Peran Ibu Menopang Ekonomi Keluarga


Ngaglik – Meningkatnya tuntutan kebutuhan hidup di era modern membuat keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat harus memiliki kekuatan dan ketahanan dalam menghadapi segala permasalahan dan tantangan yang ada. Peran seorang ibu pun tidak lagi sebatas istri pendamping suami atau pengasuh anak tetapi juga sebagai penopang ekonomi keluarga, bersama-sama suami sebagai penopang utama.

“Untuk meningkatkan pendapatan ekonomi keluarga, para ibu yang merupakan peserta Keluarga Berencana (KB), Pasangan Usia Subur, Keluarga Sejahtera Tahap I dan Keluarga Pra Sejahtera di Padukuhan Banteran sepakat membentuk UPPKS (Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera) Makmur pada tahun 2010,” papar Samiasih, penggerak sekaligus penasehat UPPKS Makmur saat ditemui di rumahnya di Padukuhan Banteran, Desa Donoharjo, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman, Selasa (2/7/2019).

Di rumahnya yang sekaligus dijadikan showroom produk-produk UPPKS itu Samiasih bercerita awalnya UPPKS Makmur hanya beranggotakan 5 orang dan mendapatkan modal awal 5 juta dari BKKBN (Badan Koordinasi Keluaarga Berencana Nasional). “Jadi 1 orang mendapatkan Rp1 juta, pada waktu itu dipakai untuk membuat camilan pagi seperti gorengan, aneka nasi dan sayur kemudian dipasarkan terbatas di sekitar tempat tinggal,” imbuhnya.

Seiring berjalannya waktu, dengan kredibilitas yang bisa dipertanggungjawabkan, UPPKS Makmur memperoleh tambahan modal sebanyak 4 kali dan pada bulan Juni 2019 tambahan modal ini mencapai angka Rp25 juta. Jumlah anggota pun bertambah hingga saat ini berjumlah 30 orang.
“Pinjaman lunak ini selama 4 bulan pertama hanya mengembalikan jasa saja sebesar 0,5%, baru setelah 4 bulan membayar pokok beserta jasa hingga batas waktu 2 tahun,” ungkap wanita paruh baya ini.

Produk yang dihasilkan pun beraneka ragam mulai makanan atau camilan basah, penatu, katering, dagangan kelontong, pulsa, ternak burung puyuh, modiste, kerajinan dan puluhan aneka macam keripik seperti keripik singkong aneka rasa, berbagai varian rasa keripik pisang, stik talas, lompong, pare, bayam, daun singkong dan masih banyak lagi.

“Produk yang lagi tren saat ini adalah keripik pegagan dan binahong. Kami sampai kewalahan terima order karena bahan baku yang terbatas. Itu semua karena konsumen tahu khasiat dari tanaman herbal untuk kesehatan,” kata Samiasih yang juga terpilih sebagai ketua FOKUSS (Forum UPPKS Sleman Sembada) se-Kabupaten Sleman.

Dengan mengusung merek Sembada berbagai macam produk pun dipasarkan ke berbagai toko oleh-oleh, agen, warung, hingga mengikuti berbagai pameran, pasar tani setiap hari Jumat pagi dan juga dijual secara daring.

Ngatinah, salah satu anggota UPPKS Makmur mengaku kebutuhan ekonomi keluarganya sangat terbantu dengan adanya UPPKS ini. “Penghasilan suami yang tidak menentu sebagai buruh tani tentu tidak cukup untuk menutup semua kebutuhan kluarga, dengan adanya UPPKS ini modal pun tidak menjadi masaalah, usaha apapun asal dikerjakan dengan serius pasti mendatangkan hasil,” kata wanita yang sehari-hari berjualan aneka camilan, sayur dan juga menampung dan memasarkan produk dari anggota lain.

Melihat peran serta dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat, UPPKS Makmur Padukuhan Banteran ini pun telah dinobatkan sebagai Juara 2 Kelompok UPPKS tingkat Kabupaten Sleman saat memperingati Hari Keluarga Nasional tahun 2018 yang diadakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Kabupaten Sleman.

Melalui peningkatan peranan wanita akseptor KB, ke depannya UPPKS Makmur bertekad mewujudkan keluarga sejahtera, memperkuat ekonomi masyarakat dan menurunkan tingkat kemiskinan sehingga slogan UPPKS “Ekonomi Kuat, Keluarga Sejahtera, Kemiskinan Tuntas, Tas, Tas” yang selama ini didengungkan akan menjadi kenyataan. (KIM Ngaglik/Upik Wahyuni)

Print Friendly, PDF & Email

Related posts