Sleman Peringati Hari Kontrasepsi Sedunia dengan Pelayanan KB Gratis

Sleman — Dalam rangka Hari Kontrasepsi Sedunia yang jatuh pada 26 September mendatang, Kabupaten Sleman melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) mengadakan Pelayanan KB bagi warga Sleman dan sekitarnya. Acara tersebut diselenggarakan pada Kamis (17/09/2020) lalu di Puskesmas Nyaen, Pendowoharjo dengan tema “Bersama Mitra Tingkatkan Akses dan Kualitas Pelayanan KB dan Kesehatan Reproduksi pada Adaptasi Kebiasaan Baru”.

Menurut Joehananti Chriswandari, Kepala Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi (KB-KR) BKKBN DIY, rangkaian kegiatan Hari Kontrasepsi Sedunia ini cukup panjang dan beragam di Sleman. Satu hari pelayanan KB serentak di kabupaten dan kota ini menjadi salah satunya. Syarat untuk mendaftar cukup dengan fotokopi Kartu Keluarga, KTP, dan kartu BPJS, serta mengisi formulir dan kartu KB yang telah disediakan.

“Harapannya, pada masa new normal ini kita (berupaya) agar bagaimana tidak terjadi masa putus pakai dalam pemakaian alat kontrasepsi, yang sudah menjadi kebutuhan masyarakat dan harus difasilitasi,” ujar Anti.

Pada pelayanan KB tersebut terdapat 3 jenis pelayanan, yaitu KB dengan metode Implant, Intrauterine Device (IUD) serta Metode Operasi Pria (MOP). Seluruh pelayanan tersebut dapat dilakukan oleh masyarakat tanpa dipungut biaya apapun. Bahkan, para peserta MOP juga mendapat dana tunjangan dari Pemerintah Kabupaten Sleman sebesar Rp 1 juta.

“Dana dari JPS ini nantinya dapat diklaim oleh peserta, sebagai pengganti pendapatan yang tidak diperoleh karena harus beristirahat selama pemulihan operasi,” tutur Mafilindati Nuraini, Kepala Dinas P3AP2KB.

Acara pelayanan KB ini cukup mengundang antusiasme masyarakat, meski begitu acara tetap dilakukan sesuai protokol kesehatan. Seperti, acara sengaja diadakan tanpa kegiatan seremonial untuk menghindari masa yang berkerumun di satu lokasi. Pengantar juga dilarang masuk untuk menjaga pasien di ruang tunggu tetap berjarak satu sama lain. Siapapun wajib menggunakan masker ketika berada di area puskesmas, mencuci tangan, dan melakukan pengecekan suhu tubuh yang dibantu oleh petugas. Peserta MOP juga wajib melakukan swab test sebelumnya. Dokter dan seluruh tenaga kesehatan juga terlihat mengenakan APD lengkap.

Linda berharap melalui kegiatan ini kesertaan KB di Kabupaten Sleman dapat tetap dijaga serta ditingkatkan ke depannya.

“Saat ini masih ada 8% dari pasangan usia subur di Kabupaten Sleman, yang tidak ingin anak lagi atau menunda tapi belum menggunakan alat kontrasepsi, untuk itu melalui momentum ini, kami mengajak kesertaannya berKB,” ujar Linda. (Rep Ami)

Print Friendly, PDF & Email

Related posts