Komisi VIII DPR RI Berkunjung Ke Kabupaten Sleman

Kunker DPR RI

Sleman – Komisi VIII DPR RI berkunjung ke Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), untuk mencari fakta tentang pelaksanaan bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM) dan juga pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca erupsi Merapi 2010.

“Pelaksanaan BLSM yang sudah memasuki tahap akhir ini, tentunya membutuhkan evaluasi dalam pelaksanaan program tersebut,” kata Gondo Radityo, sebagai pimpinan rombongan kunjungan kerja Komisi VIII DPR RI dan BNPB, di ball room Hotel Royal Ambarukmo, Yogyakarta, Selasa (17/9)

Menurutnya, banyak terdapat laporan-laporan yang menyebabkan terhambatnya program BLSM tersebut, misalnya penyimpangan dana BLSM, penyampaian BLSM yang tidak tepat sasaran, daerah yang tidak menyalurkan dan lain-lain.

Fakta-fakta permasalahan yang terjadi di masyarakat akan dijadikan bahan evaluasi bagi Komisi VIII DPRRI, sehingga dapat dilakukan pengukuran keberhasilan program tersebut.

Untuk proses rehabilitasi dan rekonstruksi pasca erupsi Merapi, rombongan Komisi VIII ingin memperoleh informasi tentang kemajuan dan permasalahan langsung dari masyarakat yang menjadi korban erupsi Merapi 2010, terutama yang sudah direlokasi di hunian tetap di berbagai wilayah, yaitu di Jawa Tengah dan DIY.

Relokasi pasca bencana hingga saat ini sering kali menjadi permasalahan yang sensitif. Merelokasi penduduk itu, artinya juga harus memikirkan nasib ekonominya, kehidupan sosialnya, pendidikannya dan lain-lain.

Menurut Gondo Radityo, faktor-faktor non teknis yang mengikuti relokasi penduduk sangat banyak, sehingga pemerintah perlu memikirkannya.

Dalam sambutannya, Gubernur DIY Sri Sultan HB X menyambut baik kunjungan Komisi VIII DPR RI tersebut, karena untuk mencari informasi dan fakta tentang program-program yang dilaksanakan oleh daerah, DPRRI perlu turun ke daerah tersebut.

Gubernur juga memberikan paparannya tentang pelaksanaan BLSM di DIY. Ada beberapa permasalahan yang hampir sama di daerah lain, yaitu pemberian BLSM yang salah sasaran.

Sementara, untuk pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi yang saat ini menjadi kendala adalah masih adanya 656 KK yang masih mendiami kawasan KRB III, juga pasokan air bersih di wilayah hunian tetap, jalur evakuasi yang belum selesai karena pendanaan yang dibutuhkan belum dikucurkan dari pemerintah pusat, dan pengisian kandang ternak komunal masyarakat.

Pemerintah Daerah berharap agar segera ada solusi yang terbaik untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.

Setelah dilakukan tanya jawab oleh Komisi VIII DPR RI dan pemerintah daerah dan jajarannya, dilanjutkan dengan peninjauan di hunian tetap di Karangkendal dan Pagerjurang.




Pemkab Sleman Serahkan Bantuan Sarana Dan Prasarana Pertanian

Sleman – Bupati Sleman Drs. Sri Purnomo mengatakan, sektor  pertanian  masih  menjadi  salah  satu unggulan perekonomian daerahnya, oleh karena itu untuk rencana  pembangunan  daerah ke  depan pihaknya telah  menempatkan pembangunan sektor pertanian sebagai salah satu prioritas.

“Sebagai bagian dari upaya kami dalam menjaga stabilitas ketahanan pangan,” kata Bupati  saat menyerahkan bantuan sarana prasarana pertanian di Dinas Pertanian, Perikanan dan kehutanan Kabupaten Sleman, Rabu (18/9).

Berdasarkan struktur mperekonomian daerah, pertanian memberikan kontribusi sebesar 12,99% dalam PDRB atas harga berlaku Tahun 2012, dan berdasarkanstruktur mata pencaharian penduduk terdapat sekitar  28%  masyarakat  Sleman  yang bergerak  pada sektor tersebut.

Lebih lanjut disampaikan bahwa peningkatan produksi tanaman pangan memiliki peran yang sangat strategis dalam rangka pemenuhan kebutuhan pangan, sementara pertumbuhan jumlah penduduk terus meningkat, sehingga kebutuhan pangan pun menjadi terus meningkat dari waktu ke waktu.

