Profil Anak Sebagai Acuan Penyusunan Kebijakan Pemerintah

Menindaklanjuti kebijakan menuju Kabupaten Layak Anak (KLA), Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan keluarga Berencana (P3AP2KB) mengadakan pelatihan penyusunan profil anak yang digelar di Rumah Makan Pringsewu Mulungan, Kabupaten Sleman, Selasa (21/1/2020).

Peserta pelatihan terdiri dari unsur Kepala Seksi Kemasyarakatan, Karang Taruna, Forum Anak, dan Tenaga Kerja Sosial Kecamatan (TKSK) seKabupaten Sleman. Turut hadir dalam kegiatan ini pelaksana harian Kepala Dinas P3AP2KB Kabupaten Sleman yang juga Staf Ahli Bupati Sleman Bidang Kesejahteraan Rakyat, Suci Iriani Sinuraya, Kepala Bidang Perlindungan dan Pemenuhan Hak Anak, Sri Budiyatiningsih, serta Kepala Seksi Perlindungan Anak, Widaningsih.

Sebagai mentor pembuatan profil anak, Dinas P3AP2KB menghadirkan peneliti dari Lembaga Studi Pengembangan Perempuan dan Anak (LSPPA), Agus Ruyanto bersama Dyah Roessusita. Mereka berdua mengupas materi tentang Penyusunan Profil Anak berdasarkan 5 Kluster hak anak, manfaat profil, serta penjelasan data yang harus disiapkan oleh peserta pelatihan.

Dalam sambutannya, Suci Iriani menyampaikan bahwa profil anak menyajikan data dan informasi mengenai anak di wilayah kecamatan atau desa di segala bidang, diantaranya mengenai hak sipil dan kebebasan anak, lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif bagi anak, pendidikan dan kesehatan anak, serta perlindungan khusus bagi anak. Dengan adanya profil anak diharapkan dapat dijadikan acuan maupun masukan bagi pemerintah dalam perencanaan dan penyusunan kebijakan, program, dan kegiatan peduli anak.

Adapun materi yang dipaparkan oleh Agus Ruyanto menjelaskan jenis profil anak yang dapat dibuat oleh peserta sesuai dengan keinginannya. Ada 3 jenis profil yaitu berupa buku, majalah dinding, dan video. Profil yang baik adalah ditulis secara  jelas serta mampu memberikan gambaran yang jelas dan menyeluruh mengenai sesuatu yang ditulis. 

“Selanjutnya, sebuah profil perlu dilengkapi dengan data pendukung seperti foto dokumentasi, grafik, tabel, dan statistik. Selain itu, narasi harus tegas dan konsisten, tidak kontroversial antara satu bagian dengan yang lainnya, terfokus dan mengerucut pada pokok bahasan,” jelas Agus.

Di akhir paparannya, Agus menjelaskan tentang manfaat profil anak diantaranya, mengetahui secara gamblang tentang situasi dan kondisi suatu obyek, memberikan informasi tentang dinamika obyek berkaitan perkembangan dan pertumbuhan, penyajikan data secara lengkap tentang objek yang diprofilkan, serta dapat dijadikan sebagai baseline data untuk menyusun kebijakan atau kegiatan untuk mengatasi masalah yang ada. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kec Gamping)

Print Friendly, PDF & Email

Related posts