Pelatihan Batik di Papringan Berdayakan Perempuan, Dorong Lahirnya Motif Khas Padukuhan

Sleman – Pemerintah Kalurahan Caturtunggal menggelar pelatihan membatik bagi kelompok perempuan Padukuhan Papringan di Gedung Serba Guna Padukuhan Papringan, Kalurahan Caturtunggal, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta pada Rabu (14/10/2026).
Kegiatan yang diikuti 20 peserta perwakilan dari tiap RW ini diselenggarakan sebagai langkah nyata pemberdayaan perempuan berbasis ekonomi kreatif sekaligus upaya melestarikan seni budaya batik di tingkat padukuhan.
Dukuh Papringan, Nur Hamidah, menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan bentuk tindak lanjut dari aspirasi kelompok ibu-ibu PKK dan Posyandu setempat.
“Peserta pelatihan ini merupakan perwakilan dari masing-masing RW dengan jumlah 20 orang. Kegiatan ini berawal dari usulan ibu-ibu PKK dan Posyandu sebagai upaya pemberdayaan perempuan. Melalui pelatihan ini, peserta dibekali keterampilan membatik tulis yang diharapkan dapat dikembangkan lebih lanjut,” ungkap Nur Hamidah.
Lurah Caturtunggal, Andi Suwarno, menyambut baik semangat para peserta dan mendorong agar pelatihan tidak berhenti sebagai ajang seremonial semata, melainkan terus berlanjut hingga mampu melahirkan identitas lokal yang bernilai ekonomis.
“Harapannya, kegiatan ini menjadi awal dari pelatihan-pelatihan berikutnya sehingga ibu-ibu semakin mahir membatik. Kalau bisa, ibu-ibu belajar membuat motif sendiri sehingga nantinya Padukuhan Papringan memiliki motif batik khas yang menjadi ciri tersendiri. Apabila hasil karyanya sudah bagus, ibu-ibu juga dapat berbagi keterampilan kepada masyarakat lainnya,” tutur Andi Suwarno.
Guna mendukung keberlanjutan produksi batik warga, Pemerintah Kalurahan Caturtunggal turut menyalurkan bantuan sarana dan prasarana berupa 20 set alat membatik, 5 unit kompor listrik, serta 2 buah panci pelorot lilin.
Melalui sinergi pelatihan dan bantuan fasilitas ini, Pemkal Caturtunggal berharap keterampilan membatik kelompok perempuan Papringan semakin terasah, mampu membuka peluang usaha mandiri, serta memperkaya warisan budaya lokal Sleman. (Oktaviana/KIM Depok)



