Pemkab Sleman Audit Energi Pada Gedung Pemerintah

Sleman – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman melakukan audit energi pada bangunan gedung di komplek pemerintahan setempat untuk upaya penghematan terutama energi listrik. “Kebutuhan energi terutama listrik di Kabupaten Sleman semakin meningkat, dan hal tersebut belum diimbangi dengan pasokan energi yang cukup,” kata Kepala Dinas Sumber Daya Energi dan Mineral Kabupaten Sleman, Ir Sapto Winarno di Sleman, Jumat (17/10).

Dikatakan Sapto, DIY khususnya di Kabupaten Sleman tidak mempunyai sumber energi yang besar. Oleh karena itu perlu dilakukan penghematan energi dan manajemen pemakaian energi. “Langkah-langkah menuju manajemen energi yaitu komitmen manajemen, ada penanggung jawab kelistrikan, mengadakan audit energi, implementasi program audit dan merencanakan kegiatan konservasi energi,” kata Sapto. Menurutnya, audit terhadap penggunaan energi listrik dapat mencegah pemborosan dan meningkatkan efisiensi. Audit energi ini akan dilaksanakan  di Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman yang akan dilakukan oleh PT Bangun Cipta Persada.

Dijelaskan Sapto bahwa Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman akan menjadi contoh dan pioner dalam manajemen penggunaan energi di lingkungan Pemkab Sleman. Tujuan kegiatan ini adalah untuk melakukan audit terhadap konsumsi energi listrik dan kualitas listrik dengan cara memonitor dan merekam pola konsumsi energi listrik. Audit energi dilaksanakan selama 60 hari terhitung mulai 14 Oktober 2014 sampai dengan 12 Desember 2014. Dan audit energi ini dimaksudkan bukan hanya mengejar penghematan saja tetapi juga mempertimbangkan resiko yang ditimbulkan dari upaya penghematan tersebut.

“Untuk itu juga akan diperhatikan beberapahal terkait dengan pemeliharaan peralatan, perawatan, dan prosedur pengoperasian peralatan yang baik. Tidak menutup kemungkinan akan dilakukan modifikasi/penggantian/penambahan peralatan untuk mengurangi kerugian-kerugian, sehingga efisiensi dapat ditingkatkan,” tutur Sapto.

Upaya audit tesebut lanjutnya merupakan tindakan kongkrit dalam upaya konservasi energi, tanpa mengurangi kenyamanan dan kinerja pelayanan.

“Dalam melakukan audit energi ini akan dilakukan melalui beberapa tahapan pelaksanaan audit yaitu survei data lapangan, pengukuran, analisis peluang penghematan, analisis keuangan, implementasi projek audit, evaluasi dan perkembangan projek,” katanya.

Print Friendly, PDF & Email

Related posts