Ratusan Botol Minuman Keras Disita Satpol PP Sleman

Sleman – Puluhan  botol miras hasil operasi selama tiga hari sejak Senin hingga Rabu (3-5/3), telah berhasil diamankan tim gabungan Satpol, Polres Sleman, dan Penyidik pegawai Negeri Sipil.  Operasi Miras tersebut dipimpin oleh Kepala Bidang Ketentraman dan Ketertiban Satpol PP Kabupaten Sleman Drs. Fathoni Budi Prabowo.

Fathoni Budi Prabowo menjelaskan, penertiban tersebut dilakukan dalam rangka penegakan Perda Nomor 8 tahun 2007 tentang Pelarangan, Penjualan dan Penggunaan Minuman beralkohol.

Menurutnya, operasi yang berlangsung pada  Senin (3/3)  menyisir dua tempat di wilayah Turi, yaitu sebuah mini market  dimana ditemukan 42 kaleng Bir Bintang dan 17 kaleng Guines,   sementara di sebuah warung di daerah  Purwobinangun ditemukan  lima botol Anggur Kolesom dan satu Anggur Merah.

“Yang menarik penjualan Anggur Kolesom tersebut biasanya dikomsumsi petani untuk obat pegel dan penghangat badan,” katanya.

Sementara, operasi yang berlangsung, Selasa (4/3), katanya,  menyisir beberapa toko dan warung di wilayah Depok, ditemukan 25 botol miras, yang terdiri tiga botol Topi Miring, 12 botol Anggur Merah dan 10 botol Anggur Kolesom.

Ia mengungkapkan, selama operasi dua hari didapat barang bukti sebanyakn 84 botol miras.

“Yang jelas dalam operasi miras tersebut berjalan lancar tanpa ada perlawanan dari penjual, dan  hal tersebut berkat kerjasama dan persiapan yang matang. Para petugas juga dilengkapi dengan surat tugas dan  adanya Perda nomor 3 tahun 2007 yang mengatur ketentuan penjualan miras,” katanya.

Ia mengungkapkan, dalam pasal 5 perda tersebut menyebutkan bahwa setiap orang atau badan dilarang menjual langsung minuman beralkohol golongan A, kecuali hotel melati dan hotel berbintang serta diskotik, bar, karaoke, restoran dan kafe yang menyatu dengan kawasaan hotel. Kemudian bar, pub dan kafe dan restoran dengan tanda talam kencana dan selaka.




Pagelaran “Kali” Pertunjukkan Berkelas Dunia Di Cangkringan

Sleman – Para pengunjung yang memadati halaman kantor Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, berdiam dalam gelap selama 75 menit untuk melihat sebuah karya yang bertemakan “without contraries there is no progression” permenungan William Blake.

Bambang N Karim, sutradara sekaligus media artis Pagelaran “Kali” telah menyulap halaman kantor kecamatan menjadi panggung seni karya instalasi berkelas dunia.

Melalui Pagelaran “Kali”, Bambang telah menampilkan suguhan tari, musik dan efek multimedia yang disebutnya sebagai interdiciplinary art dalam suatu kesatuan cerita yang utuh, menyentuh dan menginspirasi.

Keberhasilan Pagelaran “Kali” dalam mengemas sebuah  pertunjukkan interdiciplinary art merupakan hasil perpaduan kerja tim kreatif Bambang N Karim yang terdiri dari Agung Gunawan sebagai director of movement, Deasylina Da Ari sebagai principal dancer , dan  Johan Aditama sebagai director of music.

Sebanyak  75 orang anak yang terdiri dari para penari dan musisi dari Sanggar Pradapa Loka Bakti Pacitan, mempersembahkan 12 repertoar  “Kali”. Jalinan cerita yang terpisah dirangkai dalam satu untaian gerak dan visual yang sarat makna.

Para pengunjung diajak untuk merenungkan nilai-nilai kehidupan dan pengunjung dibebaskan untuk menafsirkan maknanya. Tema-tema berat hasil dari beberapa kutipan sastrawan ini berhasil diterjemahkan ke dalam suatu karya seni yang apik dan sangat menyentuh.

Pagelaran “Kali” yang dihadiri oleh Wakil Bupati Sleman Yuni Satia Rahayu dan Board Member of Australia Indonesia Institute, Andrew Donovan, telah menjadi suatu suguhan istimewa bagi masyarakat Cangkringan, dan sekitarnya.

Pagelaran “Kali” sebagai kolaborasi seni antara Indonesia dan Australia menjadi awal hubungan yang indah bagi dua negara khususnya di bidang pengembangan seni kontemporer.

Hal ini sesuai dengan  yang diungkapkan oleh Andrew Donovan dalam sambutannya. Andrew juga begitu terkesan dengan antusiasme dan kebaikan masyarakat Cangkringan Sleman.

Sedangkan Wakil Bupati Sleman Yuni Satia Rahayu menyampaikan bahwa melalui acara Pagelaran “Kali” yang ditampilkan di Cangkringan ini telah membuktikan bahwa Sleman mampu menjadi wadah kreativitas bagi para seniman.




