Literasi Digital Bekal Kader Ansor Sleman Hadapi Tantangan Informasi

Sleman – Literasi digital menjadi kompetensi penting bagi kader Gerakan Pemuda (GP) Ansor untuk menangkal hoaks, memperkuat dakwah, dan membangun komunikasi yang sehat di masyarakat. Kader perlu mampu memanfaatkan teknologi secara produktif, kritis, dan bertanggung jawab dengan tetap berpegang pada nilai keagamaan dan kebangsaan.

Hal tersebut disampaikan Ketua Forum Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Sembada Kabupaten Sleman, Adnan Iman Nurtjahjo dalam kegiatan Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) dan Dirosah Ula Tahun 2026 GP Ansor Kabupaten Sleman di Peace Village, Sinduharjo, Kapanewon Ngaglik, Minggu (25/10/2026). Materi tersebut diberikan untuk membekali 25 peserta dalam menghadapi perkembangan teknologi dan dinamika informasi digital.

Adnan menjelaskan, literasi digital tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menggunakan teknologi, tetapi juga mencakup keterampilan mengakses, memverifikasi, mengevaluasi, dan menyebarkan informasi secara tepat.

“Karena itu, kebiasaan memeriksa sumber informasi, membandingkan pemberitaan dari sumber tepercaya, dan memastikan konteks informasi perlu menjadi bagian dari perilaku digital kader,” tandas Adnan.

Ia juga mengingatkan pentingnya etika berkomunikasi di ruang digital, termasuk menjaga kesantunan, menghormati perbedaan, serta menghindari ujaran kebencian dan provokasi.

“Jejak digital yang ditinggalkan melalui unggahan, komentar, maupun pesan yang dibagikan perlu dipahami sebagai bentuk tanggung jawab pribadi sekaligus cerminan kedewasaan dalam berorganisasi,” tegasnya.

Menurut Adnan, literasi digital juga membuka peluang bagi kader untuk memperluas jangkauan dakwah, mempromosikan kegiatan organisasi, dan mendukung pemberdayaan masyarakat. Pemanfaatan teknologi perlu disertai sikap kritis, perlindungan data pribadi, serta kepatuhan terhadap ketentuan hukum yang berlaku.

Melalui kegiatan ini, diharapkan kader GP Ansor Kabupaten Sleman mampu menjadi pengguna teknologi yang bijak sekaligus penggerak ruang digital yang informatif, edukatif, dan konstruktif. Dengan demikian, kader dapat berkontribusi dalam menjaga persatuan, memperkuat moderasi beragama, dan mendukung pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Sleman. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)




Panewu Anom Gamping: Fun Walk Banyuraden 2026 Perkuat Peran Strategis Pemuda

Sleman – Pemuda memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan wilayah melalui berbagai kegiatan positif di bidang olahraga, sosial, budaya, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat. Peran tersebut perlu diperkuat melalui kolaborasi antara organisasi kepemudaan, pemerintah kalurahan, dan masyarakat agar mampu memberikan manfaat nyata bagi lingkungan.

Hal tersebut disampaikan Panewu Anom Gamping, Kurnia Astuti, dalam kegiatan Fun Walk Banyuraden 2026 yang diinisiasi Karang Taruna Wira Muda Banyuraden di Lapangan Banyuraden, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, Minggu (25/10/2026).

Menurut Astuti, kegiatan yang digerakkan oleh pemuda tidak sekadar menjadi sarana hiburan atau mengisi waktu luang, tetapi juga menjadi wadah untuk membangun kebersamaan, meningkatkan partisipasi masyarakat, serta memperkuat kepedulian terhadap kemajuan wilayah.

“Keterlibatan aktif generasi muda menjadi modal penting dalam menciptakan masyarakat yang sehat, produktif, dan berdaya,” tandasnya.

