Pasar Kuliner Belut Godean Sleman Siap Jadi Tujuan Wisata Kuliner

Sleman – Pasar kuliner belut Godean Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, siap menjadi tujuan wisata kuliner, menyusul diresmikannya penggunaan pasar kuliner tersebut oleh Bupati Sleman Drs. H. Sri Purnomo, MSI, Selasa (11/3).

Dalam kesempatan ini hadir Ketua DPRD Sleman, Kepala Dinas Pertanian, Kepala Dinas Pariwisata, Kepala Dinas Pasar, Camat Gamping.

Kepala Dinas Pasar Kabupaten Sleman Dra. Tri Endah Yitnani, Msi mengatakan pasar kuliner belut ini merupakan upaya penataan pedagang kripik belut di lingkungan pasar Godean yang dirasakan sudah mendesak untuk dipindah, karena lokasi dipinggir jalan yang padat lalu lintasnya sehingga rawan menimbulkan kemacetan lalu lintas.

Pasar kuliner ini berdiri di atas tanah kas desa Sidoagung bekas Kantor Kecamatan Godean seluas m2 dengan luas bangunan   m2 .

Saat ini sudah ditempati 30 pedagang yang tergabung dalam paguyuban pedagang kripik belut wilayah Sleman Barat, Godean, Seyegan, Minggir dan Moyudan.  Nantinya jjuga akan dibangun sentral pasar klitikan dan sentral pasar hewan di lingkungan pasar Godean.

Bupati Sleman dalam sambutannya mengatakan Pusat Kuliner Belut Godean ini diharap memberi kemudahan, baik bagi para pedagang dan konsumen bertransaksi hasil olahan kripik belut secara nyaman dan aman., dan menjadi icon pusat oleh oleh khas Godean.

Lebih dari itu dengan tersentralnya penjualan hasil olahan keripik belut ini tentunya memberikan nilai estetika yang lebih baik dibandingkan sebelumnya.

Sentralisasi penjualan hasil olahan kripik belut ini  mengembalikan fungsi areal halaman pasar Godean yang  selama ini digunakan untuk lapak para penjual kripik belut dapat berfungsi sebagaimana mestinya.

Bahkan akan memperlancar arus lalu lintas yang sudah cukup padat di area Pasar Godean dan mengurangi kemacetan di area pasar, sehingga akan lebih menertibkan dan memberikan kenyamanan pengunjung Pasar Godean.

Kepada seluruh pedagang pasar  belut di pusat kuliner belut ini, yang menggunakan model pasar tradisional ini untuk konsisten berjualan disini  dan ikut memelihara sarana Pusat Kuliner Belut ini dengan menjaga kebersihan serta keamanannya.

Endah menyatakan keinginannya untuk menggemakan kembali tentang slogan Pasare Resik Rejekine Apik. Jika para pedagang dan pembeli sama-sama menerapkan prinsip ini. “Maka saya yakin keberadaan pasar belut ini akan memberikan keuntungan lebih bagi penggunanya,” katanya.

Untuk menjadikan pusat kuliner ini ramai pengunjung, pengelola dan para pedagang dapat bersinergi, melaksanakan beberapa kegiatan yang menarik pengunjung.

Selain itu  Kepala Dinas Pasar untuk bersinergi dengan Kepala Dinas Pariwisata di dalam mempromosikan keberdaan pusat kuliner ini, sehingga pusat kuliner ini menjadi jujugan para wisatawan.

Salah satu tujuan pembangunan Pasar Kuliner Belut Godean ini dilakukan untuk menunjang penataan kawasan Kecamatan Godean. Dengan dibangunnya Sentra Kuliner Belut ini tentunya semakin menguatkan citra belut sebagai komoditas unggulan Sleman yang bahkan banyak diminati para wisatawan sebagai oleh-oleh khas Sleman.

Sentralisasi pemasaran komoditas ini diharapkan dapat meningkatkan promosi aneka produk olahan belut sebagai komoditas unggulan Kecamatan Godean, yang akhirnya mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi wilayah.

Pada kesempatan tersebut, Endah juga berharap agar inovasi dapat terus dilakukan untuk memberikan beragam pilihan bagi konsumen. Tidak hanya terbatas pada keripik, belut juga menarik untuk disajikan dalam bentuk lain seperti di antaranya dendeng belut, abon belut, sambel belut kemasan dan lain sebagainya.

“Penganekaragaman pangan ini menggarisbawahi upaya kita untuk meningkatkan porsi produk olahan buatan dalam negeri,” katanya.

Pemkab Sleman terus berupaya mempertahankan dan mengembangkan keberadaan pasar tradisional. Pada saat ini jumlah pasar di Kabupaten Sleman mencapai 39 pasar kabupaten tersebar di 17 kecamatan, serta 36 pasar desa.

Untuk memberikan pelayanan yang lebih baik kepada para konsumen, dan menciptakan kondisi pasar yang bersih dan nyaman, Pemkab Sleman juga telah merehabilitasi dan merevitalisasi 9 pasar tradisional, pembinaan bagi pedagang pasar untuk penataan pasar desa.

Selain itu, fasilitasi pembentukan dan pembinaan pengurus paguyuban pasar, penataan tempat dagangan dan jenis mata dagangan di 7 UPT Pelayanan Pasar dan peningkatan pelayanan pedagang pasar di 40 pasar dan Taman Kuliner.

Acara peresmian ditandai dengan pemukulan gong oleh  Bupati Sleman dan pemotongan tumpeng yang diserahkan kepada perwakilan pedagang. Dan untuk memeriahkan acara dihibur dengan Grup Hadroh Gayuh Swargo serta bintang tamu Mbokde Beruk dan Dalijo.




Tim Gabungan 70 Materi Baliho Alat Peraga Kampanye

Sleman – Tim gabungan Satpol PP, DPUP, Dishubkominfo, Kantor Kesbang, KPU, Panwaslu, Polres Sleman dan Bag Humas, Rabu (12/3), kembali menyisir ruas-ruas jalan protokol di wilayah Kabupaten Sleman untuk menertibkan alat peraga kampanye (APK) yang melanggar aturan.

Hari ini adalah hari terakhir dari tiga hari operasi alat peraga kampanye. Petugas gabungan bersama-sama melakukan penertiban ratusan alat peraga kampanye di sejumlah titik di wilayah Kabupaten Sleman.

Pada operasi penertiban APK kali ini, tim dilengkapi 2 mobil skyline, 8 orang pemanjat dari DPUP, 7 orang pengatur lalu lintas dari Dishubkominfo, 4 personil Sabhara Polres Sleman, Total keseluruhan personil yang terlibat sejumlah 50 orang.

Tim gabungan dibagi menjadi dua regu. Untuk regu I Wilayah Sleman Timur di pimpin Kabid Trantib Satpol PP kabupaten Sleman menyisir perempatan Beran, Denggung, Jombor, Ringrod Utara Maguwoharjo, Jalan Solo Prambanan Amplaz, Demangan, Gejayan dan Jalan Kaliurang.

Sedangkan untuk wilayah barat atau Regu II dipimpin oleh Kasie Trantib pada Satpol PP Kabupaten Sleman menyisir: perempatan Beran, Pasar Sleman, Tempel, Denggung,Jombor kekanan Kronggahan, Demak ijo,Gamping, Jalan Wates Godean, Seyegan.

Kabid Trantib Satpol PP Kabupaten Sleman, Fatoni Budi Prabowo, mengatakan, operasi kali ini berhasil menurunkan lebih dari 70 materi Baliho di sepanjang jalan protokol, juga alat peraga kampanye lain yang pemasangannya melanggar aturan.

Dalam penertiban alat peraga kampanye tersebut sudah disosialisasikan terkait pemasangan alat peraga kampanye oleh para caleg. Dalam sosialisasi itu para caleg tidak diperbolehkan memperagakan alat peraga kampanye tersebut melalui alat peraga seperti foto calon caleg di baliho, umbul-umbul dan rontek.

“Tetapi kalau menggunakan alat peraga seperti sepanduk sesuai aturan diperbolehkan,” ujar Fatoni.




Bupati Sleman Berkomitmen Terus Menggerakkan Kreativitas Dan Inovasi Masyarakat

Sleman, InfoPublik – Bupati Sleman Drs. H. Sri Purnomo, MSi mengatakan, Pemkab Sleman sebagai fasilitator pembangunan daerah, berkomitmen untuk terus menggerakkan kreativitas dan inovasi masyarakat, mengoptimalkan berbagai potensi sumber daya yang ada,  dan meningkatkan derajat hidup serta kesejahteraan masyarakat.

Bupati menyampaikan hal itu dalam sambutannya acara Penutupan Gelar Kreatifitas Pemuda di Margoagung, Seyegan, Sleman, Minggu (9/3). Pada acara penutupan kegiatan yang berlangsung selama dua hari itu hadir Menpora KRT Roy Suryo Notonagoro.

Menurut bupati,  salah satu esensi dari otonomi daerah adalah munculnya kemandirian yang digerakkan oleh kreativitas, dan inovasi daerah dalam mengoptimalkan berbagai potensi sumberdaya yang dimiliki.

Oleh karena itu, katanya, salah satunya  adalah penyelenggaraan gelar kreatifitas pemuda dan gelar budaya ini. “Dengan demikian diharapkan masyarakat dapat memanfaatkan event ini untuk memamerkan, sekaligus menambah kualitas mutu produk lokal hasil kreasi masyarakat Margoagung,” katanya.

Dikatakan, kegiatan ini memiliki tujuan untuk memberikan ruang bagi masyarakat, khususnya pemuda untuk berkreasi, berinovasi, dan juga berpromosi untuk menampilkan potensi-potensi yang ada di wilayah desa Margoagung.

“Yang lebih penting lagi adalah melalui gelar Karya Kreatifitas Pemuda dan Gelar Budaya ini masyarakat dapat melihat secara nyata hasil pembangunan yang telah dicapai oleh Desa Margoagung,” ujarnya.

Kegiatan ini, tambahnya, diharapkan menjadi media sosialisasi dan sarana untuk menginformasikan berbagai program, hasil-hasil pembangunan, serta kinerja  penyelenggaraan pemerintah, khususnya di wilayah Desa Margoagung.

Produk yang ditampilkan dalam kegiatan ini meliputi aneka kerajinan, batik, lukisan, kerajinan dari bahan plastik bekas, aneka makanan dan minuman, perikanan, pertanian dari UKM se-Kecamatan Seyegan dan hasil karya pemuda.

Sementara Menpora dalam sambutannya mengayakan bangga dengan kreativitas serta kegiatan pemuda, khususnya Margoagung dan kegiatan inii harus terus ditingkatkan lagi.

Menpora mentutup kegiatan gelar karya kreatifitas pemuda secara resmi  ditandai dengan penyerahan tokoh wayang semar kepada dalang Bambang Wiji Nugroho yang mementaskan wayang kulit semalam suntuk untuk menutup acara gelar karya kreatifitas pemuda.

Pagelaran wayang kulit dhalang Bambang  Wiji Nugroho dengan lakon Pandowo Bangun Projo dimeriahkan bintang tamu Mbokde Beruk dan Dalijo.




Merapi Semburkan Abu Vulkanik, Warga Dihimbau Tidak Panik

Sleman – Senin (10/3) pagi, pukul WIB, terjadi letupan kecil di Gunung Merapi yang menimbulkan asap hitam yang membawa material abu vulkanik setinggi meter dan condong ke arah barat. Namun demikian masyarakat dihimbau untuk tidak panik.

Saksi mata menyebutkan,  mulai pukul WIB terlihat Merapi mengeluarkan asap, sehingga hujan abu tipis terjadi di antaranya di Dusun Ngrangkah dan Kaliadem (Desa Kepuharjo).

Kepala BPPTKG Yogyakarta, Subandrio,  mengatakan, letusan besar Gunung Merapi pada 2010 lalu, karena dikontrol oleh kandungan gas yang tinggi.  Akibat kandungan gas itu, maka fenomena pelepasan gas seperti itu kerap terjadi hingga saat ini. Oleh karena itu, masyarakat dihimbau tidak panik dan bila perlu menggunakan masker.

Laporan aktivitas Gunung Merapi tanggal 28 Februari – 6 Maret 2014 yang dikeluarkan BPPTKG Yogyakarta menyatakan, aktivitas Gunung Merapi masih dalam status normal, dan kegiatan pendakian Gunung Merapi disarankan hanya sampai Pasarbubar (± m dpl) saja, untuk menghindari kejadian hembusan gas, abu vulkanik, dan letusan freatik yang bisa terjadi setiap saat.

Laporan juga menyebutkan, mengingat curah hujan cukup tinggi, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya lahar.




Logistik Pemilu Di Kabupaten Sleman Sudah Siap 90 Persen

Sleman – Ketua KPU Sleman Ahmad Shidqi SThi MHum mengatakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sleman terus melaksanakan tahapan Pemilu yang sebentar lagi akan dilaksanakan.

Dalam hal ini, beberapa kesiapan telah dilaksanakan di antaranya mulai dari penyelenggara hingga peserta.

Sampai saat ini logistik pelaksanaan Pemilu di Kabupaten Sleman sudah siap 90 persen, baik itu menyangkut kotak suara, surat suara sudah tiba, bilik, tinta dan sudah mulai melakukan pelipatan surat suara dan sortir.

“Alat  kelengkapan TPS juga sudah lengkap. Memang ada beberapa kebutuhan yang belum ada, seperti formulir, segel dan hologram,” kata Shidqi di KPU Sleman, Senin (10/3) kemarin.

Menurut Shidqi, saat ini logistik Pemilu 2014 ini disimpan di gudang kantor eks Kemenag Sleman. GOR Pangukan, dan Dekopinda Sleman juga akan digunakan sebagai penyimpan logistik Pemilu oleh KPU.

Sementara untuk menjaga keamanan logistik Pemilu tersebut, KPU Sleman telah melakukan kerja sama dengan Satpol PP dan Polres Sleman.

Secara nasional peserta Pemilu 2014 ada 12 partai politik (parpol), namun di Sleman hanya ada 11 parpol tanpa PKPI karena tidak ada calegnya.

Untuk jumlah caleg yang tercatat di KPU Sleman dari 11 parpol tersebut ada 493 caleg. Sebelumnya jumlah calegnya ada 498, namun karena ada yang mengundurkan diri dengan alasan berbeda-beda maka saat ini tinggal 493 caleg. Caleg terbanyak dari PKS sebanyak 50 orang sedang lainnya hanya 49 orang.

Sementara jumlah pemilih sesuai daftar pemilih tetap sebanyak orang dengan jumlah TPS (Tempat Pemungutan Suara) sebanyak 2390 TPS.