Gayamharjo, Tak Hanya Raja Gunung tapi Juga Raja Gadung

Sleman – Kalurahan Gayamharjo yang terletak di gugusan Pegunungan Prambanan, Kapanewon Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta menyimpan potensi olahan pangan lokal berbahan dasar umbi gadung yang bernilai ekonomi tinggi.
Gayamharjo, wilayah ujung timur Sleman yang dikenal dengan situs peninggalan stupa Mintorogo, memiliki kekayaan hasil bumi berupa tanaman ubi-ubian liar yang tumbuh subur di kawasannya. Melalui pengolahan tradisional yang tepat, umbi liar berkandungan racun alami tersebut diubah menjadi olahan keripik gadung bertekstur renyah dan gurih.
Pembina UMKM Kalurahan Gayamharjo, Deni, memaparkan bahwa untuk mengolah umbi gadung menjadi camilan garing yang aman dikonsumsi, diperlukan teknik khusus serta tingkat ketelitian ekstra.
“Umbi gadung memiliki kandungan racun alami, makanya perlu penanganan yang tepat, salah satunya dicuci berkali-kali hingga racunnya hilang. Setidaknya perlu hingga lima kali pencucian, bahkan bisa lebih,” ujar Deni.
Proses pembuatan dimulai dari pengupasan dan pengirisan umbi secara tipis, perendaman di air mengalir selama beberapa hari, hingga pelumuran abu dapur atau garam untuk menyerap racun dan melunakkan serat umbi. Setelah dicuci bersih berulang kali hingga sisa abu hilang, irisan umbi dijemur hingga benar-benar kering sebelum masuk tahap penggorengan.
Saat ini, produksi keripik gadung di Gayamharjo dikelola secara terpusat oleh Kelompok UMKM Gadung “Sri Asih” yang mengusung merek dagang “Raja Gadung”. Kelompok ini juga sempat berkolaborasi dengan mahasiswa KKN Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) untuk penguatan manajemen usaha.
Deni menambahkan, optimasi promosi dan branding terus dilakukan agar Gayamharjo dapat berkembang menjadi desa wirausaha sentra produksi gadung, salah satunya melalui partisipasi dalam berbagai pameran UMKM.
“Pengembangan dilakukan dengan membuka stan di event-event, baik yang diadakan swasta maupun pemerintah, seperti di stan FOKOM UMKM Gayamharjo pada perhelatan Hari Kebudayaan 2026 yang diselenggarakan BPK Wilayah X di kawasan Candi Kedulan ini,” pungkas Deni saat ditemui di lokasi pameran pada Sabtu (17/10/2026). (Dwi Ony Raharjo/KIM Pararta Guna Gamping)



