Enam Karya Inovasi Sleman Siap Bersaing di Sumunar Awards DIY 2026

SLEMAN – Kabupaten Sleman mengirimkan enam karya inovasi terbaik untuk bersaing pada ajang Sumunar Awards tingkat Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Tahun 2026. Keenam karya yang mewakili tiga kategori lomba tersebut akan berkompetisi dengan puluhan inovasi dari kabupaten dan kota lain se-DIY.

Berdasarkan rekapitulasi pendaftar yang dirilis oleh Admin Sekretariat Pirukunan Tuwanggana DIY, Mareta, melalui media sosial pada Minggu (25/10/2026), ajang Sumunar Awards 2026 mempertandingkan tiga kategori, yakni Inovasi Teknologi Tepat Guna (TTG), Pengelolaan Lingkungan dan Sampah, serta Inovasi Sosial. Secara keseluruhan, Kabupaten Kulon Progo tercatat mengirimkan jumlah karya terbanyak di seluruh kategori.

Enam karya inovasi dari Kabupaten Sleman berbasis pemberdayaan masyarakat tingkat kalurahan dan tersebar di tiga kategori utama tersebut. Pada kategori Inovasi Teknologi Tepat Guna (TTG), Sleman mengajukan tiga karya inovasi pertanian, yaitu SintaArtosari dari Kalurahan Sendangsari, Kapanewon Minggir; Hasil Kebun dengan Drip Irrigation System dari Kalurahan Sendangtirto, Kapanewon Berbah; serta Budidaya Semangka Sistem Ajir dari Kalurahan Trimulyo, Kapanewon Berbah. Kategori ini juga diikuti oleh Kabupaten Kulon Progo dengan empat karya dan Kabupaten Bantul dengan dua karya.

Sementara itu, pada kategori Pengelolaan Lingkungan dan Sampah, Sleman mengandalkan dua karya, yaitu Gempar Sampah Madurejo dari Kalurahan Madurejo, Kapanewon Prambanan, serta Pengelolaan Sampah Terintegrasi dari Kalurahan Sinduadi, Kapanewon Mlati. Kategori tersebut diikuti pula oleh Kabupaten Kulon Progo sebanyak lima karya dan Kabupaten Gunungkidul satu karya. Adapun pada kategori Inovasi Sosial, Sleman menerjunkan satu program pemberdayaan masyarakat bertajuk Madurejo Berdaya dari Kalurahan Madurejo, Kapanewon Prambanan. Kategori ini diisi persaingan ketat dari Kabupaten Kulon Progo sebanyak 15 karya, Kota Yogyakarta dua karya, dan Kabupaten Gunungkidul satu karya.

Mareta menjelaskan bahwa jumlah peserta Sumunar Awards 2026 secara keseluruhan tetap sama dengan penyelenggaraan tahun 2025, yaitu sebanyak 32 peserta. Namun, terdapat perbedaan mendasar pada mekanisme penilaian. Jika dibandingkan tahun lalu, total peserta masih sama, tetapi yang membedakan tahun ini adalah penetapan tiga kategori lomba agar penilaian menjadi lebih proporsional dan memudahkan dewan juri dalam mengevaluasi karakteristik masing-masing karya.

Proses penjurian dilakukan oleh dewan pakar yang terdiri atas praktisi, akademisi, dan tenaga ahli. Penilaian awal bertumpu pada dokumen pendukung seperti portofolio dan video inovasi. Selanjutnya, dua karya inovasi terbaik dari setiap kategori akan menjalani tahapan visitasi atau kunjungan lapangan untuk melihat implementasi nyata di masyarakat.

