Penutupan TMMD Sengkuyung ke-90 Tahun 2013 Kabupaten Sleman

Sleman, InfoPublik – Bupati Sleman Drs. H. Sri menutup secara resmi kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung 90 tahun 2013, ditandainya dengan penyerahan alat-alat kerja serta penandatanganan hasil proyek TMMD, di Lapangan Mrisen Sardonoharjo, Kecamatan Ngaglik, Senin (3/6).

Acara tersebut dihadiri pula oleh Komandan Kodim 0732 Sleman Letkol Inf. Satriyo Pinandoyo, Ketua DPRD Sleman Kuswanto, dan sejumlah pejabad Pemkab Sleman serta tamu undangan lainnya. TMMD Sengkuyung ke 90  Tahun 2013 yang berlangsung selama 16 hari tersebut telah menyelesaikan beberapa pembangunan fisik yang berada di Desa Sardonoharjo, Kecamatan Ngaglik, khususnya di Dusun Mrisen dan sekitarnya.

Kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan di antaranya pengerasan jalan sepanjang meter dan lebar 3 meter selesai 100%, rehab satu buah masdjid, 100% selesai, rehab 1 buah poskamling, selesai 100% dan lantainisasi sebanyak 4 rumah selesai. Selain itu, pembuatan talud jalan sepanjang 250 meter selesai 100% dan pembuatan gorong-gorong dua buah selesai 100%.  Sedangkan pembangunan non fisik telah melakukan beberapa kegiatan di antaranya penyuluhan PPBN/wawasan kebangsaan, penyuluhan kamtibmas, penyuluhan terorisme, penyuluhan Kesehatan dan KB dan penyuluhan bencana alam. Dalam kegiatan tersebut menggunakan dana APBD  DIY sebesar Rp50 juta dan APBD Kabupaten Sleman sebesar Rp80 juta, sedangkan dari dana  swadaya masyarakat sebesar Rp40 juta.

Bupati Sleman dalam sambutannya yang membacakan sambutan Pangdam IV Diponegoro mengatakan, dengan telah selesainya kegiatan TMMD ini segala hasil pembangunan atau pengembangan sarana dan prasarana fisik yang telah dicapai hendaknya dapat dimanfaatkan serta dipelihara dengan baik. “Diucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada segenap lapisan masyarakat, prajurit TNI dan POLRI Pemerintah Daerah, dan komponen bangsa lainnya yang telah mendukung kegiatan TMMD kali ini,” katanya.

Dikatakan, pelaksanaan kegiatan operasional TMMD serta berbagai bentuk karya bakti TNI lainnya, pada dasarnya mempunyai dua dimensi sasaran yaitu untuk memperkokoh kemanunggalan TNI dengan rakyat, guna mendukung terwujudnya ketahanan wilayah dalam sistem pertahanan semesta. Selain itu, katanya, kegiatan itu bertujuan memotivasi dan menumbuhkan semangat kegotong-royongan guna menciptakan proses pemberdayaan masyarakat agar berpartisipasi aktif dan akselerasi pembangunan di pedesaan.

“Untuk mendukung kedua sasaran tersebut TNI sebagai komponen utama dalam sishanta harus mendapatkan dukungan sepenuhnya dari rakyat. Keberhasilan TNI untuk melaksanakan tugas pertahanan sesuai doktrin sishanta membutuhkan kekuatan yang besar oleh rakyat,” katanya.

Ditambahkan, TNI sangat membutuhkan bantuan dan keikutsertaan rakyat guna mewujudkan ketahanan wilayah yang tangguh.  Karena itulah kegiatan TMMD seperti ini perlu untuk diselenggarakan dan dikembangkan secara terus menerus.  Selain untuk membantu mengatasi kesulitan rakyat juga sebagai wadah efektif bagi TNI untuk menjaga dan memelihara silaturahmi serta komunikasi dengan rakyat.

“Dengan terwujudnya hubungan emosional, rasa kebersamaan dan kemanunggalan TNI dan rakyat ini hendaknya bias dijadikan kekuatan penangkal yang handal terhadap setiap ancaman ketahanan bangsa,” katanya.




