Sekolah Lanjut Usia Wisuda 36 Siswa

Ngaglik – Para lanjut usia (lansia) hari itu berbangga diri, senang, dan terlihat sangat sumringah. Sejak pagi para sepuh ini sudah siap berpakaian dengan toga wisuda sarjana lansia, lengkap dengan topi wisuda dan tali kuning gading.

Para sepuh ini adalah mereka yang belajar di Sekolah Lanjut Usia (SLU) yang digagas Indonesia Ramah Lansia, sebuah organisasi non pemerintah yang berkontribusi untuk mewujudkan lingkungan ramah lansia dengan pendekatan program berkesinambungan dan perawatan jangka panjang. Hari itu mereka akan menjalani wisuda di Dusun Karet, Desa Pleret, Kecamatan Pleret, Kabupaten Bantul, Selasa (23/7/2019).

Direktur Indonesia Ramah Lansia, Endah mengatakan bahwa para sepuh ini sudah direncanakan dan dirancang lama untuk wisuda dengan sukses. “Hal ini penting, bahwa lansia dihargai dan dibuat senang dan nyaman. Semoga dengan wisuda dan memakai toga lengkap menambah semangat dan mantap menempuh kehidupan di hari tua,” terang Endah.

Dalam kesempatan ini Indonesia Ramah Lansia mewisuda 36 peserta SLU dan 6 caregiver. Selain rombongan tamu dari negara Asia Pasifik, turut hadir pemerhati lansia dari Hawaii, Singapura,  Malaysia, Thailand, India, Hongkong, Cina, Vietnam, Filipina, Korea, dan Jepang. Yang mewisuda adalah Prof. Kathryn Braun selaku President of Active Ageing Consurtium Asia Pasific (ACAP), USA didampingi oleh Prof. Tri Budi W. Raharjo sebagai Penasehat IRL, Prof. Takeo Ogawa dari Jepang, Ms. Thelma Kay dari Singapura serta Ashish Goek, MD Mph dari India dan lainnya.

Presiden ACAP, Prof. Kathryn Braun sangat mengapresiasi wisuda ini. “Selamat kepada wisudawati yang ditunggu-tunggu, dan nantinya kegiatan seperti ini akan ditiru negara lain,” ungkapnya. Sementara Prof Tri Budi W Raharjo menyatakan berbangga hati dengan wisuda ini. “Ternyata angan-angan yang dulu mustahil hari ini praktis menjadi kenyataan, bahwa lansia juga bisa sekolah dan diwisuda, ini semangat para lansia bangkit untuk masa depannya,” ujar guru besar Universitas Respati Jakarta ini.

Salah seorang wisudawati, Sudayati yang berusia 62 tahun mengaku bangga masih bisa sekolah lansia dam diwisuda. (KIM Ngaglik/Suripto)

Print Friendly, PDF & Email

Related posts