Hadapi Kemarau, Pemkab Sleman Siapkan 13 Embung
SLEMAN – Menghadapi musim kemarau Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman akan menyiapkan 13 embung di seluruh wilayah Sleman. Kepala Bidang (Kabid) Penyediaan dan Pembinaan Sumber Daya Air (PPSDA) Dinas Sumber Daya Air, Energi dan Mineral (SDAEM) Sleman, Warsono, mengatakan, Pemkab Sleman telah mempersiapkan 13 embung sebagai cadangan air di musim kemarau. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi kekeringan.
“Upaya ini merupakan antisipasi Pemkab dalam menghadapi bencana kekeringan yang dapat terjadi pada saat musim kemarau karena berkurangnya sumber air,” kata Warsono, kemarin.
Menurutnya, 13 embung tersebut secara garis besar pemanfaatannya dibagi menjadi dua, yakni di sisi utara dan selatan. Di sisi utara terdapat 7 embung yang menjadi cadangan tampungan air, antara lain Embung Nggatep, Karanggeneng, Babadan, Sempu, Jurangjero, Kali Aji, dan Kemiri. Sedangkan di selatan antara lain, Umbul Klampeyan, Jering, Tambakboyo, Serut Banyuraden, Bimomartani, dan Serut Gayamharjo.
“Masing-masing embung memiliki luas rata-rata 1 hektare dengan daya tampung sekitar meter kubik,” tuturnya.
Warsono menjelaskan, suplai air yang tertampung pada embung-embung tersebut berasal dari sungai-sungai kecil yang mengalir saat musim hujan namun mengering ketika kemarau. Dengan adanya embung yang sudah disiapkan, maka pasokan air dapat tertambung dengan baik pada saat dibutuhkan.
Dikatakan pula banyak sungai-sungai kecil yang sering dimanfaatkan warga sebagai pengairan, namun alirannya hilang saat kemarau. Sehingga sangat diperlukan sistem penampungan sebagai konservasi air di musim kemarau.
Jumlah tersebut dianggap mencukupi kebutuhan air bagi wilayah-wilayah rawan kekeringan. Terlebih, intensitas hujan pada musim hujan ini cukup tinggi dan mampu memenuhi kapasitas embung.
“Untuk itu pemerintah berharap, keberadaan embung mampu menjadi solusi bagi warga di wilayah rawan kekeringan,” kata Warsono.
Kendati demikian lanjutnya, air pada embung baru dapat digunakan untuk mencukupi kebutuhan air baku saja. Sementara itu, untuk mencukupi kebutuhan air bersih masih mengandalkan sumber air di lereng Merapi.
Terpisah, Kepala Bidang Pencegahan Dan Kesiapsiagaan Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman, Heru Saptono mengatakan, beberapa wilayah yang rawan kekeringan seperti Kecamatan Prambanan serta Gamping. Hal ini disebabkan lapisan batuan yang ada di wilayah ini tidak memungkikan untuk menahan air di tanah.
“Kekeringan di Prambanan maupun Gamping, biasanya terjadi karena secara tipologi tidak memungkinkan air tanah dapat tertahan. Lempeng tanahnya didominasi dengan batuan lapis yang menyebabkan air tanah mudah hilang,” tambahnya.