Prambanan Juara Umum MTQ Kabupaten Sleman

MTQ

Sleman, InfoPublik – Kafilah Prambanan berhasil meraih kejuaraan terbanyak, yakni 8 kategori berhasil menjadi juarai I, disusul Kecamatan Ngaglik 6 kategori dan Kecamatan Kalasan 4 kategori. Ini merupakan hasil penyelenggaraan MTQ Tingkat Kabupaten Sleman, yang digelar Sabtu, 1 Juni 2013, di Desa Sidoarum Kecamatan Godean.

Menurut Drs. H. Kuntadi selaku penyelenggara MTQ, kegiatan ini melibatkan peserta kafilah dari 17 kecamatan, berjumlah 310 orang yang terbagi dalam 10 cabang, meliputi cabang Tilawah Dewasa 23 orang, cabang M2KQ 8 orang, cabang Tahfidz 1–5 Juz 32 orang, cabang Tilawah Remaja 33 orang. Kemudian, cabang Tilawah Anak 33 orang, cabang Fahmil Qur’an 33 orang, cabang Tartil 31 orang, Cabang Syahril Qur’an 36 orang, cabang Tahfiz 10 Juz, 20 Juz dan 30 Juzcabang Kaligrafi dan  hot 50 orang.

Dikatakan, kegiatan ini bertujuan untuk menggugah kesadaran masyarakat, terutama generasi muda, akan pentingnya kembali kepada ajaran Al Quran, dan harapannya nilai-nilai Al Qur’an diharapkan bisa menjadi dasar pembangunan karakter generasi muda. Kegiatan ini, katanya, juga dimaksudkan sebagai wahana mencari wakil duta Kabupaten Sleman mengikuti MTQ Tingkat DIY, sekaligus untuk memberikan motivasi kepada peserta untuk lebih meningkatkan kemampuannya dalam menghafal dan memahami isi Al Qur’an, meningkatkan ukuwah antar kafilah dan untuk mengembangkan bakat kafilah.

Kejuaraan MTQ dibuka oleh Bupati Sleman Drs. Sri Purnomo, MSI pada pagi hari dan pada sore harinya ditutup oleh Sekda dr. Sunartono, , sekaligus memberikan hadiah berupa trophy, piagam penghargaan dan uang pembinaan.

Bupati Sleman dalam sambutan pembukaan sangat mengapresiasi generasi muda yang ikut serta dalam kompetisi ini, karena melalui MTQ inilah dapat semakin mendekatkan Al Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. “Yang perlu diperhatikan, yaitu bahwa dengan membaca dan memahami Al qur’an semakin sering, maka diharapkan generasi muda juga dapat semakin menjadi manusia yang memiliki akhlaqul karimah,” katanya.

Ditambahkan, tidak dapat dipungkiri bahwa saat ini kondisi keimanan dan akhlaq generasi muda semakin memprihatinkan, seperti tindakan kriminal  yang  melibatkan remaja, anarkisme, seks bebas, hingga kasus narkoba. “Tidak hanya di perkotaan, saat ini kasus-kasus tersebut juga makin sering terjadi di pedesaan. Hal tersebut sudah barang tentu menjadi perhatian dan memerlukan penanganan segera,” katanya.




Sleman Lakukan Aksi Simpatik Damai Hari Tanpa Tembakau Sedunia

Sleman, InfoPublik – Dalam rangka hari tanpa tembakau sedunia (HTTS), yang jatuh pada tanggal 31 Mei 2013, Pemkab Sleman melalui Dinas Kesehatan, melakukan aksi simpatik damai di empat titik, yakni perempatan  Denggung Jl.  Magelang, Perempatan ringroad Demak Ijo, perempatan pakem, dan perempatan ringroad UPN.

Adapun peserta terdiri atas petugas Promosi Kesesehatan Puskesmas, Dinas Kesehatan, Dimas Diajeng, dan Saka Bakti Husada. Dalam kegiatan ini, tim akan membagikan kit berupa kipas yang bertuliskan himbauan “Hidup Sehat dan Bermanfaat Tanpa Asap Rokok” sebanyak buah serta leaflet mengenai bahaya rokok bagi kesehatan.

Sasaran aksi simpatik adalah pengguna jalan (warga Kabupaten Sleman). Melalui aksi simpatik tersebut diharapkan masyarakat menyadari pentingnya menjaga kesehatan dengan menghindari paparan asap rokok baik secara aktif maupun pasif.