Mungkin belum disadari sepenuhnya oleh masyarakat Kabupaten Sleman, bahwa padi adalah produksi andalan di Sleman. Hal ini terlihat dari surplus beras dari ke tahun yang selalu meningkat, sehingga Sleman menjadi penyangga produksi beras di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Pada tahun 2012 Kabupaten Sleman masih mampu mempertahankan predikat sebagai lumbung beras di Provinsi DIY . Surplus  beras  tahun  2012  sebanyak    ton mengalami  peningkatan  41,79%  dibandingkan  dengansurplus  beras  tahun  2011 sebanyak  ton.

Sedangkan pada tahun 2013 ini diharapkan produksi padi Sleman sebesar ton dapat tercapai. Selain itu bupati juga mengimbau kepada dinas instansi terkait agar terus berusaha menggairahkan swasembada perikanan dan daging, terlebih lagi di Kabupaten Sleman  pada  sektor  perikanan  mengembangkan  produk  unggulan perikanan khususnya Ikan Nila.

Jumlah produksi ikan konsumsi padatahun 2012 sebesar 19,25%, produksi ikan hias meningkat sebesar 11,00%, dan produksi benih ikan meningkatsebesar 7,44%. Tingkatketersediaan  ikan  konsumsi  pada  tahun  2012  meningkat  3,13%  menjadi  28,65kg/kapita/tahun dari 27,78 kg/kapita/tahun pada tahun 2011.

Demikian juga pada sektor peternakan terjadiperkembangan populasi ternak, yang diikuti  dengan  peningkatan  produksi  telur  sebesar  5,99%,  susu  sebesar12,19%  dan  daging sebesar 2,51%.

Upaya tersebut harus terus dijaga oleh dinas instansi terkait dengan melakukanpendampingan secara berkesinambungan dan juga menjaga kestabilan harga.  Sehingga para petani dan peternakdapat terus menjaga ketersediaan dan kontinuitas komoditas masing-masing.

Sedangkan kepala dinas Pertanian, perikanan dan kehutanan kabupaten Sleman Ir. Widi Sutikno, Msi pada kesempatan tersebut melaporkan bahwa bantuan sarana prasarana pertanian diberikan pada 106 kelompok tani dan 4 Gapoktan, bantuan tersebut senilai .

Secara rinci bantuaan tersebut berupa, pompa air 60 unit, traktor 29 Unit, genset 5 unit, kendaraan viar 6 unit, power  tresher 4 paket, paket terpal 5 paket dan perajang tembakau 1 paket.

Dilaporkan pula bantuan sarana prasarana tersebut sebagai pendampingan untuk meningkatkan kegiataan dan produksi pertanian bagia kelompok. Penyerahan secara simbolis oleh bupati Sleman.




Sleman Adakan Lomba Story Telling Untuk Ajarkan Minat Baca

Sleman, InfoPublik – Bupati Sleman Drs. Sri Purnomo menilai kegiatan storytelling  sangat positiif untuk dapat menumbuhkan rasa percaya diri anak untuk berani tampil menunjukkan kemampuan dan kreativitasnya di depan publik. “Dengan memiliki rasa percaya diri yang tinggi, anak-anak akan dapat mengembangkan kemampuan dan bakat yang dimiliki dengan lebih optimal,” kata Bupati Sri Purnomo saat penutupan lomba mewarnai dan story telling di halaman Parkir Denggung, Selasa (18/6).

Menurutnya, kegiatan ini perlu juga didukung dengan penyediaan fasilitas-fasilitas pendukung seperti tersedianya buku-buku berkualitas. Oleh karena itu, ia mengimbau Kantor Perpustakaan Daerah untuk terus mengupdate koleksi buku yang dibutuhkan anak-anak, sehingga mereka tidak kekurangan referensi. Keberadaan perpustakaan di kecamatan dan desa juga perlu diperhatikan dengan menambah kantong-kantong perpustakaaan kecamatan maupun desa agar masyarakat dapat mengakses bahan bacaan dengan mudah dan murah.

