Pentingnya Pelaku UMKM Miliki Website Sendiri

Sleman – Para pelaku usaha UMKM perlu memperhatikan pangsa pasar di dunia digital. Pasar digital merupakan pasar yang jangkauannya luas sehingga memiliki peluang yang sangat besar untuk pengembangan suatu usaha.

Inilah yang menjadi pesan penting yang disampaikan Surgana, seorang pengusaha tas kertas ketika menjadi pembicara pada Talkshow Banjir Rezeki di Era Digital di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman, Jumat (25/10/2019). “Karena pasar digital itu merupakan pasar pasti (sure market),” ungkapnya mengenai market place digital.

“Jadi pengalaman saya, dulu awal saya menjalankan bisnis tas kertas ini, saya langsung membuka toko online. Saya memanfaatkan yang namanya Search Engine Optimization (SEO). Saya langsung membeli suatu domain (taskertas.net) untuk memposting hasil karya sederhana tas kertas saya. Tidak berapa lama, langsung ada pelanggan yang menelepon,” cerita pria lulusan Sastra Arab ini mengenai usahanya.

Surgana mengakui, banyak calon pelanggannya yang bahkan berasal dari luar negeri yang kemudian menjadi pelanggan tetapnya melalui internet. “Bahkan, belum lama ini saya dapat pesanan dari Doha Qatar ada yang memesan 100 juta paperbag, dengan kisaran omset milyaran rupiah. Ini semua berasal dari website,” akunya.

Surgana menyarankan bagi para pelaku UMKM untuk mempunyai website sendiri sebagai lapak online mereka. “Jangan ketika kita baru usaha, kita memilih fasilitas-fasilitas start up sebagai wadah lapak kita. Karena di sana, mayoritas pemainnya sudah pemain besar, jadi dengan mudahnya mereka menawarkan harga yang murah dengan kualitas yang bagus. Sementara kita yang baru buka usaha, tidak bisa seperti itu,” ia menekankan.

Oleh karena itu, para pelaku UMKM perlu memiliki tempat tersendiri ketika ingin bersaing melalui jalur digital. “Lebih baik buka website sendiri. Kita bisa mematok harga yang sesuai dengan keinginan kita, tidak terpengaruh dengan pesaing lainnya yang mematok harga yang sangat rendah,” tambahnya.

Surgana juga menyoroti kecenderungan para pelaku UMKM yang tidak memiliki rasa percaya diri terhadap usahanya. “Banyak para pelaku UMKM baru yang tidak percaya diri dengan produknya, sehingga menjualnya dengan harga yang rendah. Hentikan kebiasaan tersebut. Belajarlah untuk mengapresiasi diri kalian sendiri,” tutup Sugana.(Rep Faridz)

Print Friendly, PDF & Email

Related posts