Pemkab Mangayubagyo Haji Sleman

IMG_9956Sleman – Ibadah haji merupakan ibadah yang memiliki tempat khusus di hati dan pandangan masyarakat, baik secara personal maupun sosial. Secara personal banyak sekali kaum muslim yang merindukan untuk dapat hadir di rumah Allah tersebut agar dapat beribadah secara khusyuk dan mendapat ”ganjaran” yang besar.

Dari sisi sosial, ada penghargaan yang lebih, yang diberikan oleh masyarakat kepada mereka yang telah berhaji. Hal ini dapat dilihat dari gelar Haji yang diberikan kepada mereka.

Dalam interaksi sosial, masyarakat juga akan lebih menghargai dan menghormati para Haji ini. Bagi masyarakat, seorang haji adalah pribadi yang telah memiliki kadar keislaman dan keimanan yang lebih tinggi, pengetahuan agama yang luas, dan kemampuan ekonomi yang lebih.

“Wajar, jika kemudian para Haji ini memiliki status sosial yang tinggi di lingkungan masyarakatnya. Mereka biasanya dikategorikan sebagai sesepuh atau tokoh masyarakat,” kata Dra Hj Sri Muslimatun MKes, Wakil Bupati Sleman disela-sela mangayubagyo kepulangan jamaah haji Sleman di Pendopo Rumah Dinas Bupati, Kamis (13/10).

Disamaikan Sri Muslimatun  bahwa banyak hal kehidupan beragama yang dapat dicontohkan kepada masyarakat antara lain ketaatan melaksanakan sholat berjamaah ke masjid, membiasakan membaca Al Qur’an, membiasakan memberikan sedekah.

Serta menjalin hubungan silaturahmi dengan lingkungan, sehingga kehidupan beragama di kalangan masyarakat makin mantap, makin semarak, makin rukun dan damai, yang akhirnya akan melahirkan kehidupan masyarakat yang maju, rukun dan damai dalam lindungan Allah SWT.

Sedangkan Kepala Bagian Kesra Drs Herry Sutopo mengatakan bahwa tujuan mangayubagyo haji antara lain sebaagai saraana silaturahmi antara jamaah haji dengan Bupati dan pejabat Pemkab Sleman, juga sebagai bentuk kepedulian Pemkab Sleman dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat Sleman yang menunaikan ibadah haji.

Sementara  Plh Kepala Kantor Kemenaag Sleman Drs H Nurhuda MSi menambahkan bahwa awal jamaah haji Kabupaten Sleman yang berangkat tahun 2016 ini 994 jamaah, tetapi yang benar-benar berangkat hanya 992 jamaah karena 2 orang gagal berangkat, 2 yang gagal berangkat karena masalah kesehatan.

Sedang jamaah haji Kabupaten Sleman yang meninggal di Arafaah sebanyak 1 orang yaitu Ny Djumirah  Karto Temon. Dan jamaah haji kabupaten sleman yang meninggal di Tanah Air setelah 1 minggu kepulangan sebanyak 1 orang  yaitu  Muhammad Syahrir Lutan  karena sakit kanker paru-paru.

Print Friendly, PDF & Email

Related posts