Peran Bank Sampah dalam Pengelolaan Sampah Secara Mandiri

Sleman – Dinas Lingkungan Hiduk dan Kehutanan (DLHK) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pengelolaan Sampah dengan tema ‘Perkembangan Pengelolaan Sampah Mandiri di DIY dan Implementasi Permen LHK no. 14 tahun 2021 tentang Pengelolaan Sampah pada Bank Sampah’ pada Selasa (21/9/2021).

Rakor yang dilaksanakan  dengan tautan zoom meeting tersebut diikuti oleh sekitar 80 peserta perwakilan instansi DLHK DIY, DLH Kabupaten/Kota, P3E Jawa, JPSM, Forkom BUMDes, BPS dan perwakilan dari Bank Sampah yang ada di DIY.

Dalam sambutan pembukaannya, Kuncoro Cahyo Aji, Kepala DLHK DIY menggarisbawahi mengenai pentingnya pengelolaan sampah secara benar untuk dilakukan. Ia mengatakan selama ini, banyak yang keliru dalam mengelola sampah, karena hanya memindah sampah dari dapur ke luar rumah.

“Di sinilah peran pemberdayaan Bank Sampah perlu dilakukan, mengingat Bank Sampah telah melakukan pengelolaan dengan gerakan pemilahan sampah. Keberadaan Bank Sampah mestinya bisa memberi keteladanan karena fungsinya sebagai unit pengelola sampah dengan sistem 3 R,” ungkap Kuncoro.

Kuncoro juga mengharapkan masyarakat dapat mendukung penerapan Sistem Informasi Pengelolaan Sampah (SIPS) mandiri yang akan dimulai tahun 2021 ini, dengan melengkapi data yang diperlukan, seperti nama, alamat, dan nomor kontak dari Bank Sampah. “Harapannya dengan SIPS mandiri ini akan ada integrasi dalam pengelolaan sampah,” tambah Kuncoro.

Pada kesempatan yang sama, Santoro dari Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Jawa (P3EJ) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI yang menjadi narasumber dalam rakor menuturkan pemerintah telah memberikan payung hukum kepada Bank Sampah untuk melakukan tugasnya dalam pengelolaan sampah melalui Permen LHK Nomor 14 tahun 2021 tentang Pengelolaan Sampah pada Bank Sampah dan Surat Edaran dengan nomor SE.5/MENLHK/PSLB.O/10/2019 tentang Gerakan Nasional Pilah Sampah dari Rumah.

“Di sana (Permen LHK) secara jelas disebutkan bahwa Bank Sampah sebagai sarana edukasi perubahan perilaku dalam pengelolaan sampah,” ungkap Santoro.

Sementara itu, Bambang Suwerda dari Poltekes Kemenkes DIY yang juga menjadi narasumber menekankan bahwa pengelolaan sampah adalah kegiatan yang berkesinambungan dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas lingkungan, kesehatan, dan menjadikan sampah sebagai sumber daya. Pengelolaan tersebut dapat dilakukan di Tempat Pengelolaan Sampah Reuse, Reduce, dan Recycle (TPS3R) dan Bank Sampah.

Ia juga menggarisbawahi mengenai pentingnya kolaborasi antar semua pihak, baik dari TPS3R, Bank Sampah, maupun masyarakat dalam melakukan pengelolaan sampah secara mandiri. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)

Print Friendly, PDF & Email

Related posts