Peringati Hari Aids Sedunia, Dinas Kesehatan Lakukan Aksi Simpatik

Sleman – Dalam rangka memperingati Hari Aids Sedunia, Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman mengadakan Kegiatan Aksi Simpatik HIV dan AIDS, Kamis (28/11/2019). Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan seluruh puskesmas yang ada di Kabupaten Sleman,  staf dinas kesehatan dan juga duta kesehatan. Kegiatan dengan tema Bersama Masyarakat Meraih Sukses ini merupakan salah satu bentuk kegiatan untuk menyukseskan pencapaian program 3 zero (Zero New Infection, Zero Aids Related Death, Zero Discrimination) pada tahun 2030.

Data dari Dinas Kesehatan, kasus orang terinfeksi HIV di Sleman ada 1.119 kasus, mayoritasnya adalah berusia 20-29 tahun. Kegiatan aksi simpatik ini pun menyasar para pemuda untuk menumbuhkan kesadaran mereka agar tidak berperilaku yang beresiko HIV.

Kegiatan aksi Simpatik HIV dan AIDS ini tersebar di beberapa titik. Titik pertama adalah Jogja City Mall, kemudian titik kedua adalah Sleman City Hall. Selain itu, ada beberapa perangkat daerah di Kabupaten Sleman yang dikunjungi seperti Dinas Pariwisata, Dinas Pendidikan, dan Dinas Tenaga Kerja. Para peserta aksi menyebarkan leaflet dan kipas untuk masyarakat, sambil memberikan informasi mengenai apa itu HIV AIDS dan juga bagaimana penyebaran dan pencegahannya.

“Ketika masyarakat semakin tahu mengenai HIV, semoga nantinya stigma negatif terhadap pengidap HIV positif akan berkurang, dan tidak ada lagi diskriminasi terhadap mereka karena mereka itu sama dengan kita,” ujar Agung dari Puskesmas Ngaglik I, salah satu anggota tim aksi.

Sementara itu Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Novita Krisnaeni berpesan bahwa perlu ada kesadaran terhadap HIV, terutama bagi orang-orang yang pernah berperilaku beresiko HIV. Hal ini dilakukan agar virus HIV dapat diketahui keberadaannya, sebelum terlalu parah menyerang kekebalan tubuh.

“Virusnya itu lama reaksinya. Jadi ketika kita pernah melakukan sesuatu yang beresiko, jangan takut atau malu untuk memeriksakan diri. Karena semuanya untuk kebaikan pelaku juga, agar nantinya dapat dilakukan penanganan kalau memang sudah terjangkit,” terang Novita.(Rep Faridz)

Print Friendly, PDF & Email

Related posts