Manfaatkan Eco Enzym dari Sampah Dapur, Supriyadi Kembangkan Kedelai Organik di Tempel

Sleman – Inovasi pemanfaatan limbah organik menjadi pupuk cair Eco Enzym dikembangkan Supriyadi, petani penggiat pertanian organik di Padukuhan Kemiri, Kalurahan Margorejo, Kapanewon Tempel, Kabupaten Sleman. Pupuk yang dibuat dari hasil fermentasi sisa buah dan sayuran tersebut dimanfaatkan untuk mendukung pertumbuhan kedelai lokal organik di kebun miliknya.

Kebun organik Supriyadi terpilih sebagai lokasi uji coba penanaman kedelai lokal organik oleh salah satu perguruan tinggi di Jawa Barat. Lahan tersebut digunakan untuk menguji pengaruh pemberian pupuk Eco Enzym dengan dosis yang berbeda terhadap pertumbuhan tanaman kedelai.

Saat dikunjungi pada Kamis (15/10/2026), kebun percobaan tersebut tampak tertata dalam beberapa petak pengujian. Setiap petak diberi dosis Eco Enzym yang berbeda, sedangkan satu petak lainnya dijadikan kontrol tanpa pemberian pupuk sebagai pembanding.

Perbedaan pertumbuhan terlihat di antara petak-petak tersebut. Tanaman kedelai yang mendapat perlakuan Eco Enzym tampak lebih subur, dengan batang kokoh, percabangan yang berkembang, serta daun yang lebih lebat. Sementara itu, tanaman pada petak kontrol terlihat lebih kecil dengan jumlah daun yang relatif sedikit.

Selain memanfaatkan Eco Enzym, Supriyadi menerapkan praktik pertanian ramah lingkungan melalui penggunaan mulsa organik berupa jerami padi bekas. Jerami disebarkan untuk menutupi permukaan tanah di antara tanaman kedelai.

“Penggunaan mulsa jerami memiliki sejumlah manfaat, antara lain menekan pertumbuhan gulma sehingga mengurangi kebutuhan herbisida kimia, menjaga kelembapan tanah untuk membantu mengurangi frekuensi penyiraman, serta menambah bahan organik ketika jerami terurai dan bercampur dengan tanah,” ujarnya.

Pemanfaatan limbah dapur sebagai bahan baku Eco Enzym dan jerami padi sebagai mulsa menunjukkan upaya mengoptimalkan sumber daya yang tersedia di sekitar lahan pertanian. Pendekatan ini juga berpotensi membantu petani mengurangi ketergantungan pada input pertanian dari luar serta mendukung pemeliharaan kesuburan tanah.

Pengembangan kedelai lokal organik melalui uji coba tersebut menjadi salah satu upaya untuk mendukung pertanian yang lebih berkelanjutan. Namun, efektivitas Eco Enzym terhadap pertumbuhan dan hasil panen kedelai masih perlu dikaji melalui pengamatan dan pengukuran lebih lanjut. (Sadhono Hadi/KIM Senyum Tempel)




Supriyadi Terapkan Pertanian Terpadu, Manfaatkan Hasil Kebun hingga Limbah Ternak

Sleman – “Makan yang kamu tanam dan tanam yang kamu makan.” Moto tersebut menjadi pegangan Supriyadi dalam mengembangkan pertanian terpadu atau integrated farming di Padukuhan Kemiri, Kalurahan Margorejo, Kapanewon Tempel, Kabupaten Sleman.

Saat ditemui di kebunnya, Kamis (15/10/2026), Supriyadi menunjukkan penerapan sistem pertanian yang mengintegrasikan kegiatan pertanian, perikanan, dan peternakan. Menurutnya, bertani tidak sekadar menghasilkan bahan pangan, tetapi juga membangun siklus produksi dengan memanfaatkan sumber daya secara optimal.

Salah satu penerapannya terlihat pada budidaya talas Pratama yang tumbuh di kebunnya. Selain dimanfaatkan umbinya sebagai bahan pangan sumber karbohidrat, bagian lain dari tanaman tersebut digunakan untuk mendukung kegiatan budidaya ikan.

“Ini saya menanam talas Pratama jenis unggul. Umbinya untuk kebutuhan pangan, sedangkan daunnya saya manfaatkan sebagai pakan ikan di kolam,” ujar Supriyadi.