Usia anak-anak merupakan masa yang paling baik untuk membentuk kepribadian, kecerdasan emosional, kreativitas dan kemandirian. “Bila anak sudah diperkenalkan dengan ajang-ajang pengembangan kreativitas seperti lomba menggambar dan mewarnai ini, saya yakin anak-anak ini akan tumbuh menjadi pribadi yang lebih mandiri dan percaya diri,” katanya.

Melalui lomba menggambar dan mewarnai ini, diharapkan dapat menjadi sarana bagi anak usia dini dan TK untuk mencurahkan kreativitasnya. Selain itu, berkesenian seperti menggambar dan mewarnai, dapat menjadi ajang bagi anak-anak untuk meningkatkan kecerdasan emosional anak. “Dengan demikian, anak-anak tersebut nantinya diharapkan dapat survive dalam menghadapi segala masalah hidup, yang kelak akan mereka hadapi,” kata Bupati Sri Purnomo.

Sedangkan kepala Kantor Perpustakaan Daerah kabupaten Sleman Dra. Sri Hartati melaporkan bahwa maksud dan tujuan lomba tersebut untuk menambah nilai-nilai yang merangsang minat baca anak-anak sejak dini, dan sebagai salah satu cara yang efektif untuk mengembangkan aspek kognitif (pengetahuan, afektif, perasaan) sosial dan aspek konatif (penghayatan) anak-anak. Juga kehalusan budi, emosi, seni, daya berfantasi dan imajinasi serta menumbuhkan kegemaran membaca pada anak usia dini dan rajin berkunjung ke perpustakaan. Peserta lomba sebanyak 725 anak baik tingkat PAUD maupun TK.

Lebih lanjut dilaporkan bahwa bertindak sebagai Juri Heri Kustriyatmo (sanggar Cempaka), Robertus Budi Wuryanto (Sanggar Cempaka) dan Murdiono Efendi, (Pustakawan). Pada kesempatan tersebut ditampilkan pula pendongeng Syakira Divany Wijaya (juara I lomba minat baca tahun 2012 dari SD Model) dan Rayhan Hudatama Khoirurrobi (juara II lomba minat baca tahun 2012 dari SD Keceme 1) serta Kak Adim (pendongeng anak-anak).

Setelah melalui penjurian yang ketat maka terpilih untuk lomba mewarnai tingkat PAUD Juara I Claudia Oktaviani Putri dari PAUD Nusa Indah I, juara II Cyra Lumeira dari Play Group Sakinah Ceria, juara III MJ. Arshavin Albihar dari Pos PAUD Ceria. Juara harapan I Natya dari PAUD Tunas Mulia daan juaraa harapan II M. Ridho Wicaksono dari Kelompok Bermain Putra Handayani. Sementara untuk tingkat TK sebagai juara I Maulana Farrul Neala dari TK. ABA Sleman kota, juara II Nadyia Putri Anggraeni dari TK Kemala Bayangkari, juara III M. Rafa Ramadani, dan juara harapan I Febriani Anggita Putri dari TK. Pusposari IV serta juara harapan II Nabiella Aiya Yudhia dari TK. Kumala Bayangkari.




Sleman Galakkan Kembali Gerobak Sapi Untuk Transportasi Tradisional

FGS

Sleman, InfoPublik – Pemeritah Kabupaten Sleman menggalakkan kembali gerobak sapi sebagai sarana transportasi tradisional, dalam suatu festival Gerobak Sapi sekaligus sebagi kirab budaya dalam festival kesenian Sleman, yang digelar di kawasan Stadion Maguwoharjo Depok Sleman, Minggu (16/6). Event fenomenal yang telah dirancang sejak akhir tahun 2012 silam tersebut telah menyedot banyak wisatawan baik lokal maupun manca negara. Mengingat lokasi penyelenggaraannya yang sangat strategis, yakni di kawasan Stadion Maguwoharjo Depok Sleman.

Festival tersebut diikuti oleh 170 peserta, dan dihadiri Sri Sultan HB X beserta Kanjeng Ratu Hemas, Kapolda DIY, Bupati Sleman dll. Sultan dijemput dengan gerobak dari depan stadion menuju lokasi start, dan Sultan berkenan mengibarkan bendera star tanda dimulainya festival gerobak dan dimeriahkan oleh Jathilan Gangnam style Kodim 0743 Yogya, krishna Encik & Fantoro serta hiburan lainnya, minggu (16/6)

Allan, seorang Desainer Visualisasi dari Australia, mengaku sangat terkesan dengan penyelenggaraan Festival Gerobak Sapi tersebut. Mengenai spesifik tentang tradisional gerobaknya dinilai sangat detail, sehingga dia mengaku mendapat inspirasi dengan melihat festival gerobak sapi tersebut. Dia mengatakan bahwa detil seni yang terdapat dalam gerobak sapi tersebut memberikan dia inspirasi dan ide-ide yang luar biasa.

