Sleman Tuan Rumah Indonesia Creative Cities Festival 2018

Indonesian Creative Cities Network (ICCN) bersama dengan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) mengadakan kegiatan Indonesia Creative Cities Festival (ICCF) 2018 bertemakan Holopis Kutha Baris. Tema ini terinspirasi dari semangat Bung Karno pada saat menyemangati Indonesia untuk senantiasa bergotong-royong dalam apapun masalah sehingga dapat teratasi. Acara ini juga sebagai semangat bagi kota-kota yang ada di Indonesia agar bisa berjejaring untuk lebih bersinergi dalam memunculkan suatu inovasi yang bergairah demi mewujudkan Indonesia yang lebih kaya dan lebih baik.

ICCF berlangsung 15-20 Oktober 2018 di beberapa lokasi di Sleman dan diikuti anggota ICCN, Bekraf, komunitas-komunitas kreatif yang ada di Indonesia, dan peserta umum yang telah mendaftarkan diri.

Ketua panitia ICCF Muhammad Arief Budiman yang juga merupakan Sekretaris ICCN mengatakan bahwa ada 170 perwakilan kota kreatif di Indonesia.

“Saya tidak sabar ingin melihat seperti apa hasil perjuangan kita semua ini, membentuk masa depan kita. Dan kita tidak akan berhenti percaya, berdoa, dan berikhtiar untuk mewujudkan impian indah di kota-kota kita,” ujar Arif saat pembukaan ICCF, Rabu (17/10) di Hotel Sahid J-Walk, Babarsari, Sleman.

Pada kesempatan yang sama, Hari Santosa Sungkari selaku Deputi Infrastruktur Bekraf Indonesia menyampaikan bahwa Bekraf mempunyai visi membangun Indonesia menjadi salah satu kekuatan ekonomi dunia dalam ekonomi kreatif pada 2030 nanti dan Bekraf bertanggung jawab terhadap pengelolaan ekonomi kreatif.

Di sesi lainnya Fiki Satari selaku Ketua Umum ICCN membicarakan tentang betapa pentingnya jejaring ICCN ini sebagai energi jejaring yang mencipta. “Ketika membicarakan tentang kreatifitas, Indonesia tidak pernah ada lawannya di muka bumi ini. Hal tersebut dikarenakan orang-orang Indonesia banyak yang kreatif dan meraih juara bahkan sampai juara dunia, namun di sini tantangannya adalah bagaimana kekuatan kreatifitas itu bisa memberikan resonansi atau manfaat kepada masyarakat kota dan kabupaten,” terang Fiki.

Di Indonesia saat ini ada dua jejaring kota kreatif yang masuk ke dalam jejaring kota kreatif dunia versi UNESCO/UNESCO Creative Cities World yaitu Pekalongan dan Bandung. ICCN ingin menjadikan Sleman dan kota-kota lain juga masuk dalam peta kota kreatif ini. Di sini ICCN memiliki peran penting dalam mengumpulkan data sebagai kunci di masa depan agar bisa menjadi efektif, diformulasikan, disinergikan, dan tentunya produktif.

Print Friendly, PDF & Email

Related posts