Sunmor Sembada, Promosikan UMKM Sekaligus Lestarikan Seni Budaya

Sleman – Sunday Morning (Sunmor) Sembada adalah pasar kaget yang digelar setiap Minggu Pahing di Lapangan Denggung, Kabupaten Sleman. Dalam setiap gelarannya, Sunmor Sembada yang diprakarsai Pemerintah Kecamatan Sleman dan kelompok Informasi Masyarakat (KIM) manggolo Purnomo ini selalu diisi dengan car free day, produk UMKM, kuliner, literasi, seni, dan budaya.

Dalam gelaran terakhir di tahun 2019, Camat Sleman, Mustadi mengajak seluruh peserta untuk saling bekerjasama mengevaluasi kegiatan Sunmor ini. “Ini demi kemajuan bersama pada tahun 2019, untuk perbaikan inovasi pada tahun depan 2020 agar lebih baik dari tahun sebelumnya,” ujar Mustadi saat menghadiri Sunmor Sembada di Lapangan Denggung, Kabupaten Sleman, Minggu (8/12/2019).

Mustadi juga menyatakan Kecamatan Sleman berkomitmen menjaga keberlangsungan seni dan budaya yang ada. Sunmor Sembada edisi kali ini diisi dengan tampilnya kesenian tradisional kuda lumping atau Jathilan yang semua pemain dan penabuh gamelannya masih anak-anak usia sekolah menengah pertama (SMP). Mereka tergabung dalam Satrio Mudo Wiromo yang berasal dari Dusun Beteng, Desa Tridadi, Kecamatan Sleman. “Ini salah satu bukti bahwa kita menjaga kesenian tradisional asli dari Yogyakarta,” kata Mustadi.

Di bidang ekonomi, Sunmor Sembada menjadi usaha untuk menampilkan potensi UMKM yang ada, melatih belajar menjadi pengusaha, dan mempromosikan serta mempublikasikan produk UMKM.

Selain di bidang UMKM dan kesenian, pihak pengelola Sunmor Sembada juga mengajak warga pengunjung untuk mengenal literasi, caranya dengan menggandeng Dinas Perpustakaan dan Kearsiapan yang lokasinya tepat di samping lokasi Sunmor Sembada ini untuk buka melayani masyarakat pada hari Minggu. Selain itu ada mobil perpustakaan keliling dari forum taman bacaan masyarakat yang selalu menggelar lapak buku bacaan di setiap gelaran Sunmor.(Agus Nur Widayadi/KIM Sleman)

Print Friendly, PDF & Email

Related posts