Sanggar Tari Larassanti Gelar Uji Kompetensi Mandiri untuk 64 Siswa di Sumberagung

Sleman – Sanggar Tari Larassanti menggelar Uji Kompetensi bagi para siswanya di Aula Kalurahan Sumberagung, Kapanewon Moyudan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta pada Minggu (18/10/2026).
Kegiatan evaluasi tahunan ini diikuti oleh 64 siswa dari total 100 anak yang menimba ilmu di Sanggar Larassanti. Para peserta uji kompetensi terbagi dalam tiga tingkatan, yakni Kelas Dasar sebanyak 30 anak, Kelas Unsur 13 anak, dan Kelas Ragam 21 anak.
Acara tersebut dihadiri oleh Kepala Bidang Adat, Tradisi, Lembaga Budaya dan Seni Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kabupaten Sleman Dechi Nugroho, Panewu Anom Moyudan Mahmudah Afriyati, Kamituwa Sumberagung, para tokoh masyarakat, serta ratusan wali murid.
Dalam sambutannya, Kepala Bidang Adat, Tradisi, Lembaga Budaya dan Seni Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman, Dechi Nugroho, memberikan apresiasi tinggi atas kemandirian Sanggar Tari Larassanti yang rutin menggelar uji kompetensi tahunan tanpa bergantung pada bantuan pemerintah.
“Tari bukan sekadar penampilan ekspresi, melainkan memiliki manfaat penting untuk aspek fisik, mental, emosional, serta pembentukan energi. Gerakan tari membantu meningkatkan detak jantung, sirkulasi darah, melatih motorik kasar dan halus, hingga mengurangi stres serta melatih fokus anak,” ujar Dechi Nugroho.
Panewu Anom Moyudan, Mahmudah Afriyati, mengaku bangga atas kian suburnya pemajuan kebudayaan di tingkat akar rumput. Ia menilai seni tari menjadi benteng efektif untuk menekan ketergantungan anak terhadap gawai (gadget).
“Fenomena saat ini banyak generasi muda dan anak-anak lebih suka scrolling gawai yang berdampak negatif pada kesehatan fisik, mental, dan fungsi otak. Semoga kegiatan positif ini mengurangi keterikatan anak dari dunia gadget. Orang tua wajib mendukung penuh,” tegas Mahmudah Afriyati.
Kepala Sanggar Tari Larassanti, Wushanti, melaporkan bahwa murid-murid sanggar yang bertempat di Padukuhan Jowahan tersebut tidak hanya berasal dari Kapanewon Moyudan, tetapi juga menjangkau wilayah Kapanewon Gamping, Kapanewon Tridadi, hingga Kabupaten Kulon Progo.
Salah seorang wali murid asal Nanggulan, Kulon Progo, Sueb, mengungkapkan rasa syukurnya dapat menyalurkan minat putrinya, Kayla, yang baru menduduki kelas 3 SD untuk belajar menari di Sanggar Larassanti.
“Tidak ada kata repot demi anak untuk belajar, orang tua hanya bisa membekali ilmu,” tutur Sueb diplomatik. (Giek/KIM Moyudan)



