PUPM Ngemplak Tahun 2021 Prioritaskan Infrastruktur Pertanian

Musrembang Kecamatan Ngemplak yang digelar pukul 09.00-12.00 WIB di Gedung IPHI Ngemplak, Selasa (4/2/2020), menghadirkan Camat Ngemplak, tim Bappeda Sleman, anggota DPRD Sleman dapil Ngemplak, ketua forum se-Kecamatan Ngemplak, juga tokoh-tokoh masyarakat Ngemplak.

Sekretaris Kecamatan Ngemplak, Slamet selaku pemandu acara sekaligus ketua penyelenggara mengatakan, Musrembang Kecamatan Ngemplak mengambil tema Mengoptimalkan Potensi Daerah Menuju Kemandirian dan Kesejahteraan Masyarakat Sleman yang Berbudaya.

Dalam Musrembang ini, Camat ngemplak, Siti Wahyu Purwaningsih mengatakan, Pagu Usulan Partisipatif Masyarakat (PUPM) tahun 2021 menurun dibanding tahun 2020, dari sekitar 3 milliar menjadi sekitar 2,8 milliar.

Oleh karena itu, presentase kegiatan PUPM dibagi menjadi 62,21% untuk kegiatan fisik dan 37,89% untuk kegiatan nonfisik. Selain itu, menurut Siti karena sebagian besar wilayah Ngemplak adalah masyarakat petani maka dana PUPM akan difokuskan pada bidang pertanian.

“Demikian juga mempertimbangkan paparan Pagu dari 5 kades melalui kasi kesranya. Selain irigasi dan jalan usaha tani, barak pengungsian juga menjadi salah satu masukan karena wilayah Ngemplak juga berdampak pada risiko bencana Merapi,” tukas Siti.

Arif Setio Laksito, Sekretaris Bappeda Kabupaten Sleman menambahkan bahwa di DIY, indeks pembangunan manusia Kabupaten Sleman menempati urutan ke-2 sementara Kecamatan Ngemplak berada pada posisi ke-5. Karenanya, Ngemplak juga harus siap dengan rencana pembangunan Jogja Outer Ring Road, yang akan menghubungkan antara jalur Prambanan-Pakem.

“Yang pasti akan membawa dampak bagi masyarakat sekitar jalur yang akan dilalui,” pungkasnya. (bibit ‘BABE’ widayoko, KIM Ngemplak)

Print Friendly, PDF & Email

Related posts