Pemkab Sleman Gandeng TNI/Polri Awasi Distribusi Pupuk

Sleman – Dinas Pertanian Perikanan dan Kehutanan (DP2K) Kabupaten Sleman menggandeng institusi TNI dan Polri dalam mengawasi proses distribusi pupuk di wilayah setempat. Hal ini dilakukan sebagai jaminan kepada petani terkait ketersediaan pupuk. Kepala DP2K Sleman, Ir Widi Sutikno MSi mengatakan keberadaan pupuk di Sleman bagi sektor pertanian masih dirasa aman. Pasalnya, distribusinya dianggap merata di seluruh wilayah pertanian.

“Sejauh ini belum ada keluhan dari petani terkait distribusi pupuk yang tersendat, dengan demikian dapat dikatakan belum muncul kendala di tingkat petani dalam mendapatkan pupuk,” kata Widi, Senin (30/3).\

Menurutnya demi menjaga kestabilan tersebut, pihaknya menggandeng TNI dan Polri untuk ikut mengawasi proses pendistribusian pupuk hingga ke tingkat petani. Upaya ini untukmenghindari ulah oknum dalam mengambil keuntungan pribadi dengan melakukan penimbunan.

“Upaya penimbunan sangat merugikan, bukan hanya petani namun juga masyarakat. Karena jika petani kesulitan mendapatkan pupuk, maka dikhawatirkan akan berdampak pada hasil panen yang dicapai,” ungkapnya.

Terlebih, kata Widi, tindakan menimbun pupuk sudah masuk dalam pelanggaran hukum. Untuk itu, dengan terlibatnya institusi TNI dan Polri dalam pengawasan distribusi pupuk, diharapkan dapat mencegah hal yang tidak diinginkan.

“Sehingga jika ada pelanggaran, dapat segera ditindak dan tidak membawa dampak bagi petani,” katanya.

Pada musim panen kali ini, DP2K Sleman menargetkan panen padi sebesar 301 ribu ton pada 2015. Hal tersebut melihat potensi panen yang besar di kabupaten ini, yaitu mencapai 6,1 ton per hektar. Saat ini potensi panen di wilayah pertanian Sleman mencapai 17.262 hektar dari 22.300 hektar lahan pertanian.

“Dengan rata-rata panen 6,1 ton per hektar, maka potensi panen padi yang didapat pada musim panen kali ini diperkirakan mencapai 105.298,2 ton,” kata Widi menjelaskan.

Sementara itu, Kapt Armed Karmadi, Pasi Ops Kodim 032 Sleman menyampaikan pihaknya siap membantu dalam pengawasan pendistribusian pupuk kepada petani. Ia mengakui di kalangan petani pupuk terkadang sulit didapatkan.

“Padahal semestinya tidak demikian, karena pendistribusian disesuaikan kebutuhan petani. Namun apabila ada penyimpangan yang diketahui oleh petani, kami berharap peran sertanya sehingga hal ini dapat dicegah,” kata Armed.

Print Friendly, PDF & Email

Related posts