Tujuan dilakukannya aksi ini adalah untuk meningkatkan kepedulian masyarakat akan bahaya asap rokok.  Selain itu juga untuk meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat dengan tidak mengonsumsi rokok. Dari hasil survai Prilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang dilakukan terhadap KK di Kabupaten Sleman, pada tahun 2010, terpantau 44,93 persen rumah tangga memiliki kebiasaan merokok di dalam rumah. Data tersebut sejalan dengan hasil  Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun  2010 bahwa 76,6 persen perokok merokok di dalam rumah ketika bersama anggota keluarga lain.

Anggota keluarga yang tidak merokok sebagai perokok pasif terdampak secara tidak langsung dari paparan asap rokok perokok aktif. Menindaklanjuti hal tersebut Dinkes Sleman berupaya melindungi masyarakat terhadap risiko ancaman gangguan kesehatan karena lingkungan tercemar asap rokok.

Masih berkaitan dengan rangkaian Hari Tanpa Tembakau sedunia ini (HTTS), Dinas Kesehatan juga akan menyelenggarakan forum komunikasi kader aktif yang akan dilaksanakan Senin, 3 Juni 2013, bertempat di aula lantai III Setda Kab Sleman. Forum tersebu menghadirkan narasumber ahli promosi kesehatan dan testimoni dari dusun yang sukses dalam gerakan bebas asap rokok.

Pemkab Sleman juga telah menetapkan Peraturan Bupati nomor 42 tahun 2012 tentang kawasan Tanpa Rokok (KTR) yang ditetapkan pada 28 September 2012. Dalam Perbup tersebut pada pasal 3 menyebutkan bahwa KTR meliputi  fasilitas pelayanan kesehatan, tempat proses belajar mengajar, tempat anak bermain, tempat ibadah, angkutan umum, tempat kerja dan tempat umum.

Pimpinan atau penanggungjawab tempat-tempat tersebut wajib menetapkan dan menerapkan KTR. KTR dilarang menyediakan tempat khusus merokok kecuali pada tempat kerja dan tempat umum dapat menyediakan tempat khusus merokok.




Lomba Cipta Menu Beragam Bergizi Seimbang dan Aman Th 2013 Kab Sleman

Sleman, InfoPublik – Kabupaten Sleman, dalam hal ini Dinas Pertanian Perikanan dan Kehutanan, bekerja sama dengan TP PKK Kabupaten Sleman, mengadakan lomba Cipta menu beragam bergizi seimbang dan aman, untuk meningkatkan pemahaman akan pentingnya konsumsi pangan B2SA dalam meningkatkan kualitas hidupnya. Perlombaan yang diselenggarakan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman pada Rabu (29/5) tersebut, diikuti oleh 17 PKK atau KWT se-Kabupaten Sleman.

Panitia pelaksana lomba yang diwakili oleh ADS. , mengatakan, lomba dimaksudkan untuk mendorong dan meningkatkan kreativitas masyarakat pada umumnya dan ibu rumah tangga khususnya memilih, menentukan, menyusun dan menciptakan menu B2SA berbasis sumber daya lokal dengan pangan sumber karbohidrat selain beras dan terigu. Untuk membangun budaya keluarga dan masyarakat untuk mengkonsumsi aneka menu makanan khas daerah sesuai prinsip B2SA antara lain melalui pemanfaatan hasil pekarangan.

Mengangkat citra makanan khas daerah agar dapat digemari dan mampu bersaing dengan makanan modern. Sedangkan tema LCM B2SA kali ini tahun 2013 Kabupaten Sleman yaitu “Panganku Beragam Bergizi Seimbang dan Aman berbasis makanan Khas Daerah”. Lomba B2SA tersebut dihadiri pula ketua TP PKK Kabupaten Sleman yang dalam hal ini diwakili oleh Endang Kusmawati Bendahara PKK Kabupaten Sleman, yang menyatakan menyambut dengan sangat positif dengan di adakannya lomba B2SA.

Ia mengharapkan ibu-ibu mau mensosialisasikan kepada ibu-ibu di sekelilingnya minimal di lingkungannya hingga benar-benar bisa merasakan hasil dari apa yang ibu-ibu kreasikan atau lombakan pada hari ini. Ibu PKK harus mampu membuat aneka makanan yang bergizi beragam seimbang dan aman ini lebih-lebih untuk anak-anak kita paling suka makanan instan seperti antara lain atau Kentucky.