Tidak hanya hasil tanaman, gulma atau tanaman pengganggu yang dibersihkan dari kebun juga dimanfaatkan. Sebagian digunakan sebagai pakan kambing. Sementara itu, kotoran kambing diolah menjadi pupuk organik yang kemudian dimanfaatkan untuk menjaga kesuburan tanah dan mendukung pertumbuhan tanaman.

Melalui pola tersebut, hasil samping dari satu kegiatan dapat dimanfaatkan untuk menunjang kegiatan lainnya. Tanaman menyediakan kebutuhan pakan bagi ternak dan ikan, sedangkan limbah ternak yang telah diolah dikembalikan ke lahan sebagai sumber unsur hara.

Prinsip tersebut sejalan dengan konsep pertanian terpadu yang menghubungkan beberapa kegiatan produksi dalam satu sistem yang saling mendukung. Penerapannya dapat membantu mengurangi limbah, mengoptimalkan sumber daya yang tersedia, serta mengurangi ketergantungan terhadap sebagian sarana produksi dari luar.

Namun, Supriyadi menyadari bahwa penerapan pertanian terpadu membutuhkan pengelolaan yang baik. Ketersediaan pakan, kebutuhan tanaman, serta keseimbangan setiap komponen usaha tani perlu diperhatikan agar sistem dapat berjalan secara berkelanjutan.

Bagi Supriyadi, pertanian terpadu tidak hanya berkaitan dengan efisiensi produksi. Ia juga menaruh perhatian terhadap kualitas pangan yang dikonsumsi keluarga maupun dipasarkan kepada masyarakat.

Karena itu, Supriyadi berupaya menghasilkan pangan dengan mengutamakan penggunaan bahan-bahan organik serta menghindari penggunaan pestisida dan pupuk kimia sintetis dalam budidaya yang dikelolanya.

Komitmen tersebut juga terlihat dari hasil penjualan kebunnya. Sehari sebelum ditemui, kangkung yang dibudidayakan dengan sistem organik terjual habis dalam satu hari. Kondisi tersebut menunjukkan adanya minat konsumen terhadap sayuran yang dibudidayakan dengan memperhatikan proses produksinya. (Sadhono Hadi/KIM Senyum Tempel)




15 Mahasiswi UNIDA Gontor Praktik Kependidikan di MAN 4 Sleman, Asah Kompetensi Mengajar

Sleman – Sebanyak 15 mahasiswi Universitas Darussalam Gontor (UNIDA Gontor), Jawa Timur, melaksanakan praktik kependidikan di MAN 4 Sleman selama dua minggu. Kegiatan tersebut menjadi sarana bagi para mahasiswi untuk memperoleh pengalaman langsung di lingkungan kerja sekolah atau madrasah sekaligus sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat.

Selama praktik berlangsung, mahasiswi Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris tersebut melaksanakan praktik mengajar Bahasa Inggris di kelas. Selain itu, mereka terlibat dalam berbagai kegiatan pendukung kependidikan, seperti piket, pengelolaan perpustakaan, pelayanan Unit Kesehatan Sekolah (UKS), administrasi tata usaha, serta kegiatan kependidikan lainnya.

Dosen pembimbing, Eka Indah Nuraini, mengatakan praktik kependidikan tersebut memberikan kesempatan kepada para mahasiswi untuk mengenal berbagai tugas dan tanggung jawab di lingkungan madrasah.

“Selama dua minggu penuh, para mahasiswi melaksanakan praktik kependidikan di madrasah. Mereka praktik mengajar Bahasa Inggris sekaligus menjalankan tugas-tugas lain, seperti piket, pengelolaan perpustakaan, UKS, bidang tata usaha, dan kegiatan kependidikan lainnya,” ujar Eka saat observasi kelas, Kamis (15/10/2026), di depan ruang kelas XI E.

Tidak hanya melaksanakan kegiatan pembelajaran di kelas, para mahasiswi juga turut meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris para santri di Asrama Putri MAN 4 Sleman. Salah satu kegiatan yang dilakukan berupa latihan percakapan atau conversation dalam Bahasa Inggris, termasuk praktik menjadi pembawa acara atau Master of Ceremony (MC).

Pengasuh Asrama Putri MAN 4 Sleman, Dzulhaq Nurhadi, menyambut baik kegiatan tersebut. Menurutnya, kehadiran para mahasiswi memberikan kesempatan bagi para santri untuk mengembangkan kemampuan berbahasa Inggris melalui praktik secara langsung.

“Alhamdulillah, ini kesempatan bagus bagi para santri kami untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris, seperti belajar menjadi Master of Ceremony bersama para mahasiswi,” ungkap Dzulhaq.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat membantu para santri dan murid meningkatkan kepercayaan diri dalam menggunakan Bahasa Inggris, baik saat menjadi MC, berpidato, maupun melakukan percakapan.

