2014, Angka Kemiskinan di Sleman Turun

Sleman – Angka kemiskinan di Kabupaten Sleman mengalami penurunan di tahun 2014. Dari data yang diperoleh dari Tim Penanggulangan Kemiskinan (TPK) Kabupaten Sleman, tercatat kepala keluarga (KK) yang tergolong miskin. 

“Jumlah tersebut berasal dari total keseluruhan KK di wilayah Sleman yang berjumlah ,” kata Wakil Bupati Sleman, Yuni Satia Rahayu SS MHum, Minggu (1/3).

Dijelaskan Yuni bahwa jumlah keluarga miskin tersebut mengalami penurunan. Sebelumnya pada tahun 2013, dari KK di Sleman, terdapat KK miskin.

“Secara presentase di tahun 2014 setidaknya ada 11,85 persen keluarga miskin, dan jumlah tersebut mengalami penurunan dimana tahun sebelumnya ada 13,89 persen,” kata Yuni.

Menurut Yuni, data-data tersebut adalah buah kerja keras Tim Penanggulangan Kemiskinan (TPK) yang keberadaannya sampai wilayah pedukuhan dan mendata setiap warganya yang tergolong miskin. Sebelumnya pemerintahan melalui Kementrian Sosial telah menunjuk Kabupaten Sleman sebagai pilot project pengentasan kemiskinan.

Hal tersebut dikarenakan TPK yang bekerja sampai tingkat bawah dapat mendapatkan hasil yang lebih valid.

“Ini merupakan terobosan dengan melibatkan tokoh-tokoh masyarakat seperti LPMD (Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa), PKK (Pembinaan Kesejahteraan Kelurga), hingga karang taruna,” tutur Yuni.

Yuni juga menilai anggota dan tokoh masyarakat desa yang tergabung dalam TPK akan dapat lebih mudah mengenali warganya yang miskin, dan melakukan pendataan secara akurat melalui Sistem Rujukan Terpadu (SRT) yang dikerjakan secara online.

Yuni juga mengakui angka penurunan pada tahun 2014 terbilang masih sedikit, akan tetapi Yuni tetap berharap dari keterlibatan TPK yang selama ini aktif di desa, dapat mengurangi angka kemiskinan secara signifikan.

“Selama ini penurunannya sedikit-sedikit, harapannya kedepan kami dapat mengentaskan angka kemiskinan lebih banyak lagi,” tutur Yuni.




2014, Baznas Sleman Berhasil Salurkan Dana Rp 1,65 Miliar

Sleman – Selama tahun 2014, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Sleman telah berhasil menyalurkan dana sebesar Rp miliar dengan rincian untuk fakir miskin sebesar Rp 1,27 miliar, Sabilillah Rp 343,83 juta, Ibnusabil Rp 350 ribu dan mualaf sebsar Rp 35,67 juta.

Demikian disampaikan Ketua Baznas Sleman, dr Sunartono Mkes didampingi Ketua Bidang Pentasyarufan, Drs Kriswanto  kepada wartawan di Pres Room Pemkab Sleman, Jumat (23/1).

Dikatakan Sunartono, Baznas Sleman adalah lembaga yang mengelola setoran zakat penghasilan umat Islam dari PNS Sleman. Dan untuk mengoptimalkan pengumpulan zakat penghasilan jajaran PNS di Sleman akan dilakukan Pekan Zakat Panutan.

“Tujuan diselenggarakannya Pekan Zakat Panutan ini adalah untuk meningkatkan kesadaran akan kewajiban seorang PNS muslim dalam membayar zakat profesi, karena zakat merupakan perintah Allah SWT untuk menyisihkan sebagian harta yang diberikan untuk orang yang berhak,” kata Sunartono.

Pekan Zakat Panutan akan dilaksanakan 5 hari mulai hari Senin (26/1) sampai Jumat (30/1). Dalam acara tersebut ada diundang beberapa tokoh pimpinan di Sleman karena ada beberapa kegiatan diantaranya penandatanganan surat kesanggupan membayarkan zakat profesi sebesar 2,5 persen melalalui Baznas.

“Kegiatan lainnya adalah sosialisasi fiqih zakat, konsultasi zakat, lomba penulisan khotbah Jumat dengan topik zakat bagi penyuluh agama dan silaturahmi pengurus Baznas Sleman ke instansi vertikal,” kata Sunartono.

Dengan kegiatan Pekan Zakat Panutan ini Sunartono berharap PNS di Kabupaten Sleman bersedia membayarkan zakat profesi melalui Baznas Sleman karena penyalurannya jelas dan terarah.

Dijelaskan Sunartono, untuk pengumpulan dana ini Baznas tidak mentarget jumlah dana yang masuk tetapi yang dilakukan hanya menghimbau agar PNS Sleman membayarkan zakat profesi melalui Baznas. Sebab lanjutnya selama ini belum semua PNS menyalurkan zakatnya melalui Baznas.