SDM Unggul Prioritaskan Pendidikan Karakter

Sleman – Pendidikan karakter merupakan salah satu kunci untuk menghasilkan SDM unggul. Pengembangan karakter seseorang menjadi perhatian prioritas dalam dunia pendidikan saat ini. Sikap seorang anak dan bagaimana dirinya menyikapi lingkungan kini memiliki posisi yang sama pentingnya dengan prestasi akademik yang ia raih. Inilah yang menjadi landasan utama Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman mengalihkan fokus program pendidikan yang akan dikembangkan, dengan mengubah sistem konvensional yang lebih berfokus kepada nilai akademik, menjadi sistem yang lebih komperhensif dengan memasukkan pendidikan karakter sebagai salah satu fokus utama pengembangan yang akan diterapkan.

“Kita selalu berupaya untuk mewujudkan pendidikan yang berkualitas di Kabupaten Sleman, dengan mengupayakan pendidikan yang lebih menyeluruh untuk menghasilkan SDM unggul,” ungkap Sri Wantini, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman ketika menghadiri pemantauan pelaksanaan strategi Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM) di Sleman Smart Room Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sleman, Kamis (07/11/2019).

Gerakan Sekolah Menyenangkan merupakan sebuah strategi yang diterapkan oleh Dinas Pendidikan untuk mempercepat perwujudan pendidikan berkualitas di Kabupaten Sleman. Titik fokus program ini adalah pengembangan pendidikan, terutama untuk untuk tingkat pendidikan dasar dan menengah pertama yakni character building, dalam hal ini etika dan empati.

“Ini sama dengan yang dilakukan oleh negara-negara maju, di mana sekolah-sekolah tingkat dasar dan menengah pertama itu fokusnya di kompetensi dan karakter, bukan transfer of knowledge,” jelas Novi Puspita Candra, co-founder Gerakan Sekolah Menyenangkan di sela-sela kegiatan.

Penerapan sistem baru ini menurut Sri Wantini selain untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Sleman, juga sebagai bentuk antisipasi masalah yang muncul di sistem zonasi yang berlaku saat ini.

“GSM ini diharapkan nantinya menghapus label sekolah favorit di Kabupaten Sleman, jadinya nanti seluruh sekolah di Sleman memiliki status dan kualitas yang setara seluruhnya. Karena nantinya guru-guru diberikan pelatihan sebagai fasilitator agar strategi ini dapat berjalan maksimal,” papar Sri Wantini 

Nantinya, para fasilitator itu diharapkan menjadi agen perubahan yang dapat mengubah pola pikir sekolah-sekolah mengenai proses pembelajaran. “Karena dengan sistem zonasi sekarang ini, kita harus mengimbangi ketersediaan sekolah yang menjadi unggulan. Dengan adanya sistem GSM yang berfokus pada pendidikan karakter dan kompetensi dengan mengedepankan kebiasaan untuk kritis, berpikir kreatif, dan relevan ini, diharapkan terdapat penyetaraan kualitas sekolah-sekolah yang ada di Sleman sehingga tidak ada lagi keresahan yang timbul di pihak orang tua mengenai kualitas pendidikan anak-anaknya,” tambah wanita berkacamata ini.

Selain itu, penerapan program GSM ini mendapatkan apresiasi dari para siswa. Mereka merasakan hal yang berbeda ketika mengikuti proses pembelajaran di sekolah. Hauma, siswa kelas 2 SD Negeri Purworejo Pakem menunjukkan rasa antusiasmenya dalam menjalankan program GSM ini. “Lebih senang dan lebih semangat saja belajarnya. Tidak bosan,” ujar Hauma melalui sambungan teleconference langsung ke Sleman Smart Room.

Penerapan program Gerakan Sekolah Menyenangkan ini juga mendapatkan tanggapan dari Sekda Kabupaten Sleman, Sumadi yang menghadiri langsung proses monitoring bersama pemangku kepentingan lainnya seperti Kepala Dinas P3AP2KAB dan Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Sleman. Setelah mendengar beberapa pengalaman langsung baik dari peserta didik maupun para pengajar mengenai penerapan GSM ini, Sumadi mengharapkan agar strategi ini dapat diterapkan secara maksimal.

“Sehingga anak-anak dapat menyalurkan bakat, minat mereka, dan dapat mencapai cita-cita yang mereka impikan. Harapannya mereka nantinya akan menjadi SDM unggul yang berkompeten, sehingga dapat membangun Sleman kedepannya.” tutup Sumadi. (Rep Faridz)

Print Friendly, PDF & Email

Related posts