Pagelaran Wayang Oleh Dalang Remaja di SD Pendulan Sumbersari

Moyudan – Untuk menanamkan nilai-nilai seni dan budaya kepada para siswa, SD Negeri Pendulan Sumbersari, Moyudan, bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman menyelenggarakan  pagelaran wayang kulit. Acara itu digelar pada hari Sabtu, (19/3/2022) di SD Pendulan dengan lakon Aji Narantaka oleh dalang Aditya Andi Sadewa. Ki Aditya adalah dalang remaja yang baru kelas 3 SMP Pondok Pesantren Krapyak, Yogyakarta.

 “Tujuan digelarnya acara ini adalah agar siswa mengenal wayang dan dapat melestarikan kebudayaan Jawa yang adiluhung ini,” kata Sekretaris Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman, Aris Marwoto. Selain dihadiri Sekdin Kebudayaan Sleman, pagelaran wayang tersebut juga dihadiri oleh Wasita dan Dekhi Nugroho dari Dinas Kebudayaan Sleman, Panewu Moyudan Harso Wasono, Kapolsek Moyudan AKP Estiqomah, dan segenap guru, serta  perwakilan  orang tua/ wali murid dan perwakilan siswa masing-masing kelas.

Sedangkan narasumber Jasminto, menyampaikan tentang sifat-sifat tokoh wayang dan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya. Setelah itu, untuk mengenalkan nama-nama tokoh wayang kepada para siswa, narasumber tersebut memegang tokoh-tokoh wayang satu persatu, kemudian meminta siswa-siswi maju menyebutkan nama tokoh wayang tersebut. Tokoh-tokoh yang ditunjukkan adalah, Puntadewa, Raden Arjuna, Werkudara, Prabu Kresna, dan sebagainya. Ada hadiah uang saku dari Disbud bagi siswa-siswi yang dapat  menjawab dengan benar. Para siswa yang mengenakan pakaian Jawa seperti halnya para guru itu dengan antusias maju menjawabnya.

Sementara itu Kepala Sekolah SD Pendulan Tri Suyati, mengemukakan acara ini diselenggarakan dengan tujuan untuk memberikan tontonan sekaligus tuntunan kepada para siswa.

“Diharapkan para siswa dapat mencontoh tokoh-tokoh  wayang yang berbudi pekerti baik yang ditampilkan, sehingga kedepan bisa menjadi generasi bangsa yang berbudi pekerti luhur, berbakti kepada orang tua, masyarakat, nusa dan bangsa,” jelasnya.

Gelar budaya tersebut juga diselingi dengan Tari Cantrik oleh Muhammad Ridho dan pembacaan geguritan oleh Adisna Adli Pratama. (Eny Ms/KIM Sumber Biwara Moyudan)

Print Friendly, PDF & Email

Related posts