Sosialisasi Vaksinasi Tahap Dua di Kabupaten Sleman

Pelaksanaan vaksinasi tahap dua untuk petugas pelayanan publik baik di tingkat pusat maupun daerah mulai dilaksanakan. Demi mensukseskan vaksinasi tahap dua tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman mengadakan Sosialisasi Vaksinasi COVID-19 Tahap 2 Bagi Petugas Publik pada Senin (22/2/2021) di Smart Room Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sleman. Acara sosialisasi juga disiarkan secara virtual melalui kanal Youtube Sleman TV.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, dr. Joko Hastaryo pada acara sosialisi menyatakan bahwa proses vaksinasi tahap kedua merupakan rangkaian tahapan program vaksinasi yang diperuntukkan untuk para petugas pelayanan publik, baik di tingkat pusat, sampai ke tingkat kalurahan. “Tahapan pertama sendiri untuk tenaga kesehatan, sampai saat ini sudah mencapai angka 89% total nakes yang sudah divaksin dosis pertama, dan 85% untuk dosis kedua,” ungkapnya.

Ia mengingatkan bahwa proses vaksinasi tetap harus diiringi dengan penerapan protokol kesehatan.

“Penerapan protokol kesehatan  CITAMASJAJAR (Cuci Tangan Pakai Sabun, Pakai Masker dan tetap jaga jarak) dan vaksinasi saling melengkapi untuk memutus rantai penularan dan penyebaran protokol kesehatan. Sehingga, kami berharap bahwa sebelum mendapatkan vaksin COVID-19 harus tetap mematuhi protokol kesehatan yang ada, apalagi target vaksinasi diperkirakan baru akan selesai akhir desember 2021,” ujar Joko.

Joko mengakui bahwa tantangan proses vaksinasi tahap kedua ini lebih berat dari pada vaksinasi tahapan pertama. “ Karena untuk masyarakat pelayanan publik, terutama dalam hal pendataan. Mudah-mudahan semuanya bisa tercover melalui link pendaftaran yang sudah dipersiapkan,” tambah Joko.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinkes Sleman, dr. Novita Krisnaeni menyampaikan bahwa sasaran vaksinasi tahap kedua ini merupakan petugas publik yang bekerja di wilayah Seman.

“Sasarannya adalah guru, dosen, dan tenaga pendidik termasuk yang bekerja di sektor pendidikan, pedagang pasar, tokoh agama, wakil rakyat, pejabat negara, menteri, pegawai pemerintah, keamanan seperti TNI, Polri, Satpol PP, pelayanan publik seperti transportasi publik, atlet, wartawan, pekerja media, pertugas pariwisata, hotel, dan restoran,” jelas Novi.

Ia berharap proses vaksinasi ini dapat dilaksanakan dengan lancar, tanpa ada halangan seperti penolakan vaksinasi.

Untuk tata cara pendaftaran vaksinasi dijelaskan langsung oleh Plt. Kepala Seksi Survim Bidang P2P Dinkes Sleman, dr. Dyah Arum Retnaningtyas. Ia menyampaikan bahwa masyarakat yang termasuk kedalam kategori penerima vaksin tahap kedua dapat mendaftar melalui laman daftarvaksin.slemankab.go.id.

“Semuanya bisa mengakses laman tersebut hingga batas pendaftaran tanggal 28 Februari 2021 jam 23.59. Pastikan bapak ibu fokus dalam mengisi data karena hanya dapat mendaftar sekali dan tidak dapat diganti-ganti lagi,” jelasnya.

Arum menjelaskan bahwa masyarakat mendaftar dengan mengisi data diri dengan menginput Nomor Induk Kependudukan (NIK), dilanjutkan dengan pengisian nama, tanggal lahir, dan jenis kelamin. Pada lembar pendaftaran, masyarakat juga diminta untuk memilih lokasi fasilitas kesehatan untuk proses vaksinasi.

“Nanti akan diinformasikan lebih lanjut melalui web dan sosmed Dinas Kesehatan, jadi sering-sering dipantau. Lewat SMS juga, oleh karena itu silahkan menginput nomor yang aktif, yang dapat menerima SMS,” terang Arum. (Rep Hida)

Print Friendly, PDF & Email

Related posts