Sariharjo Manfaatkan Infrastruktur PISEW dengan Berbagai Kegiatan

Alunan merdu tembang macapat memenuhi ruang pendopo penunjang pariwisata seni dan budaya Mudal Sariharjo Ngaglik. Selasa (17/11/2020) diselenggarakan latihan macapat dari Paguyuban Macapat Padukuhan Mudal yang dipimpin oleh Teguh Supranto pun latihan tari dan menggambar oleh anak-anak Padukuhan Mudal dan sekitarnya, bersamaan dengan kehadiran Wawan dari PISEW (Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah) Pusat beserta rombongan dan PISEW Provinsi DIY.

Menurut informasi Supargiyati, Dukuh Mudal, pendopo yang dibangun dengan dana PISEW 2020 juga secara rutin digunakan untuk latihan uyon-uyon yang dipimpin oleh Parman, latihan batik oleh Ibu-Ibu di wilayah Desa Sariharjo, serta latihan menari dan menggambar yang dibimbing oleh Wahyuningsih. Selain itu, juga dimanfaatkan oleh kesenian Hadroh. Latihan kegiatan ini dilaksanakan sesuai jadwal kegiatan masing-masing.

Dalam sambutannya, Lurah Sariharjo, Sarbini menjelaskan bahwa latihan tari, menggambar, membatik maupun berbagai kesenian merupakan kreasi mengasah otak kanan untuk menyeimbangkan kegiatan anak di masa pandemi.

Untuk menjaga dan melestarikan budaya ini, Sarbini berharap ada kolaborasi antara pemerintah kalurahan dengan kelompok seni budaya di Kapanewon Ngaglik.

“Masyarakat punya keinginan dan potensi, pemerintah kalurahan mewadahi dan nantinya pemerintah kalurahan bisa mengalokasikan dana secara rutin untuk mengembangkan potensi wilayah,” jelas Lurah lagi.

Sementara itu Wawan dari PISEW Pusat menyampaikan bahwa di DIY pembangunan yang berdampak pada sosial ekonomi tidak sulit dilakukan. Infrastruktur terbangun pun diharapkannya bermanfaat, bukan sekadar monumen sekaligus menjaga warisan budaya kita.

“Harapan ke depan bisa lebih baik lagi, lebih berkembang dan lebih bermanfaat,” imbuhnya.

Adapun Lukito, Satker PISEW Provinsi DIY menambahkan bahwa visi misi Kapanewon Ngaglik dalam kaitannya dengan PISEW lebih ke wisata seni budaya, embung dan outbond, di mana menurut penilaian provinsi meski baru tapi luar biasa.

Support dari masyarakat karena ini merupakan cita-cita masyarakat yang membutuhkan tempat untuk mengakomodir banyak kegiatan seperti ketoprak, batik, uyon-uyon tapi belum memiliki tempat untuk latihan pertunjukan. Diharapkan pemeliharaan dan pemanfaatannya bisa dilaksanakan masyarakat,” lanjut Lukito.

Usai monitoring pendopo penunjang pariwisata seni dan budaya di Mudal Sariharjo dilanjutkan monitoring pendopo penunjang pariwisata Embung Jetis Suruh dan los kuliner penunjang pariwisata Watu Ledhek di Sardonoharjo Ngaglik. (Endarwati/KIM Donoharjo)

Print Friendly, PDF & Email

Related posts