Kepala MAN 4 Sleman, Ahmad Arif Makruf, juga menyambut baik pelaksanaan praktik kependidikan tersebut. Ia berharap kehadiran para mahasiswi UNIDA Gontor tidak hanya memberikan pengalaman bagi para praktikan, tetapi juga menjadi sumber inspirasi dan motivasi bagi murid MAN 4 Sleman.

“Semoga kegiatan ini bisa menginspirasi para murid agar semakin termotivasi. Wawasan mereka tentang studi juga bertambah dengan kedatangan para mahasiswi UNIDA ini,” ujar Arif.

Dalam pelaksanaan praktik kependidikan tersebut, 15 mahasiswi didampingi dua guru pamong dengan koordinator Wakil Kepala Madrasah Bidang Akademik, Safitri Ida Kusumastuti.

Melalui kegiatan tersebut, praktik kependidikan diharapkan memberikan manfaat bagi kedua belah pihak. Para mahasiswi memperoleh pengalaman nyata dalam menjalankan tugas kependidikan, sedangkan murid dan santri mendapatkan kesempatan untuk meningkatkan keterampilan berbahasa Inggris sekaligus membangun kepercayaan diri. (Edy/KIM Sumber Biwara Moyudan)




BLT Dana Desa Jadi Penyangga Kebutuhan Warga, 14 Keluarga di Margorejo Terima Bantuan

Sleman — Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) menjadi salah satu bentuk dukungan pemerintah bagi keluarga yang membutuhkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Meskipun nilainya tidak sepenuhnya menyelesaikan persoalan ekonomi, bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban keluarga penerima manfaat.

Pemerintah Kalurahan Margorejo, Kapanewon Tempel, Kabupaten Sleman, kembali menyalurkan BLT-DD Salur 10 kepada 14 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) masing-masing sebesar pada Kamis (15/10/2026).

Penyaluran tersebut dihadiri Carik Margorejo, Ariyanto Wibowo didampingi Kamituwa, Anwar Ihsani. Dalam kesempatan tersebut, Ariyanto berpesan agar bantuan dimanfaatkan secara bijaksana, terutama untuk memenuhi kebutuhan yang menjadi prioritas keluarga.

“Semoga bantuan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya, terutama untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Mudah-mudahan bantuan ini bisa meringankan beban keluarga penerima manfaat,” ujarnya.

Bagi penerima, bantuan tersebut menjadi dukungan yang dapat membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga. Rujiman, warga Padukuhan Mangkudranan, menyampaikan apresiasinya kepada Pemerintah Kalurahan Margorejo atas bantuan yang telah diterima.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kalurahan Margorejo yang selama ini telah memberikan bantuan kepada kami. Bantuan ini sangat berarti dan mudah-mudahan bisa membantu memenuhi kebutuhan keluarga,” ungkapnya.

Apresiasi serupa disampaikan Siti Hariyah, warga Padukuhan Lojajar. Ia berharap bantuan tersebut dapat memberikan manfaat bagi keluarganya sekaligus terus menjangkau warga yang membutuhkan.

“Terima kasih kepada pemerintah kalurahan atas bantuan dan perhatian yang diberikan selama ini. Semoga bantuan ini membawa manfaat bagi keluarga kami dan program seperti ini dapat membantu warga yang benar-benar membutuhkan,” tuturnya.

Penyaluran BLT-DD di tingkat kalurahan menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memberikan dukungan kepada masyarakat yang menghadapi keterbatasan ekonomi. Ketepatan sasaran dan akuntabilitas penyaluran menjadi aspek penting agar bantuan dapat diterima oleh warga yang berhak dan memberikan manfaat sesuai tujuan program.

Melalui penyaluran BLT-DD Salur 10 tersebut, Pemerintah Kalurahan Margorejo berharap bantuan yang diterima 14 KPM dapat dimanfaatkan secara tepat untuk memenuhi kebutuhan prioritas keluarga dan membantu meringankan beban ekonomi penerima. (SBD/KIM Tempel)




Perkuat Akuntabilitas dan Pelayanan Publik, Margomulyo Sosialisasikan Perjanjian Kinerja Lurah

Sleman – Pemerintah Kalurahan Margomulyo menggelar sosialisasi penyusunan Dokumen Perjanjian Kinerja Lurah di Ruang Rapat 2, Rabu (14/10/2026). Kegiatan ini bertujuan memperkuat akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan kalurahan serta memastikan program dan anggaran yang direncanakan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan (PMK) Kabupaten Sleman, Panewu Seyegan, Lurah beserta pamong Kalurahan Margomulyo, pengurus Badan Permusyawaratan Kalurahan (BPKal), serta perwakilan Lembaga Kemasyarakatan Kalurahan (LKK).

Dalam sambutannya, Panewu Seyegan, Agung Indarta, mengapresiasi pelaksanaan sosialisasi tersebut. Menurutnya, penyusunan dokumen perjanjian kinerja merupakan bagian penting untuk memastikan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan kalurahan berjalan sesuai sasaran yang telah ditetapkan.

Agung menyampaikan empat sasaran utama yang perlu menjadi perhatian dalam perjanjian kinerja lurah, yaitu penurunan angka kemiskinan, penurunan angka stunting, peningkatan Pendapatan Asli Kalurahan (PAKal), serta peningkatan kualitas pelayanan publik. Keempat sasaran tersebut diharapkan menjadi landasan dalam menyusun program prioritas yang terarah, terukur, dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Materi sosialisasi disampaikan oleh Ketua Tim Kerja Aparatur Kalurahan Dinas PMK Kabupaten Sleman, Aulia Frida Widyasmara. Dalam paparannya, Aulia menekankan pentingnya penyegaran pemahaman mengenai Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) Kalurahan.

“Penyegaran pemahaman SAKIP memastikan program dan anggaran kalurahan menghasilkan kinerja yang dapat dipertanggungjawabkan,” jelasnya.

SAKIP Kalurahan merupakan sistem yang mencakup penetapan sasaran, pengukuran kinerja, pengumpulan dan pengolahan data, pelaporan, serta evaluasi kinerja pemerintahan. Di Kabupaten Sleman, penerapannya mengacu pada Peraturan Bupati Sleman Nomor 18 Tahun 2025, yang meliputi perencanaan, pengukuran, pelaporan, dan evaluasi kinerja sebagai bagian dari upaya perbaikan berkelanjutan.

Dalam kesempatan tersebut, Aulia juga memaparkan dokumen perjanjian kinerja dan capaian kinerja Pemerintah Kalurahan Margomulyo. Berdasarkan Laporan Kinerja Lurah Margomulyo Tahun 2025, jumlah keluarga miskin tercatat menurun dari 548 kepala keluarga menjadi 501 kepala keluarga. Penurunan sebanyak 47 kepala keluarga tersebut setara dengan sekitar 8,58 persen.

Selain upaya penanggulangan kemiskinan, Pemerintah Kalurahan Margomulyo memperkuat tata kelola pemerintahan melalui bimbingan teknis SAKIP yang bersumber dari Dana Keistimewaan (Danais) Tahun 2025. Upaya ini bertujuan meningkatkan kapasitas aparatur dalam menerapkan sistem akuntabilitas kinerja.

Pada bidang pembangunan, perhatian diarahkan pada pembangunan di tingkat padukuhan dan perbaikan saluran lingkungan. Sementara itu, dalam bidang administrasi dan pelayanan publik, pemerintah kalurahan berkomitmen memperkuat pelaporan dokumen akuntabilitas secara berkala melalui situs resmi Kalurahan Margomulyo.

Aulia menjelaskan bahwa Dokumen Perjanjian Kinerja Lurah memuat sasaran strategis, Indikator Kinerja Utama (IKU), target capaian, serta program dan kegiatan prioritas. Prioritas tersebut meliputi penanggulangan kemiskinan, penanganan stunting, peningkatan PAKal, dan peningkatan kualitas pelayanan publik.

Penyusunan dokumen dilakukan sebagai bentuk komitmen terhadap pencapaian target kinerja yang telah disepakati. Selanjutnya, capaian kinerja dievaluasi secara berkala untuk mengetahui tingkat keberhasilan program sekaligus mengidentifikasi aspek yang perlu diperbaiki.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kalurahan Margomulyo diharapkan semakin memperkuat pemahaman aparatur dan unsur kelembagaan kalurahan mengenai perencanaan, pengukuran, dan pelaporan kinerja yang terstruktur.

Dengan sasaran yang jelas, indikator terukur, serta evaluasi berkelanjutan, Dokumen Perjanjian Kinerja Lurah diharapkan tidak sekadar menjadi pemenuhan administrasi, tetapi juga menjadi instrumen untuk mewujudkan pemerintahan kalurahan yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)