Penerapan e-Voting dalam Pilkades Serentak 2020

Gamping – Seiring perkembangan teknologi saat ini yang dapat diterapkan dalam berbagai bidang, termasuk keperluan demokrasi. Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Sleman, menggelar sosialisasi berkaitan dengan penerapan e-Voting dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak 2020 di Resto Lohjinawi, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman, Rabu (27/11/2019).

Acara yang dipandu oleh Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Dinas Kominfo Kabupaten Sleman, Noor Hidayati ZP menghadirkan Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Sleman, Budi Sutamba Saputra sebagai narasumber. Menurut Hidayati, sosialisasi terakhir di tahun 2019 ini diikuti oleh pengurus dan anggota Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) se-Kabupaten Sleman, pejabat Pemerintah Kecamatan, serta Saka Kominfo.

“Seiring dengan visi Kabupaten Sleman yaitu terwujudnya masyarakat Sleman yang lebih sejahtera, mandiri, berbudaya dan terintegrasikannya sistem e-Government menuju smart regency pada tahun 2021. Serta berdasar peraturan daerah (Perda) nomor 18 tahun 2019, tentang perubahan kedua atas perda Sleman nomor 5 tahun 2015 tentang tata cara pemilihan dan pengangkatan kepala desa, maka pemerintah kabupaten bertekad untuk melaksanakan pilkades 29 Maret 2020 mendatang di 49 desa, 718 padukuhan, 17 kecamatan menggunakan sistem elektronik (e-Voting),” tutur Budi Sutamba.

Budi juga mengungkapkan latar belakang dilaksanakannya e-Voting dalam pilkades antara lain, lambatnya proses penghitungan suara, kurangnya validitas data pemilih, hilangnya suara karena rusak atau tidak sah, perbedaan hasil penghitungan yang dilakukan panitia dengan saksi, serta pemanfaatan surat suara sisa.

“Adapun keunggulan sistem e-Voting yaitu pemberian suara hanya menyentuh tanda gambar di panel, penghitungan suara menjadi lebih cepat dan akurat, tidak ada suara yang hilang, sistem keamanan terjamin, menghasilkan jejak audit elektronik dalam bentuk struk suara pilihan pemilih, dan menjamin transparansi, akuntabilitas, serta kecepatan bagi publik untuk mengakses hasil pemilihan,” lanjutnya.

Diakhir paparannya, Budi Sutamba melakukan simulasi tata cara pelaksanaan pemungutan suara hingga tercetaknya hasil pemilihan sistem e-Voting dengan mengajak peserta sosialisasi berperan sebagai ketua KPPS, petugas verifikasi, petugas generator, petugas bilik, dan petugas tinta sambil melakukan tanya jawab. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kec Gamping)

Print Friendly, PDF & Email

Related posts