Pendampingan SDM Dorong Terbentuknya Desa Mandiri Budaya

Kiprah Lembaga Desa Budaya Bangunkerto semakin nyata dengan dilengkapinya struktur organisasi empat pilar penyangga desa budaya meliputi desa wisata, desa budaya, desa preneur, dan desa prima di Kalurahan Bangunkerto. Desa mandiri budaya adalah konsep pembangunan dengan penekanan konsep sosial dan budaya yang dimiliki oleh desa setempat. Dalam kerangka pelestarian budaya, segala bentuk pembangunan, baik itu wisata, potensi kerajinan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), harus dalam kerangka budaya setempat. Oleh karena itu, lokus ini berbasis desa bukan dusun.

Menurut Anas Makruf, Lurah Bangunkerto, seiring dengan perkembangan dan peluang besar di tahun 2021 maka Bangunkerto akan dikukuhkan sebagai salah satu Desa Mandiri Budaya di Daerah Istimewa Yogyakarta. Berbagai persiapan pun dilakukan, salah satunya dengan pelatihan kuliner bagi desa wisata di Bangunkerto yang berlangsung di Bulan September lalu.

“Salah satunya di Desa Wisata Kelor dengan melibatkan pelaku wisata di bidang kuliner dari Desa Wisata Kelor, Pulewulung, dan Plosokuning,” ujar Anas.

Dinas Pariwisata DIY kemudian menindaklanjuti kegiatan tersebut dengan pendampingan SDM secara menyeluruh dari empat pilar desa mandiri budaya yang dilaksanakan selama satu pekan berturut-turut bertempat di Desa Wisata Pulewulung.

Kegiatan yang berlangsung hingga Senin (23/11/2020) ini, diikuti oleh peserta dari desa wisata, desa budaya, desa prenuer, desa prima, perangkat kalurahan, BUMDes, dan karang taruna Bangunkerto sebagaimana disampaikan Aris Suryanto salah satu pengurus Desa Wisata Pulewulung Kamis (19/11/2020).

Dalam pelaksanaan pendampingan SDM ini, dihadirkan narasumber dari akademisi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, praktisi dan pelaku wisata Yogyakarta, lembaga pelatihan outbound, dan lainnya.

Print Friendly, PDF & Email

Related posts