Paguyuban Dukuh Minta Bupati/Wakil Bupati Tidak Menjadi Tim Sukses

Paguyuban Dukuh Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) “Semar Sembogo” menuntut agar Bupati dan Walikota se DIY tidak menjadi tim sukses salah satu pasangan capres-cawapres dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) bulan Juli mendatang.Ketua Paguyuban Dukuh “Semar Sembogo” Sukiman kepada wartawan di Sleman, Kamis (5/6), menjelaskan 4.569 dukuh se DIY dengan tegas mendesak Bupati dan Wakil Bupati serta Walikota dan Wakil Walikota di DIY tidak menjadi tim sukses pasangan capres/cawapres.

“Apalagi antara Bupati dan Wakil Bupati biasanya berasal dari partai yang berbeda dan bahkan beda pilihan capres/cawapres-nya,” kata Sukiman.

Sukiman menyontohkan Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI berlatar belakang PAN sedang Wakil Bupati Yuni Satia Rahayu SS Mhum yang berasal dari PDIP, Kulonprogo dan Kota Yogyakarta juga menghadapi hal yang sama.

Jika mereka menjadi tim sukses, kata Sukiman, suasana kerja di kantor Pemda akan terganggu, demikian pula layanan kepada masyarakat akan terkendala pula.
“Pasca Pilpres pun akan timbul suasana yang kurang nyaman secara psikologis,” tutur Sukiman.

Karena itu, para dukuh mendesak agar pimpinan di daerah tidak menjadi tim sukses. “Juga untuk mengimbangi pimpinan daerah lainnya seperti Kajari, Kapolres, Dandim, Ketua Pengadilan Negeri dan sebagainya,” tambahnya.

Ia juga mengingatkan bawahan para Kepala Daerah ini para Kepala Dinas dan Camat hingga Lurah dan Dukuh juga harus netral sehingga tidak bagus jika atasan mereka justru tidak netral.

Print Friendly, PDF & Email

Related posts