Fun Walk Banyuraden 2026 menjadi salah satu contoh kegiatan yang mampu mempertemukan warga dari berbagai kalangan dalam suasana kebersamaan. Melalui kegiatan jalan sehat, masyarakat diajak membiasakan pola hidup sehat sekaligus mempererat hubungan sosial antarwarga Kalurahan Banyuraden.

“Selain berdampak pada kesehatan, kegiatan semacam ini juga menunjukkan kemampuan organisasi kepemudaan dalam menggerakkan partisipasi masyarakat. Persiapan, koordinasi, dan pelaksanaan acara menjadi kesempatan bagi pemuda untuk mengembangkan kepemimpinan, kemampuan berorganisasi, komunikasi, serta tanggung jawab sosial,” lanjut Astuti.

Ia menekankan bahwa kontribusi pemuda perlu diperluas agar tidak terbatas pada penyelenggaraan kegiatan seremonial. Potensi generasi muda dapat dikembangkan melalui pelestarian budaya lokal, kegiatan sosial kemasyarakatan, pengembangan kreativitas, serta program pemberdayaan ekonomi yang sesuai dengan kebutuhan dan potensi wilayah.

Di bidang ekonomi, organisasi kepemudaan juga dapat berperan dengan melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam kegiatan masyarakat, mempromosikan produk lokal, serta memanfaatkan media digital untuk memperkenalkan potensi kalurahan. Upaya tersebut diharapkan dapat membuka peluang usaha, memperluas jangkauan pemasaran, dan meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat.

Melalui kegiatan ini, semangat kepemudaan diharapkan terus tumbuh menjadi kekuatan kolaboratif dalam mewujudkan masyarakat yang sehat, guyub, kreatif, dan mandiri. Pemuda tidak hanya menjadi penerus pembangunan, tetapi juga pelaku aktif yang berkontribusi langsung dalam menjawab kebutuhan dan mengembangkan potensi wilayahnya. (Adnan Nurtjahjo | KIM Pararta Guna Gamping)




Lurah Banyuraden Serahkan Hadiah Utama Kulkas dalam Fun Walk

Sleman – Lurah Banyuraden, Sudarisman, menyerahkan hadiah undian utama berupa kulkas kepada peserta Fun Walk yang diselenggarakan Karang Taruna Wira Muda Banyuraden di Lapangan Banyuraden, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, Minggu (25/10/2026). Kegiatan ini tidak hanya mendorong masyarakat menerapkan pola hidup sehat, tetapi juga menjadi sarana mempererat kebersamaan dan meningkatkan partisipasi warga dalam kegiatan kemasyarakatan.

Penyerahan hadiah utama tersebut menjadi salah satu momen yang dinantikan peserta sekaligus menambah semarak kegiatan. Kehadiran hadiah undian menjadi daya tarik tersendiri yang mendorong antusiasme masyarakat untuk mengikuti kegiatan jalan sehat bersama.

Sudarisman menyampaikan bahwa Fun Walk tidak sekadar menjadi ajang olahraga dan hiburan, tetapi juga ruang interaksi sosial yang mempertemukan warga dalam suasana santai dan penuh keakraban. Melalui kegiatan ini, masyarakat dapat bersilaturahmi sekaligus memperkuat hubungan antarwarga.

“Selain mendorong kebugaran, Fun Walk juga menjadi ruang interaksi sosial yang mempertemukan warga dalam suasana santai dan penuh keakraban. Kesempatan berkumpul di luar rutinitas sehari-hari ini dapat memperkuat hubungan antarwarga sekaligus menumbuhkan rasa memiliki terhadap kegiatan dan lingkungan tempat tinggal,” terang Sudarisman.

Kegiatan yang diinisiasi Karang Taruna Wira Muda Banyuraden tersebut menjadi salah satu bentuk kreativitas generasi muda dalam menghadirkan aktivitas positif yang terbuka bagi berbagai kalangan. Melalui jalan sehat bersama, masyarakat diajak membiasakan aktivitas fisik yang sederhana, mudah dilakukan, dan dapat diikuti oleh berbagai kelompok usia.

