Susun RDKK, Gapoktan Harus Punya Data yang Valid

Bertempat di rumah Ketua Gapoktan Katon Mandiri, Kalurahan Margokaton, Seyegan, pada Rabu (17/2/2021) diadakan pertemuan khusus ketua kelompok tani yang tersebar di 12 padukuhan yang berada di Kalurahan Margokaton. Maksud dari pertemuan tersebut adalah untuk pembinaan dalam penyusunan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).

Pertemuan tersebut dihadiri oleh Penyuluh Pendamping Kapanewon Seyegan, Arif Nurdila Komar, serta perwakilan dari kalurahan, yaitu Widodo, Danarta Margokaton dan Budi Rustami, Ulu-ulu Magokaton.

Arif Nurdila Komar dalam pertemuan menyebutkan bahwa hal yang harus diperhatikan ketika menyusun RDKK adalah validitas data. Menurutnya, data yang belum valid, menyebabkan RDKK bermasalah. “Misal, tidak ada kesesuaian antara nomor KTP dan nama yang ada di KTP menjadi penyebabnya. Banyak petani yang namanya tidak muncul di data base petani yang mengajukan pupuk bersubsidi,” jelas Arif.

Arif menambahkan untuk tahun 2021 ini pengajuan RDKK masih manual, tetapi untuk tahun 2022 nanti pengajuannya telah melalui sistem. Sementara basis data yang digunakan adalah KTP dan luas lahan. “Sehingga nama dan NIK harus betul,” ucapnya.

Untuk luas lahan, Arif menyebutkan bahwa sistem akan menghapus secara otomatis nama petani yang mempunyai luas lahan melebihi kuota yang sudah ditetapkan yaitu 2 Ha. “Untuk itu saya harap masing-masing kelompok  tani untuk segera menyerahkan foto vopy KTP dan luasan lahannya,” ujar Arif.

Menyikapi pentingnya validates data, Danarta Margokaton Widodo menyatakan bahwa kalurahan siap untuk membantu gapoktan untuk melakukan verifikasi data RDKK. Selain itu, kalurahan juga akan terus memfasilitasi kegiatan pertemuan yang akan dilakukan, baik dari gapoktan maupun dari P3A (Paguyubab Petani Pemakai Air).

Sementara pada kesempatan yang sama, Sutarto Agus Raharjo, Ketua KIM Seyegan memberi informasi kepada ketua kelompok tani akan adanya Program Kemitraan Budi Daya Pisang Kirana dengan Sistem Plasma Inti dari Perusahaan Tani Hub, dan Program Kemitraan Budi Daya Jagung dengan Sistem Plasma dari Dewan Ketahanan Pangan.

Untuk program budi daya Pisang Kirana dari Perusahaan Tani Hub, Sutarto menyebutkan bahwa bentuk program kemitraan yang akan dijalin antara lain modal kerja yang meliputi pengadaan bibit, pupuk, hormon, paranet, bambu, pestisida, jaring dan tenaga olah lahan dipinjamkan oleh perusahaan. Kemudian, selama masa kontrak 2 tahun atau 3 kali panen, petani mendapat pendampingan dari perusahaan dan petugas PPL di wilayah tugasnya. “Nantinya perusahaan akan membeli hasil panen petani dan hasilnya setelah dikurangi pinjaman modal kerja, sisanya untuk bagi hasil perusahaan dan petani,” jelas Sutarto.

Sedangkan untuk program kemitraan budi daya jagung dengan sistem semi plasma, Kementrian melalui Dewan Ketahanan Pangan menawarkan untuk setiap hektarnya, para petani akan dipinjamkan modal sebesar 15 juta. “Hasil panen akan dibeli oleh kementrian dengan harga diatas harga pasaran dan setelah dikurangi pinjaman modal awal, sisanya 100% untuk petani, tanpa bagi hasil,” jelasnya lagi. Sutarto juga menambahkan bahwa kerjasama kedua program kemitraan tersebut harus dalam bentuk kelompok. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)

Print Friendly, PDF & Email

Related posts