Wayang Bukan Sekadar Tontonan, melainkan Tuntunan Hidup di Hari Jadi ke-80 Sumberarum

Sleman – Rangkaian pementasan Sengkuyung Fest dalam rangka peringatan Hari Jadi ke-80 Kalurahan Sumberarum ditutup dengan pertunjukan wayang kulit semalam suntuk oleh dalang Ki Yusuf Anshor di Lapangan Sumberarum, Kapanewon Moyudan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta pada Sabtu (17/10/2026) malam.
Puncak perhelatan budaya tersebut dihadiri oleh Kepala Bidang Warisan Budaya Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kabupaten Sleman Esti Listyawati, anggota DPRD DIY Arif Kurniawan dan Yuni Satya Rahayu, anggota DPRD Kabupaten Sleman Untung Basuki Rahmat dan Syukron Arif Muttaqin, jajaran Forkopimkap Moyudan, serta pamong dan warga masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Kepala Bidang Warisan Budaya Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman, Esti Listyawati, memberikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Kalurahan Sumberarum yang secara konsisten memberikan ruang berekspresi seni bagi masyarakat selama sepekan penuh.
“Kami berharap kegiatan semacam ini dijadikan agenda rutin setiap memperingati hari jadi Sumberarum. Seni budaya tradisional merupakan peninggalan sejarah takbenda yang harus kita jaga bersama di tengah perkembangan teknologi dan era modern,” ujar Esti Listyawati.
Esti menegaskan bahwa pagelaran wayang kulit di puncak acara Hari Jadi ke-80 Kalurahan Sumberarum memiliki makna mendalam bagi perjalanan bermasyarakat.
“Wayang kulit bukan sekadar seni pertunjukan atau tontonan, melainkan cerminan hidup, perjalanan moralitas, serta spiritualitas. Pertunjukan wayang ini menjadi bukti nyata dari semboyan Saiyeg Saeka Kapti Hanggayuh Mukti,” pungkanya. (Giek/KIM Moyudan)