Kolaborasi antara pemerintah kalurahan dan Karang Taruna turut mendukung terselenggaranya kegiatan yang mampu menjangkau masyarakat secara luas. Sinergi tersebut juga menjadi sarana untuk mendorong keterlibatan warga dalam kegiatan sosial dan pembangunan di tingkat kalurahan.

Sementara itu, Ketua Karang Taruna Wira Muda Banyuraden, Dias Dwi Nugroho, menyampaikan bahwa Fun Walk merupakan wujud peran generasi muda dalam menggerakkan partisipasi masyarakat. Keterlibatan pemuda sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan menjadi kesempatan untuk mengembangkan kreativitas, kemampuan berorganisasi, serta semangat gotong royong.

“Agar dampaknya berkelanjutan, kegiatan semacam ini perlu diikuti dengan program lain yang mendorong kebiasaan berolahraga, kepedulian sosial, serta keterlibatan aktif masyarakat dalam pembangunan Kalurahan Banyuraden,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, Karang Taruna Wira Muda bersama Pemerintah Kalurahan Banyuraden diharapkan terus menghadirkan aktivitas yang sehat, menarik, dan inklusif. Perpaduan olahraga, hiburan, dan interaksi sosial diharapkan dapat memperkuat partisipasi masyarakat serta mewujudkan Banyuraden yang sehat, guyub, dan berdaya. (Adnan Nurtjahjo | KIM Pararta Guna Gamping)




Sukunan Juara Lomba Videografi Padukuhan Banyuraden, Dorong Promosi Potensi Lokal melalui Media Digital

Sleman – Padukuhan Sukunan berhasil meraih juara pertama dalam Lomba Videografi Profil Padukuhan yang diselenggarakan Karang Taruna Wira Muda Banyuraden dengan nilai 252. Pengumuman pemenang dilaksanakan pada puncak Pekan Olahraga Kalurahan (Porkal) Banyuraden 2026, Minggu (25/10/2026), di Lapangan Banyuraden, Gamping, Sleman.

Lomba ini menjadi wadah bagi masyarakat untuk memperkenalkan karakteristik, potensi unggulan, dan ciri khas wilayah melalui karya audiovisual. Selain mendorong kreativitas warga, kegiatan tersebut juga mengajak masyarakat memanfaatkan media digital sebagai sarana promosi potensi lokal.

Ketua Karang Taruna Wira Muda Banyuraden, Dias Dwi Nugroho, menjelaskan bahwa pengumpulan karya berlangsung pada 15 September hingga 22 Oktober 2026. Setiap padukuhan diberi kesempatan menyusun profil wilayah dalam bentuk video berdurasi maksimal tujuh menit dengan penyajian yang informatif dan kreatif.

“Melalui karya tersebut, peserta dapat mengangkat beragam potensi, mulai dari kehidupan sosial masyarakat, budaya lokal, lingkungan, kegiatan warga, hingga peluang ekonomi yang menjadi keunggulan masing-masing padukuhan,” ujarnya.

Setelah masa pengumpulan karya berakhir, penjurian dilaksanakan pada 23 Oktober 2026. Proses penilaian melibatkan tiga dewan juri, yakni Susilo Dwi Murwanto, Pengelola Sleman Creative Space; Adnan Iman Nurtjahjo, Ketua Forum Komunitas Informasi Masyarakat (FKIM) Kabupaten Sleman; serta Hermantara Dwi Laksana dari Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sleman.

Berdasarkan hasil penilaian, Padukuhan Sukunan menempati posisi pertama dengan nilai 252, disusul Padukuhan Somodaran dengan nilai 250 dan Padukuhan Geplakan dengan nilai 207. Selisih dua poin antara Sukunan dan Somodaran menunjukkan ketatnya persaingan dalam kompetisi tersebut.

Para pemenang memperoleh trofi, uang pembinaan, dan piagam penghargaan sebagai bentuk apresiasi atas kreativitas serta upaya peserta dalam mengemas potensi wilayah menjadi konten audiovisual yang menarik.

