk menemukan kemampuan, harga diri, dan masa depannya,” ujar Sukinah.

Ia menambahkan, pendampingan murid berkebutuhan khusus membutuhkan strategi pembelajaran yang adaptif sesuai karakteristik individual anak. Melalui refleksi dan reaktualisasi, para pendidik diajak memperbarui pemahaman, mengevaluasi metode pembelajaran, serta memperkuat komitmen profesionalisme di sekolah inklusif.

Salah satu peserta workshop yang merupakan GPK di SDN Terbansari 1 Kota Yogyakarta, Yoga, mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan ini sebagai sarana evaluasi kerja sekaligus momentum penyiapan strategi pendampingan mendatang.

“Workshop guru inklusi ini menjadi ajang refleksi akhir tahun atas proses pembelajaran selama ini. Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mempersiapkan semangat, tekad, dan komitmen kami sebagai GPK untuk ke depannya,” tutur Yoga.

Melalui penguatan kompetensi, kesabaran, serta kolaborasi yang erat antara GPK, guru kelas, dan orang tua, penyelenggaraan pendidikan inklusif diharapkan semakin berkualitas serta mampu membuka kesempatan seluas-luasnya bagi setiap anak untuk meraih masa depan. (Egi Prayoga/KIM DSN Ngaglik)