Sambut ASPD, SMP Negeri 1 Cangkringan Gelar ASP dan Doa Bersama

Sleman – Sebagai bentuk persiapan untuk menghadapi Asesmen Standarisasi Pendidikan Daerah (ASPD), SMP Negeri 1 Cangkringan menggelar kegiatan Auto Suggestion Power (ASP) di Aula SMP Negeri 1 Cangkringan pada Kamis (12/5/2022). Kegiatan yang diikuti oleh 129 orang Siswa beserta orang tua dan wali ini menghadirkan Nur Wahyudin Al-Azis, seorang motivator nasional.

Hadi Suparno, Kepala SMP Negeri 1 Cangkringan mengatakn kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk persiapan para siswa dalam menjalani pelaksanaan ASDP yang akan dilakukan pada pekan depan.

“ASPD memang bukan satu-satunya penentu kelulusan tetapi hasil nilai ASPD menjadi salah satu komponen untuk melanjutkan studi.  Maka harus dipersiapkan sungguh-sungguh,” kata Hadi.

Untuk itu, ia meminta khususnya pada orang tua siswa untuk dapat mendampingi anak-anak mereka dalam belajar, serta mendoakan, mengupayakan agar tetap sehat, dan mengurangi hal-hal yang tak bermanfaat.

Hal senada juga disampaikan oleh Joko Supranto, Ketua Komite SMP Negeri 1 Cangkringan. Ia mengatakan bahwa setiap orang tua harus mengawasi anak mereka, dan dapat memastikan anak untuk disiplin, serta paham akan potensi anak.

“Setiap anak memiliki bakat berbeda satu dengan lain yang harus dipahami oleh orang tua, bukan dengan marah tetapi pendekatan kasih sayang,” kata Joko.

Pelaksanaan acara ASP dan doa bersama dipandu langsung oleh Nur Wahyudin Al-Azis. Dalam kesempatan itu, Azis mengingatkan bahwa penyebab kegagalan adalah tujuan yang tidak jelas, menganggap suatu tujuan mustahil, tidak merasa harus, tidak fokus, pembenaran kesalahan, dan tidak tahu jalan kesuksesan. Ia juga memutarkan video ilustrasi terkait penyebab kegagalan untuk menggugah kesadaran para peserta.

Azis kemudian mengajak peserta untuk menuliskan target nilai ASPD yang kemudian diiring dengan komitmen beribadah tertib, tak berkendara motor, dan menghindari hal-hal yang tidak perlu, seperti tidak berpergian jika tidak memiliki keperluan yang tidak berarti.

“Di mana ada kemauan ada jalan. Di mana ada kemalasan ada alasan. Prestasi luar biasa tidak bisa diraih dengan cara biasa,“ pesan Aziz mengakhiri dengan doanya. (Edy/KIM Moyudan)

Print Friendly, PDF & Email

Related posts