Sleman Tetapkan 45 Lokasi Kawasan Permukiman Kumuh Perkotaan

Sleman – Kabupaten Sleman  menurut SK Bupati Sleman No.83/Kep.KDH/A/2014 tentang Kawasan Permukiman Kumuh Perkotaan, menetapkan 45 lokasi kawasan permukiman kumuh perkotaan di 6 Kecamatan, yakni Kecamatan Depok,  Mlati,  Gamping,  Ngemplak, Ngaglik dan Kecamatan Godean, dengan luasan keseluruhan sebesar 41,4 hektare.

“Ke-45 lokasi tersebut terbagi dalam 3 prioritas kawasan permukiman kumuh, yakni prioritas tinggi sebanyak 19 lokasi, prioritas sedang sebanyak 25 lokasi dan prioritas rendah sebanyak 1 lokasi,” kata Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI disela-sela membuka Sosialisasi Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) di Aula Bappeda Sleman, Rabu (24/8).

Dijelaskan Sri Purnomo, komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman dalam mendukung program pemerintah pusat dalam menyelesaikan permasalahan kawasan kumuh melalui persamaan pemahaman dan persepsi akan implementasi program KOTAKU di Kabupaten Sleman sehingga dapat mempercepat penanganan kawasan kumuh di Kabupaten Sleman, sekaligus mendukung gerakan 100-0-100.

Sebagai salah satu Kabupaten di DIY yang memiliki kepadatan penduduk yang tinggi, baik karena pertumbuhan penduduk maupun karena jumlah pendatang yang masuk, menyebabkan kebutuhan akan kawasan pemukiman di Kabupaten Sleman semakin meningkat, hal ini menjadi salah satu pemicu munculnya kawasan kumuh di perkotaan.

“Pada tahun 2016 terdapat 35.291hektar permukiman kumuh perkotaan yang tersebar di hampir seluruh wilayah Indonesia sesuai hasil perhitungan pengurangan luasan permukiman kumuh perkotaan yang dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Cipta Karya,” kata Sri Purnomo. Dan di Kabupaten Sleman ditetapkan 45 lokasi kawasan permukiman kumuh perkotaan di 6 Kecamatan, tambahnya.

Menurut Sri Purnomo  dalam menangani Kawasan Permukiman Kumuh Perkotaan Pemkab Sleman mengacu pada Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2011, dengan pola penangan kumuh meliputi pencegahan yakni melalui pengawasan dan pengendalian serta pemberdayaan masyarakat, serta peningkatan kualitas yakni melalui pemugaran, peremajaan dan pemukiman kembali.

Melalui implementasi program KOTAKU di Kabupaten Sleman, diharapkan dapat semakin mempercepat penanganan kawasan permukiman kumuh perkotaan di Kabupaten Sleman, sehingga dapat mendukung terwujudnya permukiman perkotaan yang layak huni, produktif dan berkelanjutan di Kabupaten Sleman.

Sedangkan Plt Sekretaris Dinas PUP Kabupaten Sleman, Mirza Anfansury ST Mt mengatakan tujuan program KOTAKU  untuk meningkatkan akses terhadap insfrastruktur dan pelayanan dasar  di permukiman kumuh untuk mendukung terwujutnya permukiman yang layak huni, produktif dan berkelanjutan .

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penandatangan lounching KOTAKU oleh Bupati Sleman dan peserta sosialisasi. Bertindak sebagai nara sumber dalam sosialisasi tersebut dari Kepala Satker PKP DIY dengan materi Sinkronisasi kebijakan penanganan kumuh DIY, dari Bappeda Sleman dengan materi Konsep dan kebijakan penanganan kumuh Kabupaten Sleman dan Pokjanis Kabupaten Sleman dengan materi konsep dan kebijakan program KOTAKU.

Print Friendly, PDF & Email

Related posts