Pembangunan Kalurahan Berbasis RW

Depok – Konsep pembangunan di Kalurahan Condongcatur yang pada 6 tahun lalu berbasis padukuhan diubah menjadi berbasis di RW untuk 6 tahun ke depan.

“Sehingga ada percepatan pembangunan di padukuhan di masing-masing RW. Prinsipnya adalah pemerataan pembangunan berdasarkan partisipasi warga masyarakat itu sendiri,” kata Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji saat Sosialisasi Penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Kalurahan (RPJMKal) Tahun 2022 – 2027 di Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, Jumat (18/6/2021).

Reno menerangkan bahwa tiap RW per tahun rata-rata akan menerima sekitar Rp40 juta dari kalurahan. “Dengan demikian diharapkan ke depan tidak ada lagi jalan yang rusak dan fasilitas warga lainnya semua dapat terpenuhi dengan baik,” lanjut Reno.

Dana itu nantinya juga dapat digunakan untuk pemberdayaan masyarakat dengan pelatihan-pelatihan untuk meningkatkan produktifitas dan ekonomi masyarakat.

“Pemerintah Kalurahan Condongcatur ke depan tidak akan belanja mobil dan kendaraan dinas lainnya kecuali akan pengadaan ambulans desa mengingat di tengah pandemi Covid-19 ini sangat dibutuhkan keberadaannya untuk menunjang Desa Tangguh Bencana tiap melakukan penanganan di masyarakat,” tegas Reno lagi.

Sumber Dana akan diambilkan dari Dana Desa (DD) yang saat ini mencapai sekitar Rp1,2 M. Kekurangan akan dicukupi dari sumber ADD dan PAD. Ini dimaksudkan agar semua pembangunan berbasis RW dapat berjalan dengan lancar dengan dukuh sebagai manajer pembangunan di padukuhan.

Dalam sosialisasi ini terungkap di Kalurahan Condongcatur masih ada padukuhan yang belum menyelesaikan pembangunan sarana prasarana olahraga dan balai Pertemuan warga seperti Padukuhan Tiyasan, Manukan, Pikgondang, dan Sanggrahan. Untuk itu, dalam 2 sampai 3 tahun ke depan pembangunan akan difokuskan di sana berdasarkan musyawarah dan kesepakatan pengurus padukuhan.(Wasana/KIM Depok)

Print Friendly, PDF & Email

Related posts