Pemberdayaan Ibu-ibu Dasa Wisma Melalui Bank Sampah

Sleman – Dasa wisma Melati yang terletak di Dusun Ngangkruk, Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman, DI Yogyakarta melakukan pemberdayaan ibu-ibu melalui pemanfaatan sampah dengan bank sampah Minggu (8/12/2019).

Adapun Dasa Wisma Melati terdiri dari 16 ibu-ibu yang rumahnya berdekatan di dusun Ngangkruk, sedangkan satu dusun terdiri dari 6 dasa wisma yang memiliki ciri khas dalam setiap kegiatannya. Di antaranya pengelolaan bank sampah, pembuatan kue, pengolahan makanan ringan hingga pembuatan kerajinan dari barang bekas.

Heny Purwantiningsih, Ketua Dasa Wisma mengungkapkan, kegiatan ini dilakukan sebagai upaya peningkatan ekonomi masyarakat dengan memanfaatkan barang bekas menjadi barang yang bernilai. “Sampah-sampah yang awalnya dibuang, sekarang bisa bernilai jual dengan dipilah dan dipilih,” imbuh dia.

Adapun sampah yang dapat dijual dibagi menjadi beberapa kategori, di antaranya: kertas, kardus, botol plastik, botol kaca, koran, ember bekas dan lain sebagainya. Sedangkan sampah yang paling banyak terkumpulkan oleh anggota dasa wisma adalah kertas dan botol plastik yang dijual mencapai Rp 1.800/ kilogram.

Ia mengaku kendala yang dihadapi di lapangan adalah berbagai macam kategori sampah yang harus dipilah dan timbangan yang dilakukan mandiri dengan pengepul sampah yang kadang tidak sesuai.

Proses melakukan bank sampah dilakukan setelah melalui proses panjang bersama kelompoknya melalui pertemuan rutin setiap selapan sekali (5 minggu sekali). Setelah itu mengundang ahlinya dari tempat pengelolaan sampah (TPS) Bara Muda Dayakan untuk menyosialisasikan tentang pemilihan barang bekas yang dapat dijual kembali.

Lalu ibu-ibu mengumpulkan sampah di rumah masing-masing dan disetorkan setiap seminggu sekali. Sampah yang telah ditimbang kemudian ditulis di buku tabungan dan akan diambil sebelum lebaran dengan nominal sesuai sampah yang pernah dikumpulkan dalam bentuk uang yang telah ditukar dengan sampah.

Heny berpesan kepada seluruh anggota agar dapat telaten dengan hal kecil dan sepele karena akan berdampak besar. “Nominal uang yang dihasilkan memang tidak seberapa, namun jika dilakukan dengan rajin kita akan belajar dari hal-hal kecil dan sepele serta menjadi penghasilan tambahan untuk kita semua,” tutur dia.(ISW/ KIM Sardonoharjo)

Print Friendly, PDF & Email

Related posts