Peringatan Hari Jadi Sleman Dimeriahkan Tari Greget Trengginas
Sleman, InfoPublik – Rangkaian kegiatan puncak hari jadi ke-97 Sleman dimulai dari hari Selasa (14/5) pukul dengan diawali dengan kirab broto, kemudian dilanjutkan dengan tirakatan dan penyampaian ubo rampe upacara kepada Bupati Sleman/ ketua umum hari jadi Kabupaten Sleman.
Puncak acara peringatan hari jadi Kabupaten Sleman ke-97 dilangsungkan Rabu, (15/5) mulai pukul WIB di kawasan lapangan Denggung Sleman. Pada puncak acara kegiatan hari jadi, tanggal 15 Mei 2013, akan di mulai dengan kegiatan bedhol projo pukul , dengan mengadakan pawai dari Ambarukmo-Mlati-Denggung. Pawai tersebut adalah napak tilas perpindahan pusat Pemerintahan Kabupaten Sleman, dari Ambarukmo ke Tridadi Sleman, dengan peserta kirab berasal dari Abdi dalem dari Sleman, Bergodo mego ngampak, dan 3 kelompok kesenian (2 Badui dan 1 IPKJS).
Pada pukul dilaksanakan Sidang Istimewa di gedung DPRD Sleman, pukul diadakan pengambilan pusaka tombak kyai turunsih, panji mego ngapak dan lambang daerah dari Sekda yang akan diserahkan kepada ketua umum kemudian dikirab oleh 4 bregodo, yaitu bregodo Abdi dalam Kab. Sleman, Bregodo Paguyuban Sekar Sedah, Bregodo Mbah Bergas, Bregodo Kismo Kuncoro.
Pada pukul diadakan Upacara “Tanggap Warso Dinten Hadeging Ingkang Kaping 97 Kabupaten Sleman Warso 2013” dengan dimeriahkan dengan tari Greget Trengginas. Tari greget trengginas ini menggambarkan kesucian hati, bertekad membela bumi pertiwi, dengan langkah pasti berpegang pada kekuasaan Ilahi, berani membela bangsa, rawe-rawe rantas malang-malang putung, dengan sigap semangat, memberantas angkara murka, Sleman Sembada mengumandang Jagad.
Disamping kirab budaya acara akbar kebanggaan masyarakat Sleman tersebut juga disuguhkan sebuah repertoar tari kolosal bertajuk “Greget Trengginas” yang diperagakan 94 orang penari. Repertoar tari ‘Greget Trengginas’ menggambarkan semangat dan harapan yang tinggi untuk bangkit dan menapaki kehidupan masa depan yang lebih gemilang. Tarian tersebut merupakan penggambaran kondisi sosial ekonomi warga masyarakat Sleman khususnya di lereng Merapi yang tahun 2010 silam mengalami keterpurukan akibat erupsi Merapi.