Pj Lurah Trihanggo Imbau Calon Lurah Miliki Sikap Legawa

Trihanggo – Panitia Pemilihan Lurah di Kalurahan Trihanggo melaksanakan tahapan pengundian nomor urut calon lurah secara tatap muka terbatas penerapan protokol kesehatan pencegahan COVID-19 dikombinasikan dengan aplikasi Instagram Live dan Facebook yang digelar di Gedung Pertemuan Trihanggo, Senin (11/10/2021).

Turut hadir dalam pengambilan nomor urut calon lurah antara lain kepala Jawatan Keamanan Kapanewon Gamping, Harley Benyamin mewakili Panewu yang berhalangan hadir, Pj Lurah Trihanggo, Budi Supriyanto, Babinsa Koramil 17/GP, Sertu Sugiyono, dan Kanit Binmas Polsek Gamping, Iptu Subilal.

Sebelum dilakukan pengambilan nomor urut calon, seluruh kontestan mengucapkan pakta integritas sekaligus menandatangani Berita Acaranya. Sesuai dengan undian didapat hasil calon lurah Anto Sudadi mendapat nomor urut 1, Arif Bintoro nomor urut 2, Suyana WH nomor urut 3, Andry Prasetiyo nomor urut 4, dan Fajar Yunior nomor urut 5.

Dalam sambutannya, Pj Lurah Trihanggo, Budi Supriyanto berpesan kepada seluruh kontestan agar memiliki kesiapan mental dan hati yang legowo dalam menyikapi hasil pemungutan suara yang akan dilakukan pada 31 Oktober 2021 mendatang. Menurutnya, peluang untuk terpilih menjadi Lurah adalah kecil (1:5) hanya seperempat sedangkan peluang untuk tidak terpilih sebesar tiga perempat karena jumlah calon di Trihanggo ada 5 orang.

“Penentuan nomor urut adalah murni tidak ada rekayasa dan seluruh nomor adalah bagus karena mencerminkan sila-sila dalam Pancasila, serta sudah menjadi ketetapan dari Allah SWT. Selain itu, perlu kesiapan mental dan hati yang Legowo karena soal menang dan kalah tolong diletakkan sebagai hal kedua, yang utama adalah keguyuban, kerukunan, kedamaian, dan ketentraman warga masyarakat Kalurahan Trihanggo,” pesan Budi kepada para kontestan pemilihan lurah.

Selanjutnya Budi juga berpesan kepada calon lurah yang terpilih nantinya harus menjalankan amanah sebagai lurah secara ikhlas, penuh dedikasi, dan senantiasa berorientasi untuk meningkatkan derajat hidup masyarakat di Kalurahan Trihanggo.

“Tidak jadi lurah tidak apa-apa dan harus legowo. Seperti hidangan lemper ini yang memiliki filosofi jawa bahwa makanan tradisional lemper bahan bakunya adalah ketan yang berarti punya harapan agar raket dalam kerukunan dan paseduluran. Hidup ini luas dan banyak sisi lain kehidupan jalan beribadah selain menjadi lurah. Saya yakin semakin luas wawasan seseorang maka semakin banyak bidang untuk berkiprah,” pungkasnya. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)

Print Friendly, PDF & Email

Related posts