Sleman Kembangkan Perikanan Menjadi Sektor Pariwisata

upload124-300x196

Sleman – Pemkab Sleman terus mengupayakan berkembanganya Sleman menjadi kawasan minapolitan yang mencakup usaha perikanan, dari mulai pembibitan hingga pemasaran. Untuk itu, pada Rabu (26/2) diselenggarakan workshop pengembangan kawasan minapolitan di Kabupaten Sleman.

Wakil Bupati Sleman, Yuni Satia Rahayu, ketika membuka workshop tersebut, menyatakan bahwa sektor pertanian sangat potensial untuk dikembangkan di Sleman.

Pengembangan sektor pertanian termasuk sektor minapolitan juga mampu meningkatkan pendapatan petani yang pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan petani.

Pengembangan minapolitan, khususnya budidaya ikan, diharapkan tidak hanya dilakukan di Kecamatan Ngemplak dan Kecamatan Berbah, namun juga dikembangkan wilayah lain.

Selain itu, Wabup juga mengharapkan agar para petani ikan turut menjaga keberlangsungan pertanian dan pelestarian konservasi lahan dengan meminimalisir penggunaan obat-obatan kimiawi dan lebih memanfaatkan produk-produk organik.

Dalam kesempatan ini, Camat Ngemplak Mustain Aminun, SH, mewakili Pokja MInapolitan Kecamatan Ngemplak, mempresentasikan tentang kegiatan minapolitan di Kecamatan Ngemplak.

Dengan luas kolam 823,264 ha dan 44 kelompok pokdakan, rata-rata produksi perikanan di Kecamatan Ngemplak naik 2% per tahun. Bahkan pembibitan Kabupaten Sleman 70% di antaranya disumbang dari Kecamatan Ngemplak.

Rencana jangka panjang ke depan kawasan minapolitan di Ngemplak difokuskan pada penerapan pembelajaran advokasi kelompok perikanan dan pembangunan wisata minapolitan, yang di dalamnya akan dilakukan pengembangan budidaya industri pengolahan ikan hingga ke upaya pemasaran produk.

Sedangkan Camat Berbah, mewakili Pokja Minapolitan Kecamatan Berbah, menyampaikan tentang perkembangan minapolitan di Berbah diarahkan untuk mendukung Kecamatan Berbah menjadi Bumi Jelita (Budaya, Mina dan Jelajah Wisata) yang nantinya diharapkan mampu mengurangi angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Berbah.

Disampaikan juga bahwa pengembangan budidaya ikan dilakukan oleh 31 kelompok dengan 717 anggota pada lahan seluas 4,9 ha, dan sekitar 30% dari anggota kelompok tersebut adalah keluaarga miskin dan 10% merupakan anggota berusia remaja.

Dari kegiatan minapolitan, saat ini telah tumbuh kelompok KWT yang mampu mengolah ikan menjadi tepung ikan yang saat ini tengah dalam proses pengajuan HAKI..

Ke depan Kecamatan Berbah mengembangkan aktivitas minapolitan hingga mampu menjadi usaha perikanan dari hulu ke hilir yang nantinya mampu menjadikan usaha perikanan menjadi potensi wisata di Kecamatan Berbah.

Permasalahan yang dihadapi di kedua kecamatan ini adalah keterbatasan kapasitas petani dalam alih teknologi sehingga memerlukan penguatan kelembagaan dan kelengkapan kebutuhan pembangunan infrastruktur.

Sebagai pemecahan masalah tersebut, Asisten II Sekda BIdang Pembangunan menyampaikan bahwa pengembangan perikanan  juga harus didukung dengan komitmen dari seluruh SKPD dari berbagai sektor.

Dengan demikian diharap setelah workshop ini dapat dilakukan finalisasi hasil dan diformulasikan ke dalam program kerja 2015 sesuai kewenangan masing-masing SKPD.

Ir. Susilo Budi Priyono, , , praktisi dari Fakultas Pertanian UGM, juga menyampaikan paparannya bahwa perikanan merupakan basis dari seluruh kegiatan pertanian di Sleman bahkan Kabupaten Sleman secara nasional  telah dikenal oleh masyarakat luar memiliki modal pengembangan SDM yang handal.

Bahkan pada tahun 2014 ini Kementerian Pertanian, Sleman telah dijadikan Kawasan Percontohan untuk Komoditas Ikan Nila. Ia juga mengharapkan agar pembuatan rencana pengembangan wilayah minapollitan dapat memperhatikan indikator-indikator yang jelas dan terukur.




Sultan DIY Tinjau Langsung Kegiatan Pembersihan Abu Vulkanik Di Sleman

Sleman – Kegiatan pembersihan abu vulkanik akibat letusan G Kelud di tempat-tempat yang vital dan fasilitas publik di Sleman mendapat perhatian dari Gubernur DIY. Gubernur DIY, Selasa (18/2) mengunjungi kegiatan pembersihan abu vulkanik yang dilakukan Pemkab Sleman.

Gubernur pertama kali mengadakan pemantauan di Puskesmas Rawat Inap Sleman di Nyaen Pandowoharjo Sleman. Di Puskesmas ini kegiatan pelayanan tetap berlangsung walaupun dengan atap bangunan puskemas dan halamannya masih tertutup abu vulkanik.

Gubernur di tempat ini juga menyerahkan bantuan Pemerintah DIY berupa mobil pemadam kebakaran dengan tangga hidrolis serta alat-alat penunjang kegiatan kerja bhakti seperti sekop, karung dan gerobag sorong kepada Kabupaten Sleman. Mobil damkar bantuan ini langsung digunakan untuk menyemprot bagian atap puskesmas dan atap bangunan SDN Nyaen, dibantu dengan mobil water canon dari Polda DIY.

Selanjutnya, Gubernur melakukan peninjuan ke Pasar Turi, karena pasar ini menjadi tempat kegiatan yang cukup penting untuk menggerakkan roda perekonomian di wilayah Turi dan sekitarnya.

Kemudian rombongan gubernur yang juga disertai Kapolda DIY, Danrem DIY, Danlanal, Gubernur AU serta pejabat di lingkungan DIY serta Bupati Sleman yang disertai dengan pejabat Sleman melakukan peninjauan ke pasar ikan dan pembenihan ikan nila Garongan Girikerto Turi.

Di tempat ini, gubernur melakukan dialog dengan petani ikan dan petani salak Turi. Dalam dialog ini, masyarakat Turi menyampaikan bahwa produksi tanaman salak di Turi tidak terpengaruh dengan adanya abu vulkanik.

Dalam kesempatan ini, Gubernur DIY meminta segera dilakukan upaya embersihan tempat-tempat yang mempunyai nilai strategis, seperti puskesmas, sekolah, pasar dan tempat pelayanan maupun pusat kegiatan perekonomian agar aktivitas masyarakat dapat segera pulih.




PNS Sleman Kerja Bakti Bersihkan Abu Vulkanik Gunung Kelud

upload116-300x198

Sleman – Aparat Pemerintah Kabupaten Sleman, Senin (17/2), secara serentak mengadakan kerja bakti membersihkan  lingkungan kantor masing-masing dari debu abu vulkanik Gunung Kelud.

Walaupun Ibukota Kabupaten Sleman tadi malam sempat diguyur hujan deras namun  ternyata tidak semua abu terbawa air hujan, masih banyak yang tersisa di lingkungan kantor, hanya genting dan pohon saja yang sudah bersih dari abu vulkanik.

Dalam kerja bakti ini, juga dikerahkan untuk membersihkan lingkungan ibukota Sleman dan sekolah-sekolah SD se Kabupaten Sleman, dengan mengerahkan aparat TNI, Polri, SAR, Tagana Relawan, tenaga kerbesihan jalan, PMI Sleman, guru sekolah dan mobil pemadam kebakaran Sleman.

Teknis pelaksanaan kerja bakti dibagi untuk 31 tim ke sekolah SD, 10 Tim di jalan-jalan, 2 tim ke pasar-pasar, 7 tim ke SLB dan Panti Sosial melibatkan 500 personil. Sementara itu masyarakat juga giat melakukan kerja bakti di lingkungan masing-masing dengan mengerahkan mesin pompa untuk menyemprot jalanan dengan air.

Menurut Drs. Yuli Setiono, Kepala BPPD Sleman, kegiatan hari ini akan dievaluasi sore harinya untuk kegiatan pada esok hari, bila belum tuntas masih akan dilanjutkan dalam kegiatan kebersihan lingkungan.

Bupati Sleman, didampingi kepala DInas Pendidikan, juga melakukan peninjauan dalam kegiatan kebersihan yang dilakukan di SD N Trimulyo dan SLB Balong Candibinangun Pakem.

Sementara itu Gubernur DIY Sri Sultan HB X juga melakukan peninjauan ke Bandara Adisucipto Yogyakarta, didampingi Danlanud Adisucipto, Bupati Sleman, Komandan Kodim Sleman, Kapolres Sleman,  dan diterima oleh Managemen Angkasa Pura Andi G wirson. Gubernur didampingi Sekda DIY, Kepala PU DIY dan Walikota Yogyakarta.

Gubernur memerintahkan kepada Manajemen Bandara untuk mempercepat pembersihan bandara sehingga bandara segera dapat dioperasionalkan untuk melayani penerbangan. Karena dampak penutupan bandara dari penerbangan perekonomian Yogyakarta khususnya menjadi terganggu.

Gubernur juga memerintahkan untuk malam hari nanti agar dikerahkan mobil damkar kota 2 unit dan Sleman 2 unit untuk mempercepat proses pembersihan bandara dari abu vulkanik G Kelud.

Menurut Manajemen bandara sudah mengoperasionalkan 8 mobil damkar dan 4 tangki air serta mengerahkan pompa-pompa air untuk menyemprot landasan pacu, dibantu mobil damkar Sleman, hari Sabtu 2 mobil dan hari Minggu 3 mobil serta orang. Dan menurut rencana kemungkinan baru hari Rabu Bandara bisa operasional melayani penerbangan.