Solusi Sleman Tingkatkan Daya Saing Ekonomi Masyarakat

Pemkab Sleman berkomitmen melakukan pemberdayaan masyarakat guna meningkatkan daya saing ekonomi dan mengurangi angka kemiskinan. Demikian disampaikan Pustopo, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Kop UKM) dalam kegiatan Sosialisasi Peningkatan Penguatan Kapasitas Permodalan dan Usaha Ekonomis yang digelar Dinas Kominfo Sleman pada Selasa (31/12/2019) di RM Pringsewu, Jalan Magelang.

Pustopo membeberkan pihaknya menyusun beberapa strategi agar komitmen tersebut dapat terwujud. “Kami melakukan upaya peningkatan peran serta masyarakat contohnya dengan pemberdayaan Kelompok Masyarakat melalui UPK, BKM, Kube, PKK desa, dan kelompok usaha lainnya menjadi kelompok yang berbadan hukum,” ujarnya.

Selain itu, Dinas Kop UKM juga berupaya melakukan pemberdayaan Pelaku Usaha Mikro melalui penumbuhan wirausaha pemula, kerjasama magang, dan kemitraan usaha, serta melakukan pendampingan bagi pelaku UMKM secara berkelanjutan dengan tenaga konsultan yang kompeten melalui layanan PLUT.

“PLUT ini jasa konsultasi non finansial untuk beberapa masalah KUMKM, layanannya beragam, ada konsultasi dan mentoring bisnis, promosi dan pemasaran, kemitraan, bahkan pelatihan,” tukas Pustopo.

Ditambahkan Pustopo, meski pihaknya tidak dapat memberikan bantuan finansial pada layanannya, dirinya tetap memberi bantuan pada masyarakat yang ingin memiliki akses pada Lembaga Ekonomi dan Keuangan. Seperti diketahui, Dana Penguatan Modal atau Dana Bergilir yang dikelola Badan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Sleman ini menjadi salah satu solusi pinjaman bagi masyarakat yang ingin meningkatkan usahanya.

Ahmad Sudarsana, Kepala UPTD Pengelolaan Dana Penguatan Modal, Badan Keuangan dan Aset Daerah Sleman yang juga hadir dalam kesempatan tersebut pun menjelaskan lebih lanjut terkait kriteria penerima Dana Penguatan Modal ini.

“Tentunya penerima harus sudah memiliki usaha atau kegiatan, kemudian tidak sedang menerima dana pinjaman dari APBD, berdomisili usaha di wilayah Sleman dan ber-KTP Kabupaten Sleman, pribadi maupun kelompok dapat menerima DPM ini,” jabar Ahmad Sudarsana.

Dikatakannya, per November 2019 setidaknya 44 miliar DPM telah bergulir. Masyarakat menurutnya dapat melakukan pinjaman dengan jangka waktu 1 hingga 3,5 tahun dengan bunga tetap.

“Untuk DPM ini BKAD memiliki mitra kerja di beberapa perangkat daerah atau kami sebut dengan SKPD teknis, seperti bagi koperasi dan pelaku UMK di Dinas Kop UMK, kemudian kelompok tani dan usaha perorangan pertanian bisa melalui Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan,” lanjutnya.

Untuk masyarakat yang membutuhkan DPM ini, Ahmad mengatakan masyarakat dapat menghubungi SKPD Teknis yang selanjutnya akan melakukan proses verifikasi dan penilaian terhadap proposal pemohon sebelum pada akhirnya dinyatakan layak maupun tidak menerima DPM.

Print Friendly, PDF & Email

Related posts