Puncak penganugerahan Sumunar Awards 2026 dijadwalkan berlangsung pada November 2026, yang sekaligus menjadi momentum peluncuran gerakan Tuwanggana Hijau. Keikutsertaan ini diharapkan menjadi ajang pembuktian serta apresiasi bagi keberlanjutan inovasi lokal di tingkat kalurahan se-Kabupaten Sleman. (Sutarto Agus / KIM Seyegan)




Ketua KONI Sleman Buka Rakerkab Percasi Sleman 2026

SLEMAN – Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Sleman, Haris Sutarta, resmi membuka Rapat Kerja Kabupaten (Rakerkab) Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kabupaten Sleman Tahun 2026 pada Minggu (25/10/2026).

Kegiatan ini berlangsung di Sekolah Catur Mata Aksara, Tegalmanding, Umbulmartani, Ngemplak, Sleman—yang sekaligus berfungsi sebagai Sekretariat Percasi Sleman.

Acara tersebut turut dihadiri oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Sleman Indra Darmawan, Ketua Percasi Sleman Nuradi Indrawijaya, Sekjen Percasi Sleman Achmad Ridlo, Ketua Panitia Rakerkab Ahmad Marlan, jajaran pengurus Percasi Sleman, serta Ketua Ranting Percasi Kapanewon se-Kabupaten Sleman.

Ketua Percasi Kabupaten Sleman, Nuradi Indrawijaya, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada KONI serta Dispora Sleman atas dukungan penuh terhadap terselenggaranya Rakerkab. Nuradi juga menyampaikan permohonan maaf atas penundaan pelaksanaan Rakerkab karena kendala teknis.

“Seharusnya Rakerkab diadakan lebih awal, namun karena berbagai kendala teknis pelaksanaan baru bisa digelar saat ini. Walau demikian, secara program kerja kepengurusan telah menjalankan berbagai agenda, di antaranya Kejurkab Catur pada Agustus 2026 yang diikuti 148 atlet junior dan senior, PORKAB Catur 2026 yang diikuti 145 atlet dari 17 kapanewon, serta sukses menjadi tuan rumah Porda Catur DIY 2026,” ujar Nuradi.

Selain itu, Percasi Sleman terus mencetak pecatur andalan yang mengharumkan nama daerah. Di antaranya Safira Devi Harfesa yang meraih Juara 1 Kejuaraan Asia Zona Timur, menyabet gelar Women International Master (WIM), serta lolos ke Kejuaraan Catur Dunia di Ulaanbaatar. Selain Safira, ada Chavi Elisha Egbert Dawn, MP dan Keny Horasina Bach, MP yang meraih medali emas pada Kejuaraan Catur Nasional 2025 di Mamuju, Sulawesi atlet tersebut kini masuk Pelatnas Catur dan tengah memperkuat tim DIY dalam Kejurnas Catur di Serang, Banten.

“Prestasi mereka hingga level internasional menjadi kebanggaan Percasi Sleman. Harapannya, ini memberi motivasi bagi para pecatur Sleman lainnya,” tambah Nuradi.

Sementara itu, Kepala Dispora Sleman, Indra Darmawan, menyoroti pentingnya kedisiplinan dan tata kelola organisasi sesuai AD/ART untuk mencapai target. Ia mengapresiasi dedikasi pengurus Percasi dalam membina cabang olahraga catur hingga menorehkan prestasi di tingkat nasional maupun internasional.

“Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dispora akan selalu mendukung pembinaan ini. Semoga prestasi catur Sleman terus berkembang dan makin membanggakan,” tutur Indra.

Pada kesempatan yang sama, Ketua KONI Kabupaten Sleman, Haris Sutarta, menyampaikan selamat atas kelancaran Rakerkab dan mengapresiasi pemenuhan kewajiban organisasi maupun pembinaan atlet oleh Percasi Sleman.

“Mengelola olahraga itu tidak mudah, butuh kerja keras, kedisiplinan, serta pengorbanan waktu dan dana. Namun, jika dijalani dengan ikhlas, hasilnya akan maksimal. Contohnya prestasi Safira yang mengharumkan nama Indonesia sekaligus Sleman,” kata Haris.

