Simulasi Pemungutan dan Penghitungan Suara dengan Protokol Kesehatan

Simulasi Pemungutan dan Penghitungan Suara dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sleman Tahun 2020 dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sleman di lokasi Desa Wisata Kadisobo II Trimulyo, Kapanewon Sleman, Kabupaten Sleman, Sabtu (21/11/2020) pukul 07.00 hingga 16.00 Wib.

Kegiatan yang dipandu oleh Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Sleman, Noor Aan Muhlishoh dihadiri oleh Plt. Sekretariat Jenderal KPU Republik Indonesia, Nanang Priyatna, Ketua KPU Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Hamdan Kurniawan, Ketua KPU Kabupaten Sleman, Trapsi Haryadi, Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DIY, Bagus Sarwono, Ketua Bawaslu Kabupaten Sleman, Abdul Karim Musthofa, Kapolres Sleman, Dandim 0732/Sleman, serta perwakilan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Sleman.

Peraga simulasi pemungutan dan penghitungan suara yang dilakukan oleh Petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) TPS 2 Kadisobo II Rt.02 Rw.03 dihadiri 17 Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan anggota PPK Divisi Teknis Penyelenggaraan seKabupaten Sleman.

Dalam sambutannya Ketua KPU Sleman, Trapsi Haryadi menyampaikan ucapan terima kasih terhadap dukungan seluruh pemangku kepentingan atas terselenggaranya kegiatan simulasi pemungutan dan penghitungan suara yang digelar secara serentak di seluruh wilayah Indonesia karena pemilihan tahun 2020 menggunakan Sirekap yakni aplikasi untuk proses rekapitulasi berbasis elektronik yang dikembangkan KPU dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, dan rencananya akan diterapkan di semua tempat pemungutan suara.

Trapsi menambahkan, selain penggunaan aplikasi Sirekap dalam pemilihan serentak tahun 2020 juga penerapan protokol kesehatan Covid-19 di Tempat Pemungutan Suara yang harus dipatuhi oleh seluruh petugas KPPS, Pemilih, Pengawas TPS, saksi pasangan calon peserta pemilihan, serta petugas keamanan sesuai dengan Peraturan KPU Nomor 13 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pemilihan Serentak Lanjutan Dalam Kondisi Bencana Nonalam Covid-19 agar terwujud Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sleman tahun 2020 yang aman, damai, sehat, dan selamat.

“Ada 12 hal baru dalam pemilihan kali ini yaitu jumlah pemilih di tiap TPS dibatasi maksimal 500 orang dari sebelumnya 800 orang, adanya mekanisme baru pengaturan kedatangan pemilih, pemeriksaan suhu tubuh, bagi mereka pemilih yang memiliki suhu diatas 37,3 celcius akan disediakan bilik khusus, wajib menggunakan masker, melakukan penyemprotan disinfektan secara berkala di TPS, penyediaan tempat cuci tangan portable di setiap TPS, membekali petugas dengan Alat Pelindung Diri, dilarang berdekatan di dalam TPS (menjaga jarak), tidak bersalaman, mengenakan pelindung wajah, model tinta yang digunakan berubah, menjadi tinta tetes,” sebut Trapsi.

Trapsi berharap dengan adanya pedoman ini para pemilih setidaknya punya bayangan bagaimana protokol ketat kesehatan yang akan dijalankan saat Ppencoblosan nanti yang mengutamakan prinsip kesehatan dan keselamatan berpedoman pada protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19 dengan memperhatikan kesehatan dan keselamatan penyelenggara pemilihan, peserta pemilihan, pemilih, dan seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan pemilihan. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)

Print Friendly, PDF & Email

Related posts