Indonesia Cetak Sejarah, Asian Gym for Life Challenge 2026 Perkuat Potensi Sport Tourism Yogyakarta

Sleman – Indonesia mencatatkan sejarah baru dalam perkembangan olahraga gimnastik Asia dengan sukses menjadi tuan rumah edisi perdana 1st Asian Gym for Life Challenge 2026. Ajang internasional yang berlangsung pada Sabtu (17/10/2026) hingga Minggu (18/10/2026) di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas Universitas Gadjah Mada (GIK UGM), Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta ini menjadi momentum penting untuk memperkuat diplomasi olahraga sekaligus mengembangkan potensi sport tourism di wilayah DIY.
Diselenggarakan di bawah naungan Asian Gymnastics Union (AGU) dan dipersembahkan oleh POZA Sport Academy, kegiatan ini menghadirkan 22 grup dari tujuh negara, yaitu Indonesia, Sri Lanka, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Thailand, dan Denmark. Indonesia tampil dengan kontingen terbesar yakni 11 grup, disusul Sri Lanka lima grup, dan Jepang dua grup.
Ajang ini dibuka langsung oleh Anggota Komite Eksekutif World Gymnastics sekaligus Wakil Presiden AGU Zona Asia Tenggara, Srayuth Patanasak. Turut hadir Wakil Ketua Tim Penggerak PKK DIY, GKBRAA Paku Alam.
Ketua Umum Federasi Gimnastik Indonesia (FGI), Ita Yuliati, mengapresiasi kepercayaan yang diberikan AGU kepada Indonesia. Ia menegaskan bahwa disiplin Gymnastics for All menekankan partisipasi luas, kebugaran, rekreasi, persahabatan, serta penampilan kelompok yang inklusif tanpa membatasi usia dan latar belakang.
“Gymnastics for All membawa pesan kebersamaan yang melampaui batas usia, asal negara, bahasa, maupun latar belakang. Melalui gimnastik, masyarakat dapat terhubung, merayakan kebersamaan, serta saling menginspirasi,” tutur Ita Yuliati.
Sebanyak lima evaluator internasional dihadirkan untuk menilai penampilan para peserta, yaitu Araki Tatsuo dan Yumiko Itoh dari Jepang, Monika Siskova dari Slovakia, Junghyun Choi dari Korea Selatan, serta Denny Malik dari Indonesia.
Pemilihan Yogyakarta sebagai lokasi penyelenggaraan makin memperkuat posisi DIY sebagai destinasi sport tourism yang mampu memadukan olahraga, kebudayaan, dan ekonomi kreatif. Kehadiran ratusan delegasi mancanegara berpotensi menggerakkan sektor pendukung lokal, mulai dari perhotelan, transportasi, kuliner, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Penyelenggaraan ajang ini melengkapi rekam jejak Indonesia dalam menggelar agenda gimnastik dunia, setelah sebelumnya sukses menghelat 15th Junior Artistic Gymnastics Asian Championships 2018 dan 53rd FIG Artistic Gymnastics World Championships 2025 di Jakarta. (Egi Prayoga/KIM DSN Ngaglik)



