Revitalisasi SAKA Untuk Menghadapi Revolusi Industri 4.0

Sleman – Revitalisasi Satuan Karya (Saka) merupakan salah satu agenda dari Kwartir Nasional untuk menghadapi era globalisasi dan revolusi industri 4.0. Revitaliasi merupakan tindakan yang terencana secara sistematik, konseptual dan multi dimensi, untuk menggiatkan kembali Saka baik sebagai satuan organisasi maupun satuan penyelenggara pendidikan kepramukaan.

Hal tersebut dikarenakan adanya tuntutan, tantangan, dan arah baru sebagai dampak perubahan lingkungan kehidupan, seperti lahirnya generasi milenial, revolusi industri 4.0, potensi bonus demografi, program nasional generasi emas 1945, serta adanya tuntutan implementasi Renstra dan Dasar Karya Kwarnas Gerakan Pramuka masa Bakti 2018-2023.

Anis Ilahi, selaku Tim Revitalisasi Saka Tingkat Nasional menjelaskan bahwa hingga tahun 2019 Kwartir Nasional Gerakan Pramuka memiliki 11 Saka yang telah bermitra dengan berbagai lembaga negara dan kementerian. Di antaranya ada yaitu Saka Bahari, Saka Bakti Husada, Saka Bhayangkara, Saka Dirgantara, Saka Kencana, Saka Taruna Bumi, Saka Wana Bakti, Saka Wira Kartika, Saka Widya Budaya Bakti, Saka Kalpataru, dan Saka Pariwisata. Revitalisasi ini memerlukan kolaborasi antar Saka tersebut.

Anis juga menyampaikan salah satu faktor pendorong internal revitalisasi adalah aspek historis yang menekankan pendidikan kepramukaan berorientasi mengembangkan karakter dan kecakapan hidup sejalan dengan kebutuhan anak muda dan remaja Indonesia sebagai potensi kekuataan bangsa.

“Pada aspek historis sebenarnya aspek kepramukaan itu dua, mengembangkan pendidikan karakter dan mengembangkan kecakapan hidup. Kecakapan hidup itu apa? Adalah keterampilan-keterampilan yang digunakan untuk kehidupan, tapi selama ini beban gerakan pramuka hanya pada pendidikan karakter sehingga kita lupa untuk membangun kecakapan hidup itu,” ungkapnya dalam acara Temu Pinsaka IX Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Sleman di Smartroom Dinas Kominfo Kabupaten Sleman, Sabtu (7/12/2019).

Pendidikan keterampilan pramuka berbasis kecakapan hidup yang perlu dikembangkan adalah life skill yaitu keterampilan hidup yang dikembangkan dalam pendidikan Saka agar peserta didik memiliki kemampuan untuk berperilaku adaptif, positif dan responsif dalam memenuhi kebutuhan serta menghadapi tantangan dalam kehidupan sehari-hari dengan efektif.

Selain itu, soft skill yaitu keterampilan yang dikembangkan agar seorang anggota Saka memiliki kemampuan dalam bekerjasama dengan orang lain (interpersonal skills) serta kemampuan mengatur dirinya sendiri (intrapersonal skills) dalam mengembangkan kompetensi yang telah dimiliki secara optimal, produktif, inovatif dan marketable.

Yang terakhir hard skill yaitu peningkatan kemampuan anggota Saka dalam penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi dan keterampilan teknis yang telah dipelajarinya untuk mengembangkan job creation, profesi, dan bidang kerja yang diinginkan serta pengembangan program volunter secara profesional.(Rep Anis)

Print Friendly, PDF & Email

Related posts