Perangkat Daerah Harus Punya Etika

Perangkat desa dalam posisi sebagai birokrat harus mempunyai etika. Demikian disampaikan Camat Seyegan, R. Budi Pramono, saat kegiatan pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan perangkat Desa Margodadi, serta serah terima jabatan Kepala Seksi Pemerintahan, Dukuh Jagalan, dan Dukuh Grogol, Rabu (22/4/2020) di Gedung Pertemuan Desa Margodadi, Kecamatan Seyegan.

Kepada calon terlantik, Budi Pramono memberi contoh tentang filosofi bahwa perangkat desa di masa lalu disebut sebagai pangreh projo atau yang lebih bermakna sebagai memerintah, sedangkan di masa sekarang disebut pamong projo yang dimaknai sebagai melayani, baik masyarakat, instansi terkait, stake holder, maupun pihak-pihak terkait.

Lebih lanjut, Camat Seyegan menerangkan bahwa desa sebagai subsistem tidak mengambil langkah sendiri.

“Otonomi desa ini harus dimaknai yang lebih baik,” ujar Budi Pramono.

Tak hanya itu, Camat Seyegan juga mengharuskan perangkat desa mempunyai kompetensi yang meliputi 3 aspek yaitu skill, knowledge, dan attitude.

“Ketiganya ini yang harus dituangkan dalam memberikan pelayanan,” tandasnya.

Pengambilan sumpah dilakukan oleh Subandi, Kepala Desa Margodadi kepada tiga perangkat terlantik, yaitu Kepala Seksi Pemerintahan, Agus Sulistiyanto, Dukuh Grogol, Candra Setyawan Brata, dan Dukuh Jagalan, Amiek Ratnaningsih. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)

Print Friendly, PDF & Email

Related posts