Sleman Sosialisasikan Budaya Pemerintahan “Satriya”‬

Sleman – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman telah menggelar sosialisasi dan internalisasi budaya pemerintahan “Satriya” bagi semua satuan kerja perangkat daerah dan seluruh kecamatan, pada hari Kamis (21/4).

‪”Sosialisasi ini diharapkan berkontribusi positif untuk meningkatkan profesionalisme aparatur di lingkungan Pemkab Sleman,” kata Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI, Jumat (22/4).‬

‪Dijelaskan Sri Purnomo, internalisasi budaya pemerintahan “Satriya” juga sejalan dengan upaya reformasi birokrasi yaitu mendorong perubahan pola pikir dan budaya kerja pada jajaran birokrasi agar terwujud pemerintahan yang profesional.‬

‪Budaya pemerintahan “Satriya” yang ditetapkan dengan Peraturan Gubernur DIY Nomor 72 Tahun 2008 tentang Budaya Pemerintahan di DIY adalah bentuk komitmen Pemerintah Provinsi DIY dalam mencapai keberhasilan transformasi birokrasi yang berbasis pada nilai-nilai kearifan lokal DIY, yaitu filosofi hamemayu hayuning bawana dan ajaran moral sawiji, greget, sengguh ora mingkuh serta dengan semangat golong gilig.‬

‪Menurut Sri Purnomo, untuk mewujudkan tata pemerintahan yang profesional memang tidak mudah. Pemerintahan yang profesional menuntut penyelenggara negara memiliki karakteristik adaptif, berintegritas, berkinerja tinggi, bersih dan bebas dari KKN.‬

‪”Selain itu juga mampu melayani publik, sejahtera, berdedikasi, dan memegang teguh nilai-nilai dasar dan kode etik aparatur negara, sebagaimana tertuang di dalam Peraturan Presiden Nomor 81 Tahun 2010 tentang Grand Design Reformasi Birokrasi 2010-2025,” katanya.‬

‪Sri Purnomo menambahkan pelaksanaan reformasi birokrasi nasional pada masa pemerintahan sekarang didukung gerakan “revolusi mental”. Revolusi mental merupakan gerakan memperbaiki karakter bangsa agar Indonesia menjadi lebih baik.‬

‪”Nilai-nilai revolusi mental adalah integritas, etos kerja, dan gotong royong. ASN harus menjadi pelopor, contoh dan teladan dalam menjalankan integritas dengan perilaku jujur, dapat dipercaya, anti memberi dan menerima suap,” katanya.‬

‪Sri Purnomo mengatakan, etos kerja ASN diwujudkan dengan bekerja tepat waktu, tidak menunda pekerjaan, dan melakukan inovasi dalam melayani masyarakat.‬

‪”Sedangkan budaya gotong royong dilaksanakan melalui perilaku saling menghargai, sopan santun dan saling bekerja sama,” tutur Sri Purnomo.‬

‪Sri Purnomo menambahkan sebenarnya, budaya “Satriya” ini merupakan nilai-nilai budaya lokal asli masyarakat Jogja. Nilai-nilai “Satriya” ini telah lama menjadi bagian dari kearifan lokal masyarakat sehingga nilai-nilai ini sangat strategis bagi peningkatan kinerja aparatur untuk mewujudkan pemerintahan yang profesional.‬

‪”Bagi ASN Pemkab Sleman, sikap yang sejalan dengan budaya pemerintahan “Satriya” adalah slogan pembangunan Sleman Sembada,” katanya. ‬

‪Secara harfiah sembada adalah suatu sikap dan perilaku yang berwatak ksatria, bertanggung jawab, taat asas, setia menepati janji, pantang menyerah, tabu berkeluh kesah, bulat tekad, kukuh mempertahankan kebenaran, menghindari perbuatan tercela, mampu manangkal dan mengatasi segala masalah, tantangan dan ancaman yang datang dari luar dan dari dalam dirinya sendiri, rela berkorban, dan mengabdi bagi kepentingan dan kesejahteraan bersama.

Print Friendly, PDF & Email

Related posts