Haris menambahkan, cabor catur merupakan salah satu lumbung medali bagi Kabupaten Sleman. Ia berharap pada Porda XVIII DIY 2027 di Kulon Progo mendatang, catur kembali menyumbang banyak medali emas.

“Harapannya cabor catur tetap mempertahankan juara umum dan meraih lebih banyak emas, sehingga memperbesar peluang Sleman mencapai target Juara Umum Porda lima kali berturut-turut,” pungkasnya. (Kusnadi / KIM Berbah)




SintaArtosari: Inovasi Digital dan Kepedulian Sosial untuk Layanan Air Bersih di Sendangsari Minggir

Sleman — Badan Usaha Milik Kalurahan (BUMKal) Sari Mumpuni melalui Pengelolaan Air Minum Desa (Pamdes) Tirtosari di Kalurahan Sendangsari, Kapanewon Minggir, Kabupaten Sleman, menghadirkan inovasi digital bertajuk SintaArtosari untuk mengoptimalkan pelayanan air bersih kepada masyarakat.

Pengawas BUMKal Sari Mumpuni, Agus Budiono, menjelaskan bahwa SintaArtosari dirancang untuk mendukung pemantauan operasional infrastruktur air bersih secara daring, mulai dari kondisi pompa, mata air, hingga reservoir. Selain itu, digitalisasi pencatatan dan informasi tagihan turut mempermudah transparansi serta administrasi pelayanan bagi warga di 12 padukuhan Kalurahan Sendangsari.

“Pemantauan secara daring membantu pengelola mengetahui kondisi infrastruktur air bersih dan menindaklanjuti kebutuhan pemeriksaan maupun pemeliharaan,” jelas Agus saat ditemui di kediamannya, Senin (26/10/2026).

Selain mengandalkan teknologi, Pamdes Tirtosari juga melibatkan peran aktif masyarakat melalui pencatatan meter air mandiri, pelayanan pelanggan, serta pemanfaatan grup WhatsApp di setiap padukuhan guna memperlancar komunikasi antara pengelola, petugas, dan pelanggan.

Komitmen sosial turut diwujudkan melalui program sambungan rumah gratis bagi penyandang disabilitas dengan penerapan tarif pemakaian khusus sosial, sebagai wujud pelayanan air bersih yang inklusif dan terjangkau.

Tak hanya itu, Pamdes Tirtosari juga bersinergi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman dalam penyaluran bantuan air bersih (dropping) untuk penanganan kekeringan. Tercatat, tidak kurang dari 30 tangki air telah didistribusikan dari Pamdes Tirtosari guna membantu warga di wilayah Kapanewon Moyudan.

Melalui sinergi yang kuat antara pemerintah kalurahan, BUMKal, pengelola, petugas, dan masyarakat, inovasi SintaArtosari diharapkan mampu mewujudkan tata kelola air bersih yang semakin partisipatif, responsif, dan berkelanjutan. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)




UNY Borong Tujuh Penghargaan dalam Ajang Abdidaya Ormawa 2026 di Makassar

Sleman — Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menorehkan prestasi gemilang dengan memboyong tujuh penghargaan sekaligus pada ajang Abdidaya Ormawa 2026 yang diselenggarakan di Universitas Muslim Indonesia (UMI), Makassar, Sulawesi Selatan, pada Rabu hingga Minggu (21–25/10/2026). Capaian tersebut mencakup kategori perguruan tinggi, organisasi kemahasiswaan, tim pelaksana, hingga dosen pendamping.

Direktur Kemahasiswaan dan Alumni UNY, Komarudin, mengatakan bahwa keberhasilan ini mencerminkan komitmen serta keterlibatan aktif sivitas akademika dalam menjalankan program pengabdian yang berdampak langsung bagi masyarakat.

“Prestasi ini patut disyukuri dan menjadi motivasi bagi mahasiswa UNY untuk terus mengembangkan kreativitas, inovasi, dan kepedulian sosial. Program pemberdayaan masyarakat tidak hanya berorientasi pada capaian penghargaan, tetapi juga harus memberikan manfaat nyata, berkelanjutan, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” ujar Komarudin.

Pada tingkat institusi, UNY sukses menempati peringkat Terbaik 3 kategori Perguruan Tinggi Paling Aktif. Sejumlah organisasi mahasiswa dari berbagai fakultas turut menyumbangkan penghargaan bergengsi lainnya.

Dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), UKMF MDC meraih dua penghargaan sekaligus sebagai Terbaik 3 untuk kategori Dosen Pendamping dengan Pemahaman Pemberdayaan Masyarakat Terbaik serta Tim dengan Luaran Paling Komprehensif. Sementara itu, UKMF KSI-Mist FMIPA meraih Terbaik 2 kategori Tim dengan Pemahaman Pemberdayaan Masyarakat Terbaik.

Prestasi berikutnya disumbangkan oleh UKMF Penelitian Reality Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) yang meraih Terbaik 2 kategori Poster Paling Informatif. Di kategori Ormawa dengan Rekam Jejak Pemberdayaan Masyarakat Terbaik, BEM KM Fakultas Psikologi sukses merebut posisi Terbaik 4, disusul Himpunan Mahasiswa Pendidikan Seni Rupa Fakultas Bahasa, Seni, dan Budaya (FBSB) yang menempati peringkat Terbaik 4 kategori Tim Paling Inspiratif.

Komarudin berharap capaian ini dapat memantik semangat organisasi kemahasiswaan lainnya untuk memperkuat kolaborasi bersama masyarakat, sehingga ilmu pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah dapat menjadi solusi konkret atas berbagai persoalan sosial di lapangan. (Athiful/KIM Depok)




Fun Walk Wira Muda Banyuraden Ajak Warga Biasakan Hidup Sehat dan Pererat Kebersamaan

Sleman — Karang Taruna Wira Muda Banyuraden mengajak masyarakat membiasakan pola hidup sehat melalui aktivitas fisik sederhana. Ajakan tersebut diwujudkan lewat kegiatan fun walk yang diikuti ratusan warga di Lapangan Banyuraden, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, pada Minggu (25/10/2026).

Kegiatan yang menjadi rangkaian puncak Pekan Olahraga Kalurahan (Porkal) Banyuraden 2026 ini berlangsung meriah. Antusiasme tinggi dari berbagai kalangan usia menunjukkan bahwa olahraga ringan seperti berjalan kaki dapat diakses oleh siapa saja serta efektif untuk menjaga kebugaran tubuh.

Lurah Banyuraden, Sudarisman, mengatakan bahwa kegiatan ini digelar guna mempererat silaturahmi dan kebersamaan antarwarga. Menurutnya, jalan sehat tidak hanya menjaga kebugaran fisik, tetapi juga memperkuat komunikasi dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

“Masyarakat yang sehat bukan hanya masyarakat yang kuat secara fisik, melainkan masyarakat yang rukun, guyub, dan saling mendukung,” ujar Sudarisman.

Pelepasan peserta dilakukan oleh Sudarisman dengan mengibarkan bendera start, disaksikan oleh Panewu Anom Gamping, Kurnia Astuti, serta Ketua Tim Penggerak PKK Banyuraden, Kwintartiningsih Puspoputri.

Sementara itu, Ketua Karang Taruna Wira Muda Banyuraden, Dias Dwi Nugroho, menambahkan bahwa fun walk ini juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat mengenai pentingnya aktivitas fisik yang konsisten untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

“Melalui kegiatan bersama, hubungan antarwarga dapat semakin erat, sementara semangat gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan sosial dapat terus tumbuh,” imbuhnya.

Melalui kegiatan ini, Karang Taruna Wira Muda Banyuraden berharap dapat terus menjadi pelopor dalam menggerakkan masyarakat menuju gaya hidup yang lebih bugar, aktif, dan harmonis. (Adnan Nurtjahjo/KIM Pararta Guna Gamping)