Santri Menguatkan Negeri, Menyiapkan Generasi Emas Indonesia dari Pesantren

Sleman – Pesantren tidak sekadar menjadi tempat menimba ilmu agama, melainkan wadah pembentukan karakter, penanaman nilai kebangsaan, serta penyiapan generasi muda dalam menghadapi tantangan masa depan. Pesan ini mengemuka dalam Talkshow Pasar Bela Negara edisi ke-46 di sisi utara Lapangan Pemerintah Daerah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta pada Jumat (16/10/2026).
Hadir sebagai narasumber, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman, Wiyato Widodo, menegaskan rekam jejak ulama dan santri yang tak terpisahkan dari sejarah perjuangan merebut hingga mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
“Peran santri tidak bisa dikesampingkan dalam membela kemerdekaan Indonesia. Bahkan, saat ini banyak pemimpin kita yang dulunya merupakan alumni santri,” ungkap Wiyato Widodo.
Menindaklanjuti Surat Edaran Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Sleman berkomitmen menyemarakkan peringatan Hari Santri 2026 yang mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”.
Puncak peringatan akan diisi dengan Upacara Hari Santri pada Kamis (22/10/2026) pukul WIB di Lapangan Pemda Sleman yang melibatkan 33 pondok pesantren se-Kabupaten Sleman. Sebelum upacara dimulai, seluruh peserta akan melaksanakan salat istisqa sebagai ikhtiar spiritual memohon hujan.
Rangkaian acara juga akan dimeriahkan dengan parade santri, unjuk kreativitas, serta penyaluran bantuan program Santripreneur dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Sleman guna mendorong kemandirian ekonomi para santri.
Melalui kolaborasi antara pesantren, pemerintah, dan masyarakat ini, Pemkab Sleman menegaskan komitmennya dalam menyiapkan generasi penerus yang berilmu, berakhlak, mandiri, dan siap mengawal perjalanan bangsa menuju Indonesia Emas 2045. (Andy Ahmad/KIM DSN Ngaglik)