Lurah Banyuraden, Sudarisman, menyampaikan bahwa lomba videografi profil padukuhan membuka ruang partisipasi masyarakat dalam memeriahkan kegiatan kalurahan melalui karya kreatif yang bermanfaat dalam jangka panjang.

“Lebih dari sekadar kompetisi, video profil padukuhan berpotensi menjadi bahan publikasi digital yang dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan potensi budaya, lingkungan, kegiatan sosial, dan peluang ekonomi kepada khalayak yang lebih luas,” ungkapnya.

Ia berharap, karya-karya tersebut dapat dikelola dan disebarluaskan secara optimal sehingga mampu memperkuat identitas wilayah, membuka peluang kolaborasi, serta mendukung promosi potensi lokal secara berkelanjutan.

“Kreativitas dalam mendokumentasikan potensi lokal diharapkan terus berkembang sehingga setiap padukuhan memiliki materi publikasi yang mampu memperkenalkan keunggulannya, memperkuat kebanggaan warga, dan mendukung pengembangan Kalurahan Banyuraden di era digital,” pungkasnya. (Adnan Nurtjahjo | KIM Pararta Guna Gamping)




Dana Terbatas, KIM Senyum Tempel Tetap Siapkan Video Lomba Pentura

Sleman – Keterbatasan anggaran tidak menyurutkan semangat Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Senyum Tempel untuk ambil bagian dalam lomba Pertunjukan Rakyat (Pentura). Menjelang batas akhir pengiriman karya video, KIM Senyum Tempel mulai mematangkan konsep produksi dengan mengangkat kehidupan sehari-hari serta potensi lokal di lingkungan sekitar.

Ketua KIM Senyum Tempel, Muryono, memaparkan rencana tersebut dalam rapat terbatas yang digelar di Café Sormindi, Nglengkong, Sumberejo, Tempel, pada Minggu (25/10/2026). Menurutnya, kendala biaya dapat disiasati dengan memilih tema yang dekat dengan keseharian masyarakat, sehingga produksi tidak memerlukan biaya besar namun kualitas karya tetap terjaga.

“Kami akan mengangkat tema yang dekat dengan kehidupan sehari-hari dan potensi wilayah. Dengan memanfaatkan sumber daya yang ada, kami berharap dapat menghasilkan video yang menarik tanpa harus mengeluarkan biaya besar,” jelas Muryono.

Rapat pematangan konsep itu memanfaatkan momentum berkumpulnya anggota KIM Senyum Tempel dalam acara peringatan ulang tahun Paguyuban Pranatacara Yogyakarta (PPY) di lokasi yang sama. Sejumlah anggota tampak mengikuti diskusi secara akrab dan semarak di sela kegiatan, sebagian masih mengenakan seragam resmi PPY.

Dalam pertemuan tersebut, para anggota menyepakati sejumlah hal mendasar untuk persiapan produksi, mulai dari penentuan tema, pemilihan objek yang menampilkan keunggulan wilayah, pemilihan pemeran dari kalangan anggota maupun warga sekitar, hingga pembagian tugas tim produksi. Pembagian tugas mencakup penulisan naskah, pengambilan gambar, tata suara, serta penentuan lokasi dan jadwal syuting.

Pemanfaatan potensi lokal dan pelibatan masyarakat diharapkan menjadi kekuatan utama dalam produksi video Pentura kali ini. Selain sebagai ajang kompetisi, kegiatan ini sekaligus menjadi sarana bagi anggota KIM untuk mengasah keterampilan pembuatan konten audiovisual serta mempromosikan potensi wilayah.

Muryono berharap seluruh anggota dapat terus berkontribusi sesuai peran masing-masing meski di tengah keterbatasan dana. Baginya, kendala anggaran bukanlah halangan untuk berkarya selama perencanaan matang dan pemanfaatan sumber daya dilakukan secara optimal. (Sadhono Hadi / KIM Senyum Tempel)