”Usahakan ibu-ibu memberikan makanan kepada anak-anak kita harus sesuai dengan makanan yang  berimbang bergizi Seimbang dan aman, ibu-ibu penggerak PKK baik di Tingkat Kabupaten, Kecamatan Desa dan ibu-ibu Penggerak PKK jadilah pelopor, penggerak dalam keluarga maupun masyarakat dalam memberikan pengalaman tentang B2SA yang baru saja ibu-ibu sajikan yang sangat luar biasa ini,” katanya.

Adapun juara I berhak mengikuti lomba B2SA Tingkat DIY untuk tahun 2014 dan juara II sebagai cadangan. Pemenang lomba B2SA Kabupaten Sleman 2013 Juara I diraih oleh PKK Kecamatan Prambanan dengan nilai , juara II PKK Kecamatan Depok dengan nilai , juara III PKK Kecamatan Moyudan dengan nilai . Juara harapan I PKK Kecamatan Gamping dengan nilai dan juara harapan II PKK Kecamatan Berbah dengan nilai . Lomba tersebut menghadirkan Tim Juri dari PKMT UGM, APJI/ Perhotelan, Dinas Kesehatan Ahli Gizi,TP PKK Kabupaten Sleman dan Dinas Pertanian Perikanan dan Kehutanan .




DPRD Kabupaten Luwu Timur Pelajari Program Jamkesda Di Sleman

Sleman, InfoPublik – Rombongan Pansus DPRD Kabupaten Luwu Timur Provinsi Sulawesi Selatan berkunjung ke Kabupaten Sleman untuk belajar tentang penerapan pelayanan retribusi kesehatan di Sleman. Rombongan yang dipimpin oleh Drs. Sukiman Sadike ini juga ingin mengetahui lebih jauh tentang pelakanaan program Jamkesda di Kabupaten Sleman. Penerapan pelayanan retribusi kesehatan di Kabupaten Sleman  dinilai mereka lebih baik bila dibandingkan dengan di daerahnya.

Rombongan yang berjumlah 17 orang tersebut diterima oleh staf ahli bupati, Drs. Hardjito, didampingi oleh Kepala Bappeda drg. Intriyati Yudatiningsih, dan Direktur RSUD dr. Joko Hastaryo, . Hardjito mengungkapkan bahwa  dalam meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan, Pemkab Sleman menerapkan jaminan kesehatan melalui program Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda).

Penyelenggaraan Jamkesda di Kabupaten Sleman berdasarkan atas usaha bersama dan kekeluargaan, untuk menggabungkan risiko seseorang kedalam suatu kelompok masyarakat yang pembiayaannya dilakukan secara praupaya serta mutu terjamin. Kepesertaan Jamkesda terbuka bagi seluruh masyarakat Sleman. Kepesertaan dibedakan menjadi 2, yaitu kepesertaan dengan iuran jamkesda dibiayai oleh Pemkab. Sleman untuk penduduk miskin dan rentan miskin, dan kepesertaan dengan iuran yang dibiayai secara mandiri oleh peserta untuk masyarakat diluar kategori tersebut.

Sampai saat ini, peserta Jamkesda dari penduduk miskin berjumlah orang, dan penduduk rentan miskin berjumlah . Pemkab. Sleman juga  membiayai iuran kepesertaan Jamkesda bagi para perangkat desa dan pegawai honorer atau pegawai tidak tetap, yang jumlahnya 3223 orang. Sementara itu,sampai saat ini,jumlah peserta Jamkesda mandiri telah mencapai 23,042 orang. Hasil pembangunan dan pelayanan kesehatan mewujudkan capaian kesehatan masyarakat yang diindikatorkan pada rata-rata usia harapan hidup mencapai 76,08 tahun, di atas rata-rata provinsi 74 tahun dan nasional 70,6 tahun. Angka kematian bayi per kelahiran hidup sebesar 5,22. Angka ini jauh lebih baik bila  dibandingkan dengan angka provinsi sebesar 16 dan angka nasional sebesar 34 per kelahiran hidup. Sedangkan persentase gizi buruk balita sebesar 0,45% masih lebih baik dibanding provinsi sebesar 0,68% dan nasional sebesar 4,9%.