Kasie Dokinfo Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman, Wasita menerangkan, antusiasme wisatawan asing mengikuti acara tersebut terlihat nyata. Di antaranya ada yang mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dari awal hingga akhir termasuk sehari sebelumnya dan pada malam harinya. Wasita menambahkan, Festival Gerobak Sapi ini merupakan kirab budaya dalam festival kesenian Sleman, yang diselenggarakan oleh Karang Taruna Malangrejo Wedomartani Ngemplak bekerja sama dengan Pemkab Sleman dan di dukung oleh berbagai sponsor.

Sebagai upaya untuk merevitalisasi keberadaan dan keberfungsian gerobak sapi dalam rangka menggalakkan kembali sebagai tranportasi tradisional kebanggaan kaum tani masa lampau, kini dan mendatang.




Festival Kesenian Sleman Angkat Budaya Lokal

FKS

Sleman, InfoPublik – Festival Kesenian Sleman (FKS) tampak meriah dengan digelarnya display potensi seni dan budaya, yang ditampilkan oleh 17 kecamatan se-Kabupaten Sleman. FKS digelar selama 2 hari, dibuka Sabtu (15/6) di seputaran Lapangan Denggung oleh Sekda Sleman dr. Sunartono, dan ditutup Minggu (16/6) di Desa Pulesari Wonokerto Turi. Dalam pembukaan tersebut sebelumnya juga disajikan kesenian jathilan dari Sanggar Wijaya Kusuma, Karawitan dari Sanggar Notoraharjan, music calung dan Tari Selamat Datang dari Sanggar Pradnyawidya.

Menurut Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sleman Ir. Ayu Laksmi, FKS ini dimaksudkan sebagai media pelestarian, pembinaan dan pengembangan seni di Kabupaten Sleman, dan mendorong kecintaan masyarakat terhadap seni tradisi adiluhung, yang mengarah pada pembentukan jatidiri bangsa, khususnya generasi muda yang saat ini dirasa semakin luntur.

Sementara itu display dari 17 kecamatan yang ditampilkan, yakni Bergada Kismo Kuncoro Kwagon Sidorejo Godean, Trengganon Al Fatah Minggir, Angguk Kipas Manggala Pakem, Thek-tek Gejog Lesung Moyudan, Bergodo Kuntul Saramba Ketingan Tirtoadi Mlati, Badui Sabilul Muslimin Tempel. Sanggar Puri Prambanan menampilkan kisah Rama Sinta, Kobra Siswa Putra Mudha Turi, Bregodo Wonolelo, Ngemplak, Klana Topeng Ponco Tunggal Kalasan, Reog Singo Barong Gamping, Kobrasiswa Depok, Bregada Tirta Tri Roso Guno Sleman, Reog Mataraman Berbah, Wayang orang Ngesti Madyo Laras Cangkrignan, Sastra Tutur Ngaglik dan terakhir Bregogo Kalijaga Seyegan.

Dalam sambutannya, Bupati Sleman mengharapkan kepada para seniman di Sleman untuk terus berkarya, berkreasi, dan berinovasi agar seni budaya yang menjadi jati diri masyarakat Sleman, dapat terus eksis di tengah masyarakat. Seni budaya ini juga diharapkan dapat migunani bagi masyarakat, baik sebagai tontonan yang bersifat menghibur ataupun tuntunan yang memberi inspirasi dan pencerahan hidup dan kehidupan masyarakat Sleman.

Setelah FKS dibuka pada malam harinya ditampilkan Langen Carito dari SD Kanisius Kalasan dan pagelaran ketoprak dari Komunitas Kethoprak Sleman. Untuk hari Minggu digelar Extravaganza, aneka tari, Peksimoi dan Dayakan. Sementara di Desa Wisata Pulesari Wonokerto Turi digelar kesenian Jathilan, Klentingan, Karawitan dan pergelaran Wayang Kulit dengan Dhalang Ki Edy Suwondo.