Rembug Warga Tahunan BKM Wira Bhakti Pandawa

Sleman  – Sebagai lembaga sosial, ekonomi dan kemasyarakatan yang ada di tingkat desa, Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) mempunyai peran yang penting dalam menggalang potensi dan sumber daya baik yang dimiliki masyarakat setempat maupun dari pihak lain. BKM diharapkan dapat memberikan solusi berbagai persoalan mendasar yang ada di masyarakat. Selain itu BKM mempunyai peran strategis menjadi mitra pemerintah dalam melaksanakan program fisik, sosial dan pemberdayaan masyarakat.

Demikian dikatakan Camat Sleman, Mustadi dalam acara pembukaan Rembug Warga Tahunan (RWT) BKM Wira Bhakti Pandawa di Ruang Sadewa Balai Desa Pandowoharjo, Kecamatan Sleman, Kabupaten Sleman, Rabu (18/03/2020).

Sementara itu Mujiono selaku koordinator BKM Wira Bhakti Pandawa mengatakan bahwa dilaksanakannya Rembug Warga Tahunan (RWT) dimaksudkan sebagai bentuk pertanggungjawaban pengurus BKM kepada seluruh warga Pandowoharjo melalui Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM), lembaga kemasyarakatan desa, perangkat desa, tokoh masyarakat serta instansi terkait. Di samping itu juga disampaikan laporan semua kegiatan BKM dan unit pengelola yang berada di lingkup BKM.

“BKM Wira Bhakti Pandawa memiliki 3 unit pengelola yaitu Unit Pengelola Keuangan (UPK) yang mengurusi kegiatan pinjaman bergulir melalui KSM, Unit Pengelola Lingkungan (UPL) yang melakukan kegiatan di bidang pembangunan lingkungan serta Unit Pengelola Sosial (UPS) yang melakukan tugas sosial kemasyarakatan melalui pelatihan ketrampilan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat ” terang Mujiono.

“Dari beberapa program yang dilaksanakan BKM Wira Bhakti Pandawa, Program Pamsimas (Penyediaan Air minum dan sanitasi berbasis masyarakat) adalah kegiatan yang layak dibanggakan karena dengan Pamsimas telah membantu warga mendapatkan air bersih di beberapa padukuhan yaitu Karang asem, Gawar dan Gabugan dengan alokasi dana APBN sebesar 245 juta, dana APBDes sebesar Rp 55 juta serta dana dan swadaya masyarakat senilai lebih dari Rp 70 juta rupiah” tambahnya.

Lebih lanjut Mujiono mengatakan bahwa keberhasilan Pamsimas 2019 diapresiasi pemerintah dengan ditetapkannya Pandowoharjo sebagai salah satu dari 4 Desa di kabupaten Sleman yang akan menerima Dana Alokasi Khusus Pamsimas pada tahun 2020. Dana tersebut nantinya akan dialokasikan untuk sarana air bersih di dusun Majegan, Toino, dan Kloncoman. Sementara untuk tahun 2021 telah diupayakan juga agar mendapat program yang sama untuk dusun Dukuh, Temon dan Mancasan.

Dalam RWT yang dihadiri anggota BKM, Camat, kepala desa, KSM, unit-unit pengelola, perangkat desa serta lembaga dan tokoh masyarakat tersebut sepakat menerima laporan pertanggungjawaban pengurus BKM masa bakti 2016-2019. Mujiono juga melaporkan bahwa pada akhir 2019 BKM Wira Bhakti Pandawa melalui Unit Pengelola Keuangan memiliki aset sebesar Rp 312,5 juta.

Dalam kesempatan tersebut juga disusun program kerja BKM tahun 2020 yang terdiri dari bidang kelembagaan, bidang kesekretariatan, bidang fisik/lingkungan, bidang sosial serta bidang keuangan.

Di penghujung acara dilakukan pemilihan pengurus BKM masa bakti 2020-2022 yang langsung dikukuhkan oleh Camat Sleman. Pengurus baru yang terbentuk terdiri dari 9 orang yaitu Mujiono, Roni Jatmiko, Sunardiyono, Ismono, Suwardiyanto, Janari, Lina Nur Aini, Tini Wahyuni dan Mimin Mintarsih.

“Dengan terpilihnya pengurus yang baru  diharapkan mampu merealisasikan program pemberdayaan masyarakat, meningkatkan partisipasi dan kontribusi masyarakat dalam rangka meningkatkan kesejahteraan bersama sesuai visi misinya untuk menanggulangi kemiskinan dan meningkatkan taraf hidup masyarakat,” demikian pesan Camat Sleman. (Upik Wahyuni/KIM Ngaglik)

Print Friendly, PDF & Email

Related posts