Pelajar Malaysia Belajar Budaya Ke Sleman
Sleman – Bupati Sleman Sri Purnomo menerima kunjungan 12 siswa SMK (Sekolah Menengah Kebangsaan) Bukit Kayu Hitam dan SMK Pulau Nyior Kedah Darul Aman Malaysia, hari Selasa (25/3), di rumah dinas bupati.
Para pelajar Malaysia tersebut didampiing oleh Kepala Sekolah Hjh. Siti Aminah serta sembilan guru kelas. Kunjungan ini merupakan kunjungan balasan karena sebelumnya siswa SMP Muhammadiyah 3 Depok juga telah berkunjung ke Sekolah Malaysia.
Sebelumnya, para pelajar dari Malaysia ini telah diterima di SMP Muhammadiyah 3 Depok sejak tanggal 23 Maret dan menurut rencana akan tinggal sampai 28 Maret. Selama tinggal di Sleman, para pelajar Malaysia tinggal di rumah dua orang wali siswa dan empat orang guru dan karyawan.
Berbagai rangkaian kegiatan sudah mereka ikuti. Semenjak hari Senin (24/3), para pelajar dari Malaysia tersebut juga telah mengikuti pembelajaran di SMP Muhammadiyah 3 Depok. Materi pembelajaran yang disampaikan tentang budaya Jawa, kegiatan membatik dan kegiatan pengenalan budaya Indonesia.
Para pelajar dari Malaysia juga telah mengikuti perjalanan pendidikan ke sekolah-sekolah lain dan berkunjung Wisata Budaya Kraton Yogyakarta, Kebun Binatang Gembiro Loka, Masjid Besar Kauman dan menyaksikan panggung Ramayana.
Selanjutnya juga akan mengikuti acara talk show pendidikan dengan lima pembicara dari lima negara, yaitu Cina, Mesir, Ubekistan, Malaysia dan Indonesia, hasil kerjasama dengan Universitas Ahmad Dahlan. Selain itu, dalam acara tersebut juga akan dilakukan performance art dari masing-masing negara.
Bupati Sleman, Sri Purnomo menyampaikan pentingnya diplomasi publik di era globalisasi. Menurutnya, diplomasi tradisional yang melibatkan komunikasi antar pemerintah (antar diplomat) dan antar negara memang penting, namun akan lebih efektif bila juga melibatkan peran serta warga negara.
“Kini, Indonesia termasuk negara yang sedang giat membangun diplomasi publik yang elegan yang mensinergikan antara perwakilan RI di luar negeri dengan seluruh WNI yang sedang berada di luar negeri,” katanya.
Menurutnya, salah satu bentuk diplomasi publik yang jitu dan terbukti ampuh adalah diplomasi budaya dan kuliner. “Melalui budaya dapat terjadi pertukaran ide, gagasan dan nilai sehingga informasi lebih mudah diterima,” ujarnya.
Ditambahkan, cakupan diplomasi budaya juga sangat luas meliputi bidang seni, olahraga, pendidikan dan lagi perjalanan langsung Yogyakarta – Malaysia hanya membutuhkan waktu sekitar 2 jam sehingga ini memudahkan jalinan kerjasama di berbagai bidang.
Dalam penerimaan kunjungan ini beberapa siswa SMP Muhammadiyah 3 Depok menampilkan kesenian tari Taledok yang menggambarkan aktivitas petani yang sedang mengayak beras.
Para pelajar Malaysia menampilkan akustik serta Lagu Pendidikan Cemerlang Kedah Gemilang dari Siswa Kedah yang dinyanyikan setiap pagi sebelum kelas dimulai untuk menaikan semangat para pelajar. Acara diakhiri dengan tukar